Bakal biji (panah) pada bunga Helleborus.

Bakal biji (bahasa Latin: ovulum, berarti "telur kecil") adalah struktur pada tumbuhan berbiji yang melindungi dan menjadi tempat bersemayamnya sel telur (ovum). Bakal biji akan berkembang menjadi biji setelah dibuahi.

Bakal biji terlihat langsung ("telanjang") pada kelompok tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae/Pinophyta) atau terbungkus oleh bakal buah (ovarium) pada kelompok tumbuhan berbunga (Anthophyta).

Anatomi

sunting
Skema bagian-bagian bakal biji.

Terdapat tiga bagian pokok yang dimiliki bakal biji yang telah selesai berkembang (dewasa/masak), yaitu selubung (integumentum), nuselus' (nucellus) atau megasporangium, dan megagametofit. Megagametofit adalah perkembangan lanjutan dari megaspora. Pada tumbuhan berbunga (tumbuhan berbiji tertutup), megagametofit membentuk struktur yang dikenal sebagai kantung embrio (Ing. embryo sac).


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tumbuhan berbunga

tersebut mencerna jalan masuk ke salah satu sinergid, melepaskan isinya termasuk sel-sel sperma. Sinergid tempat sel-sel dilepaskan akan mengalami degenerasi;

Morfologi bunga

mengandung kantong embrio di dalamnya terdapat oosphere atau gamet betina, sel sinergid, sel median dengan dua inti polar dan sel antipodal. Mengelilingi kantong

Pembuahan ganda

+ 3 (dari atas ke bawah): 3 sel antipoda, 1 sel pusat (berinti dua), 2 sinergid, dan 1 sel telur. Satu sperma membuahi sel telur dan sperma lainnya menyatu

Gametogenesis

mikrofil dinamakan ovum serta inti pada samping kiri dan kanan dinamakan sinergid. Pada sebuah peristiwa pembuahan inti generatif membuahi ovum membentuk

Thymelaeaceae

endosperma nuklear, embriogeni tipe asterad, dan poliembrioni nuselar atau sinergid. Kedua integumen berperan dalam pembentukan kulit biji. Biji bersifat eksalbumin