Siberut
Geografi
LokasiAsia Tenggara
Koordinat1°23′S 98°54′E / 1.383°S 98.900°E / -1.383; 98.900
KepulauanKepulauan Mentawai
Luas4.030 km2
Pemerintahan
NegaraIndonesia
ProvinsiSumatera Barat
KabupatenKepulauan Mentawai
Kependudukan
Penduduk30—35.000 jiwa (2001)
Kepadatan7,5 jiwa/km2
Kelompok etnikSuku Mentawai. 10% populasi dari bagian lain Indonesia.
Peta

1°23′S 98°54′E / 1.383°S 98.900°E / -1.383; 98.900 Siberut adalah pulau terbesar dan paling utara dari Kepulauan Mentawai, terletak 150 kilometer sebelah barat Sumatra di Samudra Hindia. Sebagai bagian dari Indonesia, pulau ini menjadi rumah terpenting bagi Suku Mentawai. Paro barat pulau ini telah ditetapkan menjadi Taman Nasional Siberut pada 1993. Sebagian besar pulau ini ditutupi oleh hutan hujan, tetapi digunakan untuk pembalakan komersial.

Pulau-pulau yang lebih kecil yang bertetangga dengan Pulau Siberut adalah Karamajet dan Masokut yang terletak di Selat Bungalaut di selatan pulau ini.

Pulau ini dikenal karena sebaran primatanya, di antaranya bilou (Hylobates klossii), langur buntut babi (Simias concolor), langur Mentawai (Presbytis potenziani) dan beruk Pulau Pagai (Macaca pagensis).

Siberut terkena dampak tsunami Gempa bumi Samudra Hindia 2004, tetapi seberapa banyak korban jiwa tidaklah diketahui. Sebuah laporan menyatakan bahwa pulau ini mengalami kenaikan dua meter karena gempa bumi.

Geografi

sunting

Pulau Siberut memiliki iklim tropis yang basah dengan curah hujan tahunan sebanyak 3.200 mm yang hampir merata sepanjang tahun tanpa membedakan musim.[1] Suhu berkisar pada 22 sampai 31 °C, dan rerata kelembapan berkisar pada 81-85%. Pesisir timur memiliki pulau-pulau yang sangat kecil, teluk, dan terumbu karang, dan diliputi oleh hutan bakau selebar 2 sebelum memasuki hutan nipah. Pesisir barat diliputi oleh hutan barringtonia dan sukar dijangkau karena kerasnya ombak laut dan terjalnya tebing. Kawasan pedalaman berbukit-bukit dengan ketinggian 384 meter, dengan aliran yang membentuk sungai di hutan rawa dan dataran rendah yang ditumbuhi tanaman sagu. Juga terdapat kawasan hutan primer dipterocarpaceae.

Keanekaragaman hayati

sunting

Siberut terpencil dari daratan utama dangkalan Sunda sejak pleistosen tengah. Keterpencilan ini menjadi pemicu keanekaragaman hayati, dengan kira-kira 900 spesies tumbuhan vaskular dan 31 spesies mamalia. 65 persen mamalia dan 15 persen hewan lain bersifat endemik pada beberapa tingkatan taksonomi, membuat Siberut unik. Dari 134 spesies burung yang dijumpai di Siberut, 19-nya adalah endemik pada beberapa tingkatan taksonomi.

Lingkungan

sunting
Seorang dukun pengobatan (sikerei) dari Siberut, Kepulauan Mentawai.

Siberut diakui sebagai cadangan biosfer pada 1981. Pada 1993, bagian barat pulau ini ditetapkan sebagai Taman Nasional, seluas 1.905 km².

Kira-kira 70% hutan di luar cagar alam digunakan untuk konsesi pembalakan, beberapa basih beroperasi, dan beberapa lainnya ditangguhkan.

Pada 2001, UNESCO membawa fase baru pada Program Siberut yang diluncurkannya, dengan penekanan pada perlindungan ekosistem melalui pengembangan lokal. Fasa ini melibatkan penciptaan kemitraan perkumpulan lokal, kelompok perlindungan, dan pemerintah daerah, suatu pendekatan yang kian merakyat.

Budaya

sunting

Beberapa antropolog percaya bahwa beberapa ribu tahun lalu, Suku Batak di Sumatera Utara adalah orang yang pertama mendiami pulau ini. Namun, kini terdapat perbedaan dalam hal budaya dan bahasa di antara para penduduknya.[2] Antropolog asal Swiss, Reimar Schefold menghabiskan waktu bertahun-tahun di antara salah satu kelompok Siberut, yakni Sakuddei.[3]

Di barat pulau ini, terdapat tradisi rumah panjang komunal yang disebut uma.

Referensi

sunting
  1. ^ Santoso, Heru (2007). "Dampak Perubahan Iklim terhadap Neraca Air Pulau Siberut". Dalam Delinom, R. M., dan Marganingrum, D. (ed.). Sumber Daya Air dan Lingkungan: Potensi, Degradasi dan Masa Depan. Jakarta: LIPI Press. hlm. 4. ISBN 978-979-799-038-1. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ "Siberut Island". indonesia-tourism.com. Diakses tanggal 1 November 2010.
  3. ^ McNeely, Jeffrey A.; Sochaczewski, Paul Spencer (1995). Soul of the tiger: searching for nature's answers in Southeast Asia. University of Hawaii Press. hlm. 161. ISBN 0824816692.

Bacaan lanjutan

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Muara Siberut, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai

Muara Siberut adalah sebuah desa yang menjadi pusat administrasi, ekonomi, dan transportasi di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai

asli geografisnya. Ada empat pulau utama yang berpenghuni yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan yang dihuni oleh

Kepulauan Mentawai

Mentawai sebanyak 323 pulau dengan empat pulau berukuran besar yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan. Luas Kepulauan

Madobag, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai

atau Madobak Ugai adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia

Beruk siberut

Beruk siberut atau bokkoi (Macaca siberu) adalah sebuah spesies makaka genting, yang endemik ke Pulau Siberut di Indonesia. Sebelumnya, spesies ini dianggap

Lutung siberut

Lutung siberut (Presbytis siberu) adalah sebuah spesies monyet dalam famili Cercopithecidae. Sebelumnya, lutung ini dianggap sebagai subspesies dari lutung

Suku Mentawai

dialek Siberut Utara, (2) dialek Siberut Selatan,dan (3) dialek Sipora Pagai. Dialek Siberut Utara dituturkan di Desa Monganpoula, Kecamatan Siberut Utara

Daftar pulau di Indonesia menurut provinsi

Morotai Pulau Muna Pulau Nias Pulau Obi Pulau Salawati Pulau Seram Pulau Siberut Pulau Simeulue Pulau Sulabesi Pulau Sumba Pulau Sumbawa Pulau Taliabu Pulau