Sensor torsi atau torsi transduser atau torquemeter adalah perangkat untuk mengukur dan merekam torsi pada sistem berputar, seperti mesin, crankshaft, gearbox, transmisi, rotor, engkol sepeda atau Cap Torque Tester. Torsi statis relatif mudah diukur. Torsi dinamis, di sisi lain, tidak mudah untuk mengukur, karena biasanya membutuhkan transfer beberapa efek (listrik atau magnet) dari poros yang diukur dengan sistem statis.

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sepeda listrik

motor tenaga kuda fraksional, terhubung melalui serangkaian roda gigi. Sensor torsi dan kendali daya dikembangkan pada akhir 1990-an. Sebagai contoh, Takada

Sistem transmisi

otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan

Suzuki Fronx

Smart Hybrid 48V, yang menghasilkan tenaga 73.6 kW (99 hp; 100 PS) dan torsi 147.6 N⋅m (15.1 kg⋅m; 109 lb⋅ft) yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi

Toyota Kijang

(horse power) yang lebih tinggi yakni 72ps pada putaran mesin 5000 rpm dan torsi maksimal 120Nm pada putaran mesin 3200 rpm. Kode sasis Kijang Grand Extra

Kia Sonet

Anti-mengunci), VSMS, Sistem pengingat kecepatan, ETC (Kontrol Traksi Elektronik), Sensor parkir, BA (Asisten Pengereman), dan Sabuk Pengaman baris pertama dengan

Tank Tipe 99

pengemudi di kiri tengah lambung. Tipe 99 memiliki fitur sistem suspensi batang torsi yang terdiri dari enam roda ban karet di setiap sisinya dengan power sprocket

Mesin Honda L

PS; 87 hp) @ 5500 rpm Torsi: 128 N·m (94 lb·ft) @ 2700 rpm Versi ini tidak memiliki Exhaust Gas Recirculator (EGR) dan sensor lambda pada conveter calatytic

Mercedes-Benz Kelas-E

(145 kW; 194 hp), torsi 320 N⋅m (236 lb⋅ft) di basis E200 Avantgarde, sedangkan E300 AMG Line di-boot hingga 258 PS (190 kW ; 254 hp) dan torsi 370 N⋅m (273 lb⋅ft)