Perang seks feminis, juga disebut sebagai perang seks lesbian, atau perang seks atau perang porno, adalah istilah yang dipakai untuk merujuk kepada perdebatan kolektif di kalangan feminis terkait sejumlah masalah yang sebagian besar berkaitan dengan seksualitas dan kegiatan seksual. Perbedaan opini terhadap materi-materi seksualitas sangat mempolarisasikan gerakan feminis, terutama para pemikir feminis utama, pada akhir 1970an dan awal 1980an dan masih menjadi perdebatan berpengaruh di kalangan feminis sampai saat ini.[1]

Hal-hal yang tak disepakati oleh pihak-pihak feminis anti-pornografi dan feminis seks-positif meliputi pornografi, erotika, prostitusi, praktek seksual lesbian, peran wanita transgender dalam komunitas lesbian, sadomasokisme dan persoalan seksual lainnya. Gerakan feminis sangat terbagi akibat perdebatan tersebut.[2][3][4][5][6] Sebagian besar sejarawan memandang perang seks feminis sebagai akhir dari era feminis arus kedua (yang dimulai ca 1963) serta permulaan arus ketiga (yang dimulai pada awal 1990an).[7]

Referensi

sunting
  1. ^ Atmore, Chris (2002). Sexual Abuse and Troubled Feminism in Snakes and Ladders: Reviewing feminists at the centuries end. Routeledge. hlm. 92. ISBN 978-0415197991.
  2. ^ Duggan, Lisa; Hunter, Nan D. (1995). Sex wars: sexual dissent and political culture. New York: Routledge. ISBN 978-0-415-91036-1.
  3. ^ Hansen, Karen Tranberg; Philipson, Ilene J. (1990). Women, class, and the feminist imagination: a socialist-feminist reader. Philadelphia: Temple University Press. ISBN 978-0-87722-630-7.
  4. ^ Gerhard, Jane F. (2001). Desiring revolution: second-wave feminism and the rewriting of American sexual thought, 1920 to 1982. New York: Columbia University Press. ISBN 978-0-231-11204-8.
  5. ^ Leidholdt, Dorchen; Raymond, Janice G (1990). The Sexual liberals and the attack on feminism. New York: Pergamon Press. ISBN 978-0-08-037457-4.
  6. ^ Vance, Carole S. Pleasure and Danger: Exploring Female Sexuality. Thorsons Publishers. ISBN 978-0-04-440593-1.
  7. ^ As noted in:

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Feminisme budaya

Judy (1995). "Cultural Feminism: Feminism's First Difference". Feminist Theory Today: An Introduction to Second-Wave Feminism. London: SAGE Publications

Gelombang feminisme kedua

ISBN 0-87722-630-X. Gerhard, Jane F. (2001). Desiring revolution: second-wave feminism and the rewriting of American sexual thought, 1920 to 1982. New York:

Feminisme kulit putih

ISSN 2709-7862. Thompson, Becky (2002). "Multiracial Feminism: Recasting the Chronology of Second Wave Feminism". Feminist Studies. 28 (2): 337–360. doi:10.2307/3178747

Gelombang feminisme pertama

first-wave feminism sendiri diciptakan oleh jurnalis Martha Lear dalam sebuah artikel di New York Times Magazine pada Maret 1968 berjudul “The Second Feminist

Dua Lipa

berpartisipasi dalam film pendek untuk sebuah inisiatif bernama Global Feminism, disutradarai oleh The Circle milik Annie Lennox bekerja sama dengan Apple

Francesca Coppa

(retrieved February 2, 2021) Stevens describes Coppa as "a key figure in this second wave of writing on vids" (p. 30). E. Charlotte Stevens. "Critical Contexts:

Oviri

and the Invention of the Primitivist Modernist. The Expanding Discourse: Feminism and Art History. Boulder, CO: WestView, 1992 Sugana, G.M. L'opera completa

Instagram

The Roles of Internalization, Comparison, Appearance Commentary, and Feminism". Sex Roles. 78 (5–6): 311–324. doi:10.1007/s11199-017-0796-1. S2CID 115139326