Puing-puing pesawat | |
| Ringkasan kecelakaan | |
|---|---|
| Tanggal | 20 Desember 1995 |
| Ringkasan | Tabrakan pesawat dengan medan yang disebabkan oleh kesalahan navigasi dan kelalaian pilot |
| Lokasi |
|
![]() | |
| Pesawat | |
N651AA, pesawat yang mengalami kecelakaan, difoto pada tahun 1993 | |
| Jenis pesawat | Boeing 757–223 |
| Operator | American Airlines |
| IATA | AA965 |
| ICAO | AAL965 |
| Kode panggil | AMERICAN 965 |
| Registrasi | N651AA |
| Asal | Bandar Udara Internasional Miami, Florida, Amerika Serikat |
| Tujuan | Bandar Udara Internasional Alfonso Bonilla Aragón, Cali, Kolombia |
| Orang dalam pesawat | 163 |
| Penumpang | 155 |
| Awak | 8 |
| Tewas | 159 |
| Cedera | 4 |
| Selamat | 4 |
American Airlines Penerbangan 965 merupakan penerbangan berjadwal reguler dari Bandar Udara Internasional Miami di Miami, Florida, menuju Bandar Udara Internasional Alfonso Bonilla Aragón di Cali, Kolombia. Pada 20 Desember 1995, pesawat Boeing 757-200 yang melayani rute tersebut (registrasi N651AA) menabrak sebuah gunung di wilayah Buga, Kolombia, sekitar pukul 21.40 waktu setempat, menewaskan 151 dari 155 penumpang serta seluruh 8 awak pesawat.
Kecelakaan ini menjadi insiden pertama yang melibatkan Boeing 757 milik Amerika Serikat, sekaligus merupakan kecelakaan penerbangan paling mematikan yang pernah terjadi di Kolombia. Pada saat itu, kecelakaan ini juga menjadi yang paling mematikan yang melibatkan Boeing 757, sebelum kemudian dilampaui oleh Birgenair Penerbangan 301 yang jatuh tujuh minggu kemudian dengan 189 korban jiwa.[1] Penerbangan 965 juga tercatat sebagai bencana udara paling mematikan yang melibatkan maskapai Amerika Serikat sejak pengeboman Pan Am Penerbangan 103 pada tahun 1988.[2]
Unit Administratif Khusus Aeronautika Sipil Kolombia menyelidiki kecelakaan ini dan menyimpulkan bahwa penyebab utamanya adalah kesalahan navigasi yang dilakukan oleh awak penerbangan.
Pesawat
suntingPesawat yang mengalami kecelakaan merupakan jenis Boeing 757-223 dengan registrasi N651AA, dan merupakan unit ke-390 yang diproduksi dari jenis Boeing 757. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin Rolls-Royce RB211.
Awak
suntingAwak kokpit terdiri atas Kapten Nicholas Tafuri (57 tahun) dan Perwira Pertama Donald "Don" Williams (39 tahun).[3] Keduanya dikenal sebagai pilot yang sangat berpengalaman. Kapten Tafuri memiliki lebih dari 13.000 jam terbang, termasuk 2.260 jam pada Boeing 757/767, sementara Perwira Pertama Williams memiliki hampir 6.000 jam terbang, dengan 2.286 jam di antaranya pada Boeing 757/767.[4]
Kapten Tafuri pernah bertugas di Angkatan Udara Amerika Serikat dari tahun 1963 hingga 1969 dan turut serta dalam Perang Vietnam, sebelum bergabung dengan American Airlines pada tahun 1969. Sementara itu, Perwira Pertama Williams bertugas di Angkatan Udara Amerika Serikat dari tahun 1979 hingga 1986, lalu bergabung dengan American Airlines pada tahun 1986.
Kecelakaan
suntingKeberangkatan
suntingPenerbangan 965 sebagian besar mengangkut penumpang yang kembali ke Kolombia untuk libur Natal, wisatawan, dan pelaku perjalanan bisnis. Badai musim dingin di wilayah timur laut Amerika Serikat menyebabkan keberangkatan pesawat tertunda selama 30 menit untuk menunggu penumpang lanjutan, dan kepadatan lalu lintas musiman menyebabkan penundaan tambahan. Penerbangan ini akhirnya lepas landas pada pukul 18.35 waktu EST (23.35 UTC), hampir dua jam lebih lambat dari jadwal.[4][5]
Menyimpang dari jalur
suntingPengendali lalu lintas udara di Cali saat itu tidak memiliki radar yang berfungsi untuk memantau pesawat 757, karena fasilitas tersebut hancur akibat serangan kelompok bersenjata FARC pada tahun 1992. Pendekatan (approach) ke Cali bergantung pada sejumlah suar radio (radio beacon) untuk memandu pilot melewati pegunungan dan lembah yang mengelilingi kota. Sistem manajemen penerbangan (Flight Management System atau FMS) pada pesawat sebenarnya telah memuat data suar tersebut dan secara teori mampu memberikan panduan lengkap kepada pilot sejak dari Miami hingga proses pendaratan di Cali.
Karena kondisi angin tenang, pengendali menawarkan pendekatan langsung tanpa presisi ke landasan pacu 19, alih-alih pendekatan presisi menggunakan sistem pendaratan instrumen (ILS) ke landasan pacu 01. Para pilot menyetujui pendekatan langsung tersebut dengan harapan dapat menghemat waktu. Namun, dalam prosesnya, mereka secara tidak sengaja menghapus seluruh titik rute pendekatan (waypoint) yang telah diprogram di FMS. Ketika pengendali meminta laporan saat melintasi VOR TULUA, titik tersebut sudah tidak ada lagi dalam rencana penerbangan di FMS, sehingga pilot harus mencarinya kembali di peta pendekatan. Sementara itu, pada saat bersamaan, mereka mengaktifkan rem kecepatan (speed brake) untuk memperlambat pesawat dan mempercepat penurunan.[4]
Saat titik TULUA berhasil dimasukkan kembali, pesawat ternyata sudah melewatinya. Upaya untuk memilih titik berikutnya, ROZO, juga mengalami kendala karena perbedaan penamaan antara peta dan basis data FMS. Kesalahan pemilihan kode menyebabkan autopilot mengarahkan pesawat menuju Bogotá, sehingga pesawat berbelok ke timur dalam lintasan setengah lingkaran yang lebar. Ketika kesalahan ini disadari, pesawat sudah berada di lembah yang salah dan berada pada jalur tabrakan dengan gunung setinggi sekitar 3.000 meter (9.800 ft).
Benturan
sunting

Sekitar 12 detik sebelum menabrak gunung yang dikenal sebagai El Diluvio ("Air Bah"), sistem peringatan kedekatan daratan (Ground Proximity Warning System atau GPWS) aktif dan memberikan peringatan bahaya tabrakan. Kopilot segera menonaktifkan autopilot, sementara kapten berusaha menaikkan pesawat. Daya mesin maksimum diaktifkan, dan sudut kemiringan pesawat dinaikkan, yang kemudian memicu "stick shaker" dan alat yang menggetarkan kendali untuk memperingatkan risiko kehilangan gaya angkat (stall) menyala.
Namun, rem kecepatan yang sebelumnya telah dibuka tidak segera ditutup, sehingga sangat mengurangi kemampuan pesawat untuk menanjak. Pada pukul 21.41.28 waktu setempat, pesawat menabrak pepohonan di ketinggian sekitar 2.720 meter (8.920 ft) di sisi timur gunung, sebelum akhirnya menghantam dekat puncak dan sebagian besar puing jatuh di sisi seberangnya.[4]
Lima penumpang selamat dari benturan awal, tetapi satu di antaranya meninggal dua hari kemudian akibat luka-luka. Selain empat korban selamat, seekor anjing yang berada di kompartemen kargo juga ditemukan selamat.[6]
Investigasi
suntingPenyelidikan dilakukan oleh otoritas penerbangan sipil Kolombia dengan bantuan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) dan berbagai pihak lainnya.[4] Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi akibat kombinasi kelalaian manusia, penggunaan sistem otomatis yang tidak tepat, dan kebingungan navigasi pada fase kritis penerbangan.[4]
Laporan akhir yang dirilis pada September 1996 menyebutkan beberapa penyebab utama, antara lain kegagalan awak dalam merencanakan dan melaksanakan pendekatan, kurangnya kesadaran situasional terhadap posisi pesawat, dan kegagalan untuk kembali ke navigasi radio dasar saat sistem FMS menjadi membingungkan.[4] Faktor tambahan termasuk upaya mempercepat pendaratan, penggunaan rem kecepatan saat manuver darurat, serta perbedaan konvensi penamaan dalam basis data navigasi.[4]
Para penyelidik kemudian menyimpulkan bahwa kecelakaan ini pada dasarnya tidak dapat diselamatkan karena besarnya gaya benturan dan kerusakan pesawat.[4]
Pascakecelakaan
suntingSetelah kecelakaan, berbagai gugatan hukum diajukan terhadap American Airlines. Pada tahun 1997, Hakim Distrik Amerika Serikat Stanley Marcus memutuskan bahwa para pilot telah melakukan "pelanggaran yang disengaja" dan keputusan tersebut berlaku bagi American Airlines, yang mewakili para pilot yang tewas. Putusan hakim tersebut kemudian dibatalkan pada Juni 1999 oleh Pengadilan Banding Amerika Serikat di Atlanta, yang juga membatalkan putusan juri dan menyatakan bahwa hakim dalam kasus tersebut salah dalam menetapkan kesalahan para pilot, yang seharusnya menjadi peran eksklusif juri.[7][8]
American Airlines mencapai kesepakatan dalam sejumlah gugatan yang diajukan oleh keluarga korban kecelakaan tersebut. American Airlines mengajukan gugatan "pihak ketiga" untuk meminta ganti rugi terhadap Jeppesen dan Honeywell, yang membuat basis data komputer navigasi dan gagal memasukkan koordinat ROZO di bawah kode "R". Kasus ini disidangkan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida di Miami. Dalam persidangan, American Airlines mengakui bahwa mereka bertanggung jawab secara hukum atas kecelakaan tersebut. Honeywell dan Jeppesen berpendapat bahwa mereka tidak bertanggung jawab secara hukum atas kecelakaan tersebut. Pada bulan Juni 2000, juri memutuskan bahwa Jeppesen 8% bersalah atas kecelakaan tersebut, Honeywell 17% bersalah, dan American Airlines 75% bersalah.[9]
Sebagai tindak lanjut, sistem peringatan medan yang lebih canggih (Enhanced GPWS) mulai diperkenalkan pada tahun 1996.[10][11][12] Sejak tahun 2002, seluruh pesawat bermesin turbin yang terdaftar di Amerika Serikat dan mampu mengangkut lebih dari enam penumpang diwajibkan memiliki sistem peringatan kesadaran medan (terrain awareness warning system).[13]
Hingga Juli 2024, rute Miami–Cali masih dioperasikan oleh American Airlines dengan nomor penerbangan berbeda, menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8.
Dramatisasi media
suntingPeristiwa ini kemudian diangkat dalam berbagai program dokumenter dan karya budaya populer, termasuk seri televisi Mayday,[14] program Why Planes Crash,[15] film dokumenter American 965 (2021),[16] serta novel The Sound of Things Falling karya Juan Gabriel Vásquez.
Referensi
sunting- ^ Ranter, Harro. "Accident Boeing 757-225 TC-GEN, Tuesday 6 February 1996". Aviation Safety Network. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "Did Mistakes By Crew Doom Flight To Cali? - Debate Surrounds Training, Pilots' Reliance On Computers" [Apakah kesalahan kru menjadi penyebab kecelakaan penerbangan ke Cali? - Perdebatan mengenai pelatihan dan ketergantungan pilot pada komputer]. The Seattle Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "The List of the 164 People on Flight 965" [Daftar 164 Penumpang Penerbangan 965]. The New York Times (dalam bahasa Inggris). 23 Desember 1995. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ a b c d e f g h i "Controlled Flight Into Terrain, American Airlines Flight 965, Boeing 757–223, N651AA, Near Cali, Colombia, December 20, 1995" [Tabrakan Pesawat dengan Daratan, American Airlines Penerbangan 965, Boeing 757–223, N651AA, Dekat Cali, Kolombia, 20 Desember 1995] (PDF) (dalam bahasa Inggris). Unit Administrasi Khusus Penerbangan Sipil. 6 September 1996. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 27 Agustus 2024. Diakses tanggal 4 Januari 2020 – via Aviation Safety Network.
- ^ "Cali Accident Report" [Laporan kecelakaan Cali]. Faculty of Technology, University of Bielefeld (dalam bahasa Inggris). 6 November 1996. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ Dussan, Michelle (30 Juli 2021). "Experience: I survived a plane crash that killed 151 people" [Pengalaman: Saya selamat dari kecelakaan pesawat yang menewaskan 151 orang]. The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ https://www.nytimes.com/by/matthew-l-wald (12 September 1997). "American Airlines Ruled Guilty Of Misconduct in '95 Cali Crash (Published 1997)". nytimes.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "Cali Crash Case Overturned" [Kasus kecelakaan di Cali dibatalkan] (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "Crash of American Airlines Boeing" [Kecelakaan Pesawat Boeing American Airlines]. shippai.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "Enhanced Ground Proximity Warning System (EGPWS)" (dalam bahasa Inggris). Honeywell Aerospace Engineering. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Oktober 2011.
- ^ "Boeing 757-223 - American Airlines Flight 965, N651AA - Cali, Colombia - December 20, 1995". Federal Aviation Administration (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "Cali Crash Questions Safety of Automated Flight" [Kecelakaan di Cali mempertanyakan keamanan penerbangan otomatis]. Los Angeles Times (dalam bahasa Inggris). 5 Mei 1996. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "Installation of Terrain Awareness and Warning System (TAWS) Approved for Part 23 Airplanes, Advisory Circular 23-18" [Pemasangan Sistem Kesadaran dan Peringatan Medan (TAWS) Disetujui untuk Pesawat Terbang Bagian 23, Surat Edaran 23-18] (PDF) (dalam bahasa Inggris). Administrasi Penerbangan Federal, Departemen Perhubungan Amerika Serikat. 14 Juni 2000. Diakses tanggal 4 Mei 2020.
- ^ ""Air Crash Investigation" Crash On The Mountain (TV Episode 2005)". IMDb (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ ""Why Planes Crash" Sudden Impact (TV Episode 2015)". IMDb (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.
- ^ "Investigative documentary "American 965" opens in Los Angeles this week exposing shocking new evidence" [Film dokumenter investigasi "American 965" tayang perdana di Los Angeles minggu ini, mengungkap bukti baru yang mengejutkan]. Los Angeles Issue (dalam bahasa Inggris). 9 Juli 2021. Diakses tanggal 2 Mei 2026.
Lihat pula
suntingPranala luar
sunting- "The American Airlines B757 Accident in Cali" [Kecelakaan Pesawat B757 American Airlines di Cali] (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Mei 2026.











