Roma 13
Folio 256 verso Codex Guelferbytanus 64 Weissenburgensis, halaman 507, menunjukkan palimpsest dengan Codex Carolinus bagian Roma 12:17-13:1 di lapisan bawah, dan tulisan Isidorus dari Sevilla dalam bahasa Latin di lapisan atas dalam posisi terbalik.
KitabSurat Roma
KategoriSurat-surat Paulus
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Baru
Urutan dalam
Kitab Kristen
6

Roma 13 (disingkat Rom 13) adalah bagian Surat Paulus kepada Jemaat di Roma dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus, ketika ia berada di Korintus pada pertengahan tahun 50-an M,[1] dengan bantuan seorang amanuensis (sekretaris), Tertius, yang menambahkan salamnya sendiri dalam Roma 16:22.[2][3][4]

Dalam pasal ini, Paulus mengingatkan para pembacanya bahwa mereka harus menghormati dan menaati otoritas pemerintah. Reformis Martin Luther berpendapat bahwa "ia memasukkan hal ini, bukan karena hal itu membuat orang berbudi luhur di hadapan Allah, tetapi karena hal itu memastikan bahwa orang yang berbudi luhur memiliki kedamaian dan perlindungan lahiriah dan bahwa orang jahat tidak dapat berbuat jahat tanpa rasa takut dan dalam kedamaian yang tak terganggu".[5]

Teks

sunting

Struktur

sunting

Pembagian isi pasal:

Ayat 1

sunting
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.[6]

Allah memerintahkan orang Kristen untuk taat kepada pemerintah, karena pemerintah merupakan lembaga yang didirikan dan ditetapkan oleh Allah. Allah telah mendirikan pemerintah karena di dalam dunia yang tercemar ini kita memerlukan pembatasan-pembatasan tertentu untuk melindungi kita dari kekacauan dan pelanggaran hukum yang menjadi akibat wajar dari dosa.

  • 1) Pemerintah sipil, sebagaimana halnya seluruh kehidupan ini berada di bawah hukum Allah.
  • 2) Allah telah menetapkan pemerintah sebagai pelaksana keadilan, membatasi kejahatan dengan menghukum pelaku kesalahan dan melindungi yang baik di dalam masyarakat (Roma 13:3–4; 1 Petrus 2:13–17).
  • 3) Paulus menggambarkan pemerintah sebagaimana seharusnya. Pada saat pemerintah meninggalkan fungsinya yang semestinya ia tidak lagi berasal dari Allah atau bekerja menurut maksud-Nya. Misalnya, pada saat pemerintah menuntut sesuatu yang bertentangan dengan Firman Allah, orang Kristen harus lebih menaati Allah daripada manusia lain (Kisah Para Rasul 5:29; bandingkan Daniel 3:16–18; 6:7–11).
  • 4) Semua orang percaya wajib untuk berdoa bagi para penguasa (1 Timotius 2:1–2).[7]

Ayat 8

sunting
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.[8]

Ayat 10

sunting
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.[9]

Tujuan hukum Taurat adalah kebenaran, tetapi hukum Taurat tidak dapat mencapai tujuan itu. Sama seperti Kristus adalah tujuan hukum Taurat (lihat Roma 10:4), demikian juga kasih (yang dicapai dalam Kristus) adalah kegenapan hukum Taurat.[10]

"Kasih" digenapi bukan hanya melalui perintah-perintah yang positif (Roma 12:9–21; 1 Korintus 13:4,6–7) tetapi juga dengan perintah-perintah negatif. Semua perintah yang disebutkan di sini berbentuk negatif (Roma 13:9; bandingkan 1 Korintus 13:4–6).

  • 1) Kasih itu positif; namun kasih juga negatif karena berhubungan dengan kecenderungan manusia akan dosa, mementingkan diri sendiri, dan kekejaman. Delapan dari sepuluh Hukum bersifat negatif karena dosa terjadi dengan sendirinya, sedangkan kebaikan tidak. Bukti pertama dari kasih Kristen ialah berbalik dari dosa dan segala yang mendatangkan kerugian atau kesedihan kepada orang lain.
  • 2) Pandangan bahwa etika Kristen harus bersifat positif saja adalah pandangan yang keliru didasarkan pada pandangan masyarakat yang berusaha meloloskan diri dari semua larangan yang mengekang kerinduan yang tak terkendalikan dari tabiat berdosa (Galatia 5:19–21).[7]

Ayat 12

sunting
Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang![11]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Hill 2007, hlm. 1084.
  2. ^ Donaldson, Terence L. (2007). "63. Introduction to the Pauline Corpus". Dalam Barton, John; Muddiman, John (ed.). The Oxford Bible Commentary (Edisi first (paperback)). Oxford University Press. hlm. 1077. ISBN 978-0199277186.
  3. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
  4. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.
  5. ^ Luther, M., Preface to the Letter of St. Paul to the Romans, translated by Andrew Thornton, OSB, 1983
  6. ^ Roma 13:1
  7. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ Roma 13:8
  9. ^ Roma 13:10
  10. ^ Hagelberg, Dave. Tafsiran Roma: dari bahasa Yunani. Jakarta: Yayasan Kalam Hidup. 2004.
  11. ^ Roma 13:12

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Roma

Roma (pelafalan dalam bahasa Italia: [ˈroːma] ) adalah ibu kota dan kotamadya (komune) terpadat di Italia. Kota ini juga merupakan pusat administrasi wilayah

522 Martir Spanyol

korban Perang Saudara Spanyol yang dibeatifikasi oleh Gereja Katolik Roma pada 13 Oktober 2013 oleh Paus Fransiskus. Ini adalah salah satu jumlah orang

Paul Tawat Singsa

(lahir 13 Maret 1966) adalah seorang rohaniwan Katolik Roma Thailand. Pada 2024, ia diangkat menjadi uskup Keuskupan Nakhon Sawan. Ia lahir pada 13 Maret

Gianluca Mancini

Juli 2019, Mancini bergabung dengan Roma dengan status pinjaman dengan kewajiban pembelian bersyarat seharga €13 juta ditambah bonus dan biaya penjualan

Mukjizat Matahari

secara resmi disahkan sebagai mujizat oleh Gereja Katolik Roma pada 13 Oktober 1930. Pada 13 Oktober 1951, legatus kepausan, Kardinal Tedeschini, berkata

Dean Huijsen

Serie A bersama tim utama pada Oktober berikutnya. Setelah dipinjamkan ke AS Roma, Huijsen menandatangani kontrak dengan klub Premier League Bournemouth pada

Sejarah A.S. Roma

"AS Roma". AlbionRoad.com. 24 June 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-13. Diakses tanggal 2019-09-26. "Campo Testaccio". Viva la Roma. 24 June

Alfred Bengsch

Alfred Bengsch (10 September 1921 – 13 Desember 1979) adalah seorang kardinal Gereja Katolik Roma Jerman. Ia menjabat sebagai Uskup Berlin dari 1961 sampai