Ratu interregnum merupakan Istri Kerajaan Agung dari mantan firaun Mesir, menurut laporan tahun 1932. Di dalam skenario ini, ia dengan efektif memerintah sebagai pemangku takhta menggantikan putranya sampai ia cukup usia untuk mengambil peran sebagai firaun. Putra tersebut telah dianggap sebagai firaun De jure, berbagi kekuasaan dengan ibundanya. Di dalam praktiknya, ratu interregnum bertindak sebagai penguasa tunggal sampai putra tersebut cukup usia. Istilahnya mungkin setara dengan istilah "Ibunda Raja" atau bahkan "Ibu Ratu". Dalam beberapa hal, gelarnya sangat mirip dengan Wali penguasa, karena kedua peran tersebut memerlukan kepemimpinan seorang penguasa wanita yang bertindak atas nama keturunan kerajaan.
Ratu interregnum 📖 Wikipedia
📚 Artikel Terkait di Wikipedia
Daftar penguasa Inggris
Berikut daftar raja/ratu Inggris. Raja Inggris yang pertama menurut beberapa sumber adalah Offa pada 774, yang telah menjadi Raja Mercia sejak 757. Daftar
Kesultanan Mataram
8 Desember 1711–20 Desember 1749 1745 1749 Wangsa Mataram 1749–1755 (interregnum) Mataram terbagi pada tahun 1755, sebagai akibat dari Perang Takhta Jawa
Kesultanan Pontianak
dari Kerajaan Mempawah, Utin Chandramidi, dan kedua pada tahun 1768 dengan Ratu Syahranum (Ratoe Sarib Anom) dari Kesultanan Banjar (putri atau saudara dari
Virginia
1642, tepat saat terjadinya kericuhan pada Perang Saudara Inggris dan Interregnum memberikan koloni kekuasaan lebih luas. Selaku pendukung raja Charles
Kerajaan Klungkung
Ida I Dewa Agung Jambe II (1903-1908) Interregnum (1908-1929) Ida I Dewa Agung Oka Geg (1929-1965) Interregnum (1965-1998) Ida I Dewa Agung Gede Agung
Restorasi Stuart
Inggris, Skotlandia, dan Irlandia direstorasi di bawah Charles II setelah Interregnum yang mengikuti Peperangan Tiga Kerajaan. Istilah Restorasi dipakai untuk
Era Victoria
Era Victoria dalam sejarah Britania Raya adalah periode pemerintahan Ratu Victoria dari 20 Juni 1837 sampai kematiannya pada 22 Januari 1901. Era ini ditandai
Jadwiga dari Polandia
tetapi tidak mengutus Jadwiga ke Kraków untuk dimahkotai. Selama periode interregnum, Siemowit IV, Adipati Masovia, menjadi calon penerus tahta Polandia.










