Rahimahullah (bahasa Arab: رَحِمَهُ ٱللَّٰهُ, translit. raḥimahu llāh, har. 'Semoga Allah merahmatinya') adalah frasa yang sering digunakan setelah menyebut nama orang-orang Islam yang saleh yang hidup setelah para sahabat Nabi Islam Muhammad.[1] Penyebutan seorang guru, ulama, pemimpin, atau bahkan kerabat yang telah meninggal dan dikenal karena kebaikannya dapat diikuti dengan doa agar Allah merahmatinya. Frasa yang setara dalam merujuk kepada perempuan adalah rahimahallah (bahasa Arab: رَحِمَهَا ٱللَّٰهُ, translit. raḥimahā -llāh).

Referensi

sunting
  1. ^ Wn, Wahyuniar; Afifa, Nur (2020-09-10). "The Political Thought of Rashidun Caliphate". Jurnal Al-Dustur (dalam bahasa Inggris). 3 (2): 174–196. doi:10.30863/jad.v3i2.733. ISSN 2686-6498. S2CID 225233075.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kesultanan Seljuk Raya

ibn Tuqaq Rahimahullah mengabdi kepada Bequ, raja daerah Turkoman yang meliputi wilayah sekitar laut Arab dan laut Kaspia. Seljuk Rahimahullah diangkat

Al-Adab al-Mufrad

perkataan sahabat Nabi Muhammad (atsar) dan para tabi'in. Al-Imam al-bukhari rahimahullah yang dijuluki oleh para ulama sebagai amirul mu’minin fi’il hadits telah

Syahadat

Hadits riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang shohih. Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah diberitahukan bahwa orang-orang mengatakan,”Barangsiapa mengucapkan

Nabi dan rasul dalam Islam

bahasa Arab, berasal dari kata ‘ashama (عَصَمَ). Imam Ibnu Qutaibah rahimahullah berkata, “’Ashama (عَصَمَ) artinya mana’a, darinya muncul kata ‘ish-mah

Ahmad Khatib al-Minangkabawi

mencatat bahwa jabatan imam dan khathib itu diperoleh Syaikhul Ahmad Khatib Rahimahullah berkat permintaan Shalih al-Kurdi, sang mertua, kepada Syarif Aunur Rafiq

Syuhada Uhud

Ilmu mengenai sejarah dan kisah-kisah Islami ) terkemuka Ibnu Ishaq Rahimahullah, tercatat ada sekitar 65 Sahabat Nabi yang Syahid di Perang Uhud. Secara

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah

rumitnya, sulit ditemukan tandingannya. Begitu pula, pengetahuan dia rahimahullah tentang ilmu suluk dan ilmu kalam-nya ahli tasawuf, isyarat-isyarat mereka

Abdullah Abbas

adalah Kepala MAN Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon. KH. Abdullah Abbas rahimahullah sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon termasuk Kiai Khos (langka) yang