Hutan lindung Gunung Tilu di wilayah Jabranti, Kuningan

Hutan lindung (protected forest) adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk dilindungi, agar fungsi-fungsi ekologisnya—terutama menyangkut tata air dan kesuburan tanah—tetap dapat berjalan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat di sekitarnya. Undang-undang RI no 41/1999 tentang Kehutanan menyebutkan:[1]

„Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.“

Dari pengertian di atas tersirat bahwa hutan lindung dapat ditetapkan di wilayah hulu sungai (termasuk pegunungan di sekitarnya) sebagai wilayah tangkapan hujan (catchment area), di sepanjang aliran sungai bilamana dianggap perlu, di tepi-tepi pantai (misalnya pada hutan bakau), dan tempat-tempat lain sesuai fungsi yang diharapkan.

Dalam hal ini, undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa yang dimaksud sebagai kawasan hutan dalam pengertian di atas adalah:

„...wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.“

Silang pengertian

sunting

Hutan lindung pengertiannya kerap dipertukar-tukarkan dengan kawasan lindung dan kawasan konservasi pada umumnya. Kawasan konservasi, atau yang juga biasa disebut sebagai kawasan yang dilindungi (protected areas), lazimnya merujuk pada wilayah-wilayah yang didedikasikan untuk melindungi kekayaan hayati seperti halnya kawasan-kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud oleh UU no 5/1990.[2] Jadi, fungsinya jelas berbeda dengan hutan lindung.

Sedangkan kawasan lindung memiliki pengertian yang lebih luas, di mana hutan lindung tercakup di dalamnya. Keppres no 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung menyebutkan:[3]

„Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan.“

di mana mencakup (kawasan) hutan lindung sebagai:

„ ... kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun bawahannya sebagai pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah.“

dan memisahkannya dari bentuk-bentuk kawasan sempadan pantai, sempadan sungai, serta sempadan waduk, danau, dan mata air.

Peraturan terkait lainnya

sunting

Undang-undang RI no 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya memuat perlindungan sistem penyangga kehidupan tersebut di atas dalam satu bab khusus, yaitu Bab II.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Undang-undang RI no 41/1999 tentang Kehutanan". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-23. Diakses tanggal 2010-04-30.
  2. ^ a b "Undang-undang RI no 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-07-05. Diakses tanggal 2010-04-30.
  3. ^ "Keputusan Presiden RI no 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-01-02. Diakses tanggal 2010-04-30.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Loa

Irma Leilani Eka (2024). "Estimation of Above-Ground Carbon Stocks of Protected Forest Stands Sub DAS I Lubuk Peraku, Lubuk Kilangan District, Padang City

Acer laurinum

(2022). "Diversity of Rodentia and Scandentia Species in the Batutegi Protected Forest, Tanggamus Lampung (Keanekaragaman Jenis Rodentia dan Scandentia di

Kimunding

Irma Leilani Eka (2024). "Estimation of Above-Ground Carbon Stocks of Protected Forest Stands Sub DAS I Lubuk Peraku, Lubuk Kilangan District, Padang City

Aglaonema simplex

pattern and microhabitat characteristics of Aglaonema simplex in Pasatan Protected Forest, Jembrana, Bali, Indonesia". Biodiversitas Journal of Biological Diversity

Taman Wisata Alam Sangeh

konservasi tertua di Bali ini lebih terkenal sebagai hutan kera (monkey forest) Sangeh. Menurut SK Menteri Kehutanan tahun 2014, luas definitif TWA ini

Suaka Alam Sre Pok

diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Protected Planet (2018). "Mondulkiri Protected Forest". United Nations Environment World Conservation

Taman Nasional Way Kambas

banyak diketemukan Api-api, Pidada, Nipah, pandan. "World Database on Protected Areas: Record of Way Kambas National Park". Diarsipkan dari asli tanggal

Suaka Alam Phnom Prich

Magazine Mondulkiri Protected Forest and Phnom Prich Wildlife Sanctuary Diarsipkan 2009-08-07 di Wayback Machine. by IAPAD Map of Protected areas system in