Pendidikan Profesi Guru (disingkat PPG) adalah pendidikan tinggi setelah pendidikan sarjana yang tujuannya untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keahlian khusus (kompetensi) yang harus dimiliki seorang guru. Pendidikan profesi guru harus ditempuh selama 1-2 tahun setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun sarjana nonkependidikan. Pendidikan Profesi Guru merupakan program pengganti akta IV yang sudah tidak berlaku sejak tahun 2005.[1]

Gelar

sunting

Lulusan pendidikan profesi akan mendapatkan gelar. Menurut Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), pendidikan profesi akan melegitimasi profesi guru. Pendidikan profesi juga akan menambah gelar Gr. di belakang nama guru tersebut. karena menurut undang-undang, guru adalah profesi, sama seperti dokter. Sehingga guru dituntut juga memiliki profesionalisme dalam bidangnya masing-masing.

Tujuan

sunting

Pendidikan Profesi Guru diharapkan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru benar-benar lebih terjamin dengan menjalani masa pendidikan selama 2 semester atau 1 tahun. PPG berlaku bagi yang ingin menjadi guru baik sarjana dari fakultas pendidikan, maupun nonpendidikan.

Syarat PPG

sunting

Perlu diketahui, saat ini tidak semua orang dapat mengikuti program PPG, karena pemerintah saat ini tengah mengeluarkan undang-undang yang mengatur hal tersebut di antaranya mengatur tentang syarat-syarat peserta. Hal tersebut tertuang dalam Permendikbud Nomor 37 Tahun 2017 pasal 4 bahwa syarat untuk menjadi peserta program PPG harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Memiliki kualifikasi akademik S1 atau D4; guru dalam jabatan atau pegawai negeri sipil yang mendapatkan tugas mengajar yang sudah diangkat sampai dengan akhir tahun 2015; Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK); dan Terdaftar pada data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

— Permendikbud No. 27 Tahun 2017

Jenis PPG

sunting

Pendidikan Profesi Guru merupakan program lanjutan yang ditawarkan setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, dengan tujuan untuk mengembangkan keahlian khusus yang diperlukan dalam profesi mengajar. PPG terbagi menjadi dua jenis, yaitu PPG Prajabatan (Calon Guru) dan PG Dalam Jabatan (Guru Tertentu).[2][3]

PPG Prajabatan (Calon Guru)

sunting

PPG Prajabatan adalah inisiatif pendidikan yang diadakan setelah menyelesaikan program sarjana atau sarjana terapan, terbuka bagi lulusan Sarjana maupun Diploma IV dari berbagai latar belakang, baik pendidikan maupun non-pendidikan, yang berminat untuk menjadi guru. Program ini bertujuan untuk memperoleh Sertifikat Pendidik khusus dalam bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.[4]

PPG Dalam Jabatan (Guru Tertentu)

sunting

PPG Dalam Jabatan merupakan program pendidikan yang ditargetkan kepada guru-guru yang tengah aktif dalam profesi mengajar di lembaga pendidikan. Fokus utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualifikasi dan kemampuan guru, dengan tujuan agar mereka dapat menjadi pendidik yang profesional dan unggul secara kualitas.[5]

Keunggulan

sunting

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya melegalkan sarjana nonkependidikan[6] untuk menjadi guru profesional. Ke depan sarjana lulusan di luar FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pendidikan) itu bersaing dengan sarjana yang empat tahun mengenyam kuliah kependidikan. Kebijakan membuka akses bagi sarjana nonkependidikan untuk menjadi guru ini tertuang dalam Permendikbud 87/2013 tentang Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG). Sarjana dari fakultas non FKIP itu bebas mengajar mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru dalam Jabatan sebagai tenaga profesional pada satuan pendidikan untuk memenuhi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sarjana nonkependidikan[7] juga diwajibkan mengikuti saringan masuk PPG selayaknya sarjana kependidikan. Meskipun aksesnya dibuka setara dengan lulusan FKIP, sarjana nonkependidikan wajib mengikuti dan lulus program matrikulasi dulu sebelum menjalani PPG. Sedangkan untuk sarjana FKIP yang linier atau sesuai dengan matapelajaran yang bakal diampu, tidak perlu mengikuti program matrikulasi itu. Khusus untuk sarjana yang bakal mengajar di jenjang SMP dan SMA/sederajat, tidak ada perlakukan berbeda bagi lulusan kependidikan maupun nonkependidikan ketika mengikuti PPG. Mereka diwajibkan untuk mengikuti PPG dengan bobot atau beban belajar sebanyak 36 hingga 40 SKS. Menurut Sulistiyo sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kemendikbud harus bisa menanggung risiko jika membuka akses luas kepada sarjana nonkependidikan untuk menjadi guru profesional. Guru adalah profesi khusus, sehingga pendidikannya juga khusus dalam waktu yang cukup.

Referensi

sunting
  1. ^ "Kemendikbud Tegaskan Akta IV Sudah Tidak Dipakai". JPNN.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-24. Diakses tanggal 2014-09-17.
  2. ^ "Menatap Tahun 2023 : Optimisme dan Harapan Penyelenggaraan PPG untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia". ppg.kemdikbud.go.id (dalam bahasa Inggris). 2022-12-30. Diakses tanggal 2024-05-19.
  3. ^ "PPG bagi Guru Tertentu". ppg.kemdikbud.go.id (dalam bahasa Inggris). 2021-12-24. Diakses tanggal 2024-09-21.
  4. ^ "FAQ PPG Prajabatan". ppg.kemdikbud.go.id (dalam bahasa Inggris). 2022-05-31. Diakses tanggal 2024-05-19.
  5. ^ Rahmat, Hxgn. "Apa itu Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan??? - PMB UNJANI" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-05-19.
  6. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-03. Diakses tanggal 2014-09-17.
  7. ^ "Sarjana nonkependidikan Bebas jadi Guru Profesional". JPNN.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-23. Diakses tanggal 2014-09-17.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

PPG Industries

Pennsylvania, PPG beroperasi di lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Jika dilihat dari pendapatannya, PPG adalah produsen pelapis terbesar di dunia. PPG tepatnya

Nadiem Makarim

seleksi ini juga diperbolehkan bagi mereka lulusan pendidikan profesi guru (PPG), yang saat ini tidak mengajar. Nantinya PPPK diangkat dan dipekerjakan dengan

The Powerpuff Girls

The Powerpuff Girls (sering disingkat PPG) adalah serial televisi yang mengisahkan tiga gadis dengan kemampuan super yang berjuang menentang musuh yang

Tumbuhan paku

Polypodiopsida dalam arti luas (sensu lato) sebagaimana digunakan oleh PPG (Polypodiopsida sensu PPG I) perlu dibedakan dari penggunaan yang lebih sempit (sensu

Kerajaan Champa

981-234-984-7. Vietnam, Trials and Tribulations of a Nation D. R. SarDesai, ppg 33-34, 1988. ISBN 0-941910-04-0 Emmanuel Guillon. Cham Art. Thames & Hudson

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Dini (PIAUD) Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Tadris Matematika Teknologi Pangan Ilmu

Raphaël Varane

27 Mei 2018. Diakses tanggal 27 Mei 2018. "Kane crowned King, Mina the PPG VIP". FIFA. Diakses tanggal 25 Juli 2018. "FIFA World Cup Fan Dream Team"

Nagoya

pinggiran Okazaki. Pemasok komponen utama seperti Magna International dan PPG juga memiliki kehadiran yang kuat di sini. Pembuat busi NGK dan Nippon Sharyo