📑 Table of Contents
Patung Plancus di alun-alun kota Basel, Swis

Lucius Munatius Plancus (Tibur, tahun 87 SM - Gaeta, tahun 15 SM) merupakan Senator Romawi, konsul pada tahun 42 SM, dan sensor pada tahun 22 SM dengan Aemilius Lepidus Paullus. Bersama dengan Talleyrand 18 abad kemudian, ia menjadi satu dari contoh tokoh sejarah klasik yang berhasil keluar dari peristiwa yang sangat berbahaya dengan berturut-turut mengganti kesetiaan mereka.

Biografi

sunting

Karier awal Plancus tidak terlalu jelas, dan tidak banyak yang diketahui tentangnya, hanya ia adalah orang yang senama dengan ayahnya, kakeknya dan kakek buyutnya. Ia merupakan pejabat Julius Caesar selama penaklukan Gaul dan perang sipil melawan Pompey. Teks diatas makamnya menyatakan bahwa ia menemukan kota-kota Augusta Raurica (44 SM) dan Lyon (43 SM)[1] dan di bulan Juni 43 SM, sebuah surat membukti surat perjalanan melalui desa Cularo (yang sekarang Grenoble) di Pegunungan Alpen Dauphiné.[2]

Ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret, 44 SM, Plancus merupakan seorang wakil konsul Gallia Comata. Namun tahun berikutnya ia berbalik ke Markus Antonius, dan ia memegang hak konsul tersebut dengan Marcus Aemilius Lepidus pada tahun 42 SM. ia menjadi prokonsul Asia disekitar tahun 40 SM. Selama ekspedisi Mark Antony (36 SM) ke Armenia dan Parthia, untuk membalas dendam kematian Crassus (17 tahun sebelumnya) ia adalah prokonsul Suriah. Namun ketika kampanye Antony melawan Parthia gagal, ia memilih untuk meninggalkannya dan bergabung dengan Octavian. Menurut Suetonius, Plancus merupakan orang yang menyarankan Octavian mengambil gelar "Augustus" daripada Romulus sebagai "pendiri kedua Roma."[3]

Pada tahun 22 SM, Augustus menunjuknya dan Aemilius Lepidus Paullus untuk mengisi kantor Sensor.[4][5][6] Sensor mereka terkenal bukan untuk hal yang luar biasa, tetapi karena itu adalah untuk yang terakhir kalinya hakim-hakim tersebut diangkat. Menurut Velleius Paterculus' sejarawan Romawi.[7]

Di dalam buku Suetonius' Life of Nero,[8] dinyatakan bahwa kakek Kaisar Nero, Lucius Domitius Ahenobarbus, yang istrinya adalah Antonia Major, putri Mark Antony, "yang sombong, boros dan kejam, dan ketika ia hanya seorang aedile, mendesak sensor Lucius Plancus untuk memberinya jalan di jalan raya": kisah tersebut sepertinya suatu gambaran pada reputasi buruk yang dimiliki Plancus setelah kedudukan sensornya.

Warisan

sunting

Plancus adalah satu dari figur seorang tokoh yang tidak begitu penting yang makamnya selamat sampai sekarang dan dapat diidentifikasikan, meskipun jenazahnya sudah lama lenyap. Makam Plancus yang indah dan megah, makam silinder raksasa yang sekarang telah banyak direstorasikan (dan anehnya didedikasikan kepada Santa Perawan Maria di akhir abad ke-19), di Gaeta, di sebuah bukit yang menghadap ke laut: di dalamnya terdapat pameran kecil permanen untuk menghormatinya.

Dengan istrinya, yang namanya tidak diketahui, Plancus memiliki seorang putra dan seorang putri: Lucius Munatius Plancus (tahun 45 SM - setelah tahun 14 SM), Konsul pada tahun 13 dan duta Vatikan pada tahun 14, yang menikahi Aemilia Paulla, putri Aemilius Lepidus Paullus dan istri Cornelia Lentula; dan Munatia Plancina (tahun 35 SM - setelah tahun 20 SM), istri Gnaeus Calpurnius Piso.

Referensi

sunting
  1. ^ Funerary inscription of Lucius Munatius Plancus. Uchicago.edu
  2. ^ Cularo (french)
  3. ^ (Suet. Aug. 7)
  4. ^ Suet. Aug. 37
  5. ^ Claud. 16
  6. ^ Dio, liv.2
  7. ^ (II.95)
  8. ^ (ch. 4)
Didahului oleh:
Aulus Hirtius dan Gaius Vibius Pansa Caetronianus
Konsul Republik Romawi
dengan Marcus Aemilius Lepidus
42 BC
Diteruskan oleh:
Publius Servilius Vatia Isauricus dan Lucius Antonius

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Lyon

mèlyorcode: frp is deprecated . Quote from a letter of Cicero to Lucius Munatius Plancus, founder of the city. "Cicero". Epistulae ad familiares, X.3. Diakses tanggal

Augustus

dua pembelot kunci dari pihak Antonius pada musim gugur 32 SM: Munatius Plancus dan Marcus Titius. Para pembelot ini memberi Octavianus informasi yang

Amir Hamzah

Pulau Jawa sendirian, dalam perjalanan di laut selama tiga hari di kapal Plancus. Setelah tiba di Batavia, ia masuk di Christelijk MULO Menjangan, di mana

Karakara jambul

Karakara jambul (Caracara plancus) adalah sebuah spesies burung pemangsa dalam famili falkon, Falconidae. Spesies tersebut dulunya ditempatkan dalam genus

Lugdunum

terpenting di Galia. Lugdunum didirikan pada tahun 43 SM oleh Lucius Munatius Plancus. Lugdunum menjadi ibu kota provinsi Romawi, Gallia Lugdunensis. Hingga

Kuntul kerbau

Julio César (June 2020). "Hunting behaviour of Southern Caracara Caracara plancus on medium-sized birds". Cotinga. 42: 28–30. "Bubulcus ibis (bird)". Global

Anjing

1792 C. orientalis Gmelin, 1792 C. pacificus C. E. H. Smith, 1839 C. plancus Gmelin, 1792 C. pomeranus Gmelin, 1792 C. sagaces C. E. H. Smith, 1839

Hering raja

tidak beradaptasi dengan baik untuk berjalan. Karakara jambul (Caracara plancus) diyakini umum ditemukan dan terlihat jelas pada masa Bartram, namun spesies