Cecendet
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Genus: Physalis
Spesies:
P. angulata
Nama binomial
Physalis angulata

Cecendet[2] atau ceplukan[2] (Physalis angulata) adalah tumbuhan liar, buahnya seperti lonceng kecil, disukai anak-anak karena rasanya manis dan agak asam,[3] buahnya dibungkus lapisan tipis menyerupai kertas. Cecendet adalah sebutan dari daerah sunda, sedangkan didaerah lainnya di Indonesia tumbuhan satu ini biasa di sebut dengan kopok-kopokan, ciplukan, ceplukan atau nyeoran.[4]

Buah dari tumbuhan cecendet kerap kali diburu oleh anak-anak kecil karena mempunyai rasa yang manis asam dan segar.

Pemerian

sunting
Buah dari Physalis angulata.

Tumbuhan cecendet memiliki tinggi maksimal 1 meter, batangya bergurat, bercabang, mengandung tinggi air dan mudah dipatahkan. Daun berbentuk oval dengan ujung runcing serta pinggiran tak beraturan lebar 2,5-3,5 cm panjang 5–6 cm.

Bunganya terletak pada ketiak atau cabang dari batangya, tangkai bunga 2,5–4 cm tegak dan akan mulai menunduk saat bakal buah muncul. Buah cecendet dibungkus kelopak yang menggelembung, tipis, berbentuk bulat dengan ujung meruncing, mirip seperti kertas tipis. Kelopaknya berwarna hijau saat masih muda, berwarna kuning saat buah mulai matang, kering kecoklatan kondisi terlalu matang.

Buahnya berwarna hijau saat masih muda dan akan berubah menjadi kuning keemasan jika sudah matang, ukuran buah 1-1,5 cm, mempunyai rasa manis dan asam segar dengan aroma langu seperti tomat.

Habitat

sunting

Cecendet adalah tumbuhan liar yang dapat tumbuh di mana saja dengan kondisi sinar matahari penuh, Umumnya cecendet akan tubuh di hutan terbuka, semak belukar, pinggiran jalan, kebun, perkarangan rumah, sawah hingga tepian sungai.

Kandungan

sunting

Kandungan senyawa pada daun, akar dan batang meliputi saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Kandungan pada buah berupa vitamin C, asam sitrat, fisalin, gula, serat, air, zat besi, fosfor dan beberapa mineral lainnya.

Referensi

sunting
  1. ^ IUCN Detail 19241191
  2. ^ a b "Arti kata ceplukan". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 9 November 2024.
  3. ^ "Arti kata cecendet". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 18 Februari 2024.
  4. ^ "Ciplukan (Physalis angulata L.)–CCRC" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 18 Februari 2024.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Physalia physalis

Physalia physalis (Portuguese man o' war, man-of-war) adalah sebuah hydrozoa laut yang ditemukan di Samudera-samudera Atlantik, Hindia dan Pasifik. Spesies

Ubur-ubur api

Physalia. Hanya terdapat dua jenis (spesies) ubur-ubur api, yaitu P. physalis yang tersebar di perairan hangat dunia dan P. utriculus yang lebih terbatas

Physalis alkekengi

Physalis alkekengi adalah spesies tumbuhan berbunga dalam keluarga Solanaceae. The Plant List Whitson, Maggie; Manos, Paul S. (2005). "Untangling Physalis

Siput laut naga biru

bawah air. Siput ini memakan makhluk pelagis lainnya, termasuk Physalia physalis dan sifonofora berbisa lainnya. Siput laut ini menyimpan nematosista penyengat

Carolus Linnaeus

yang berjudul Systema Naturae. Di dalamnya, penggunaan deskripsi resmi - physalis amno ramosissime ramis angulosis glabris foliis dentoserratis - diganti

Gulma

nodusa, serta titik tumbuh terletak di cabang. Contoh gulma ini ceplukan (Physalis angulata L.), bandotan (Ageratum conyzoides L.), sembung rambat (Mikania

Solanaceae

Darcyanthus Leucophysalis Rydberg Margaranthus Schlecht. Oryctes S. Watson Physalis L. – Ceplukan Quincula Raf. Trozelia Raf. Tzeltalia Witheringia L' Heritier

Daftar organisme menurut jumlah kromosom

Cambridge, UK. hlm. 1130. Liang, X (April 2004). "[Karyotype analysis of Physalis pubescens chromosome](article in Chinese)". Zhong Yao Cai. 27 (4): 238–239