Pheretima asiatica adalah spesies cacing tanah pemakan bahan organik. Tubuhnya dapat mencapai 20 cm dengan jumlah segmen mencapai 150 segmen. Warna tubuhnya coklat hingga ungu kemerah-merahan dengan bagian ventak berwarna krem dan ekor kekuningan. Pheretima asiatica bagik digunakan untuk pengomposan. Budidayanya hanya dilakukan di Asia.

Penampilan fisik

sunting

Panjang tubuh Pheretima asiatica antara 14–20 cm. Bagian tubuhnya terbagi menjadi 95-150 segmen. Bagian punggung tubuhnya berwarna coklat cerah hingga ungu kemerah-merahan. Warna krem terdapat di bagian ventaknya. Lalu di bagian ekor berwarna kekuningan. Bagian punggunya berbentuk membulat dengan bagian vertikal berbentuk pipih. Pada segmen ke-14 sampai ke-16 terdapat klitelum.[1]

Kebiasaan hidup

sunting

Pheretima asiatica merupakan salah satu jenis cacing yang hidup dengan memakan bahan organik.[2] Pheretima asiatica termasuk salah satu jenis cacing tanah yang memiliki kemampuan mempercepat pengomposan. Ini karena sifatnya yang cepat berkembang biak, tahan hidup dalam limbah organik dan tidak liar.[3]

Budidaya

sunting

Budidaya Pheretima asiatica sebagai ternak komersial hanya dilakukan di Asia.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ Santoso, H. B., dan Wahyudi, R. (2013). Bisnis Cacing Tahan Banting Tanpa Pusing. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama. hlm. 7. ISBN 978-979-22-9635-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Kartini, N. L., dan Bundaraga, I. K. (2020). Perta, Jaya Nasa (ed.). Pertanian Organik Penyelamat Kehidupan. Sleman: Penerbti Deepublish. hlm. 24. ISBN 978-623-02-0793-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Indriani, Yovita Hety. Membuat Kompos Secara Kilat. Niaga Swadaya. hlm. 50. ISBN 978-979-489-510-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Brata, Bieng (2021). Cacing Tanah: Faktor Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangbiakan. Bogor: Penerbit IPB Press. ISBN 978-979-493-213-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pheretima

Pheretima atau Pheretime (Bahasa Yunani: Φερετίμη, meninggal 515 SM), merupakan istri Raja Kirene Yunani Battos III dan ratu terakhir yang tercatat dari

Gambir

Evaluation of Anthelmintic activity of Uncaria gambier Roxb. against Pheretima posthuma Diarsipkan 2014-03-07 di Wayback Machine.. Int. J. Drug Dev.

Cacing tanah

menyamai atau melebihi jenis lain.[butuh rujukan] Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen.[butuh rujukan] Klitelumnya terletak

Budi daya cacing tanah

empat, yaitu Eisenia fetida, Limbricus rubellus, Eisenia eugeniae, dan Pheretima asiatica. Pemilihan spesies cacing tanah sebagai ternak komersial didasarkan

Cacing sonari

Opisthopora Subordo: Lumbricina Famili: Megascolecidae Genus: Metaphire Spesies: Metaphire musica Horst, 1883 Sinonim Perichaeta musica Pheretima musica

Hipoksantina

dan RNA adenina dan guanina, mungkin terbentuk di luar angkasa. Cacing Pheretima aspergillum, yang digunakan dalam sediaan obat Cina, mengandung hipoksantina

Cacing tanah di Indonesia

Cacing tanah di Indonesia sebagian besar berasal dari spesies bergenus Pheretima. Spesies cacing tanah dengan penyebaran terluas di Indonesia adalah Pontoscolex

Megascolecidae

Michaelsen, 1907 Perionyx Perrier, 1872 Perissogaster Fletcher, 1887 Pheretima Kinberg, 1867 Pithemera Sims & Easton, 1972 Planapheretima Michaelsen