Gêthuk Pêro
Tempat asalIndonesia
DaerahJawa
Bahan utamaSingkong
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Getuk pero (bahasa Jawa: ꦒꦼꦛꦸꦏ꧀ꦥꦼꦫꦺꦴ; baca: gêthuk pêro) adalah panganan tradisional khas Jepara, Jawa Tengah. Getuk pero atau pera hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Jepara.[butuh rujukan]

Etimologi

sunting

Asal-usul nama getuk pero artinya adalah getuk yang teksturnya pero (pulen), maka dinamakan pero.[butuh rujukan]

Tempat

sunting

Tempat yang terkenal yaitu Pasar Karangrandu, di pasar Karangrandu, Pecangaan, Jepara. Getuk khas Kabupaten Jepara ini sangat mudah ditemukan.[1]

Cara penyajian

sunting

Getuk ini berbahan dasar dari ketela pohon, yang dikupas lalu direbus atau dikukus. Setelah matang lalu ditumbuk supaya. Beberapa getuk model yang dibuat dengan cara dan bahan ini banyak yang menyertakan gula waktu proses menumbuknya. Makanan ini biasanya dimakan dengan taburan parutan kelapa, terkadang ditambah taburan gula pasir.[butuh rujukan]

Referensi

sunting
  1. ^ "TIC Jepara: Pasar Sore Karangrandu". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-22. Diakses tanggal 2019-04-22.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Barat

Kata ini berasal dari akar bahasa Indo-Eropa *wes yang direduksi dari *wes-pero 'malam' yang terkait dengan hesperos dari bahasa Yunani Kuno dan vesper 'malam;

Pero III dari Aragon

Pero yang Agung (bahasa Katalan: Pere el Grancode: ca is deprecated , bahasa Spanyol: Pedro el Grandecode: es is deprecated ; 1239 – 2 November 1285) adalah

Sewu Dino

bersama Khanzab, Buya Hamka Vol. 1 dan Jin & Jun. Film Sewu Dino berhasil memperolah total jumlah penonton sebanyak 4.000.000 di dua bulan lebih penayangannya

Pero II dari Aragon

Pero II si Katolik (Juli 1178 – 12 September 1213) merupakan seorang Raja Aragon dan Comte Barcelona dari tahun 1196 sampai 1213. Pero dilahirkan di Huesca

Pêro da Covilhã

Pedro atau Pêro da Covilhã (pengucapan bahasa Portugis: [ˈpeɾu dɐ kuviˈʎɐ̃]; s. 1460 – setelah 1526) adalah seorang diplomat dan penjelajah Portugis. Ia

KKN di Desa Penari (film)

narasi film tak tersampaikan dengan baik. Film KKN Di Desa Penari berhasil memperolah total jumlah penonton sebanyak 10.061.033 di satu bulan lebih penayangannya

Jaime II dari Aragon

Valencie, Sardinie, et Corsice ac comes Barchinone. Ia adalah putra kedua Pero III dari Aragon dan Constanza dari Sisilia. Jaime dilahirkan di Valencia

Pêro de Ataíde

Pêro de Ataíde atau Pedro d'Ataíde (d'Atayde, da Thayde), yang berjuluk O Inferno (Neraka), (s. 1450 – Februari/Maret, 1504, Pulau Mozambik) adalah seorang