Dalam menjahit , pemipaan[1] adalah jenis ragam hias atau perhiasan yang terdiri dari potongan kain yang dilipat sehingga membentuk "Pemipaan" yang dimasukkan ke dalam jahitan untuk menentukan tepi atau garis gaya garmen atau objek tekstil lainnya. Biasanya strip kain dipotong pada garis jahit. Pemipaan bisa dibuat dari kain sendiri (kain yang sama dengan objek yang akan dihias) atau kain kontras, atau dari kulit.[2]

Gaun kapas dengan pemipaan yang sangat kentara 1836–1840, Victoria and Albert Museum
Pemipaan pada tepi lengan sofa

Saat ini, pemipaan biasa digunakan pada pelapisan kain dan bantal dekoratif , tetapi juga digunakan pada pakaian. Bukaan saku pipa, tepi garmen, dan jahitan merupakan ciri khas pakaian Barat .[3]

Referensi

sunting
  1. ^ "Kamus Tata Busana" (PDF). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. 2019. hlm. 117. Diakses tanggal 13 Desember 2025. pemipaan: n hiasan berbentuk seperti pipa panjang yang dijahitkan pada tepi atau sekeliling jahitan (piping)
  2. ^ George-Warren, Holly (2001). How the West was worn. Michelle Freedman, Autry Museum of Western Heritage. New York: Harry N. Abrams. ISBN 0-8109-0615-5. OCLC 46422311.
  3. ^ "10.1063/1.3253394.7". Default Digital Object Group. 2009-11-02. Diakses tanggal 2023-04-12.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Arsitektur Jawa

pada umumnya berdenah bujur sangkar, sekeliling badan Yoni terdapat pelipit-pelipit, sering kali di bagian tengah badan Yoni terdapat bidang panil. Pada

Bisban

Bisban adalah potongan kain sempit, biasanya tenunan polos, dipotong pada serat kain. Karena tenunan kain berada pada sudut 45 derajat, strip kain yang

Kekaisaran Partia

tampak mengenakan jaket, tunik, ikat pinggang, celana panjang longgar berlipit-lipit, sabuk kaki, dan diadem atau ikat kepala. Pakaian semacam ini lazim

Candi Cangkuang

7 m dengan tinggi 30 cm. Kaki bangunan yang menyokong pelipit padma, pelipit kumuda, dan pelipit pasagi ukurannya 4,5 x 4,5 m dengan tinggi 1,37 m. Di

Langgam Doris

masih mempertahankan unsur-unsur tersebut, bahkan kerap menambahkan pelipit-pelipit tipis atau hiasan lain, dan kerap menggunakan tiang-tiang polos. Langgam

Gapura Bajang Ratu

bingkai atas. Bingkai-bingkai ini hanya terdiri dari susunan sejumlah pelipit rata dan berbingkai bentuk genta. Pada sudut-sudut kaki terdapat hiasan

Baju kurung

sendiri dikenakan dengan ikatan "ombak mengalun" yaitu lipatan kain yang berlipit-lipit (berombak-ombak). Lipatan ini ada di bagian kiri atau kanan badan. Kain

Candi Dadi

tersebut 3,50 m.[butuh rujukan] Rangkaian pelipit yang membentuk struktur bangunan adalah pelipit rata dan pelipit sisi genta yang hampir mendekati bentuk