📑 Table of Contents
Insiden di Dyatlov Pass
Makam kelompok tersebut di Pemakaman Mikhailovskoe di Yekaterinburg, Rusia, pada tahun 2012.
Nama asli Гибель тургруппы Дятлова
Tanggal1–2 February 1959
LokasiKholat Syakhl, Ural Utara, SFSR Rusia, Uni Soviet
Koordinat61°45′16″N 59°26′42″E / 61.75444°N 59.44500°E / 61.75444; 59.44500
Jenis9 kematian
PenyebabTrauma fisik dan hipotermia
HasilArea ditutup selama 3 tahun.
Tewas9 trekker dari Institut Politeknik Ural.
  • 6 karena hipotermia
  • 2 karena trauma dada dan fisik
  • 1 karena tengkorak retak
Sisa-sisa tenda yang ditemukan di lokasi kejadian

Insiden Dyatlov Pass (bahasa Rusia: гибель тургруппы Дятлова) adalah peristiwa di mana sembilan pejalan kaki Rusia tewas di Pegunungan Ural utara antara 1 dan 2 Februari 1959, dalam keadaan yang tidak pasti. Rombongan trekking berpengalaman dari Institut Politeknik Ural, yang dipimpin oleh Igor Dyatlov, mendirikan kamp di lereng timur Kholat Syakhl. Pada malam hari, sesuatu menyebabkan mereka keluar dari tenda dan melarikan diri dari perkemahan tanpa pakaian yang memadai untuk mengatasi hujan salju lebat dan suhu di bawah nol derajat.

Setelah mayat kelompok itu ditemukan, penyelidikan oleh otoritas Soviet menetapkan bahwa enam orang meninggal karena hipotermia sementara tiga lainnya tewas akibat trauma fisik. Satu korban mengalami kerusakan tengkorak yang parah, dua mengalami trauma dada yang parah, dan satu lagi mengalami retakan kecil di tengkorak. Empat mayat ditemukan tergeletak di air yang mengalir di sungai, dan tiga di antaranya mengalami kerusakan jaringan lunak di kepala dan wajah–dua mayat kehilangan mata, satu kehilangan lidah, dan satu kehilangan alis. Penyelidikan yang dilakukan pada saat itu menyimpulkan bahwa "kekuatan alam yang memaksa" telah menyebabkan kematian mereka. Banyak teori telah diajukan untuk menjelaskan kematian misterius ini. Beberapa teori melibatkan serangan hewan, hipotermia, longsoran salju, angin katabatik, kepanikan yang diinduksi infrasonik, keterlibatan militer, atau beberapa kombinasi dari semuanya.

Rusia membuka penyelidikan baru atas insiden tersebut pada tahun 2019, dan kesimpulannya disajikan pada bulan Juli 2020. Longsoran salju pada akhirnya ditetapkan menjadi pemicu utama insiden ini. Akibat adanya longsoran salju, orang-orang dalam rombongan tersebut terpaksa meninggalkan kamp mereka dalam visibilitas rendah dengan pakaian yang tak memadai, dan kebanyakan meninggal karena hipotermia. Andrey Kuryakov, wakil kepala kantor kejaksaan regional, mengatakan: "Itu adalah perjuangan heroik. Tidak ada kepanikan. Namun, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri dalam keadaan seperti itu."[1] Sebuah studi yang dipimpin oleh para ilmuwan dari EPFL dan ETH Zurich, yang diterbitkan pada tahun 2021, menyarankan bahwa jenis longsoran salju yang dikenal sebagai longsoran lempengan bisa menjelaskan beberapa cedera yang dialami para korban.[2][3]

Sebuah celah gunung di daerah itu kemudian dinamai "Dyatlov Pass" untuk mengenang kelompok tersebut. Dalam banyak bahasa, insiden tersebut sekarang disebut sebagai "insiden Dyatlov Pass". Namun, kejadian itu sebenarnya terjadi sekitar 1700 meter, di lereng timur Kholat Syakhl.[2] Sebuah singkapan batu yang menonjol di daerah itu sekarang dijadikan memorial bagi kelompok tersebut. Monumen ini terletak sekitar 500 meter timur-tenggara dari tempat kejadian sebenarnya.

Referensi

sunting
  1. ^ Devitt, Polina (2020-07-11). "Russia blames avalanche for 1959 Urals mountain tragedy, RIA agency reports". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 January 2021. Diakses tanggal 2020-09-12.
  2. ^ a b Gaume, Johan; Puzrin, Alexander (2021-01-28). "Mechanisms of slab avalanche release and impact in the Dyatlov Pass incident in 1959". Communications Earth & Environment (dalam bahasa American English). 2 (10). doi:10.1038/s43247-020-00081-8.
  3. ^ Ferreira, Becky (28 January 2021). "Best theory yet for the Dyatlov Pass incident". Vice. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 January 2021. Diakses tanggal 3 February 2021.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Irina Lobatcheva, Vladislav Lobatchev, Amanda Bosworth (2013). Dyatlov Pass Keeps Its Secret. Parallel Worlds' Books [tanpa ISBN]
  • Svetlana Oss (2015). Don't Go There: The Mystery of Dyatlov Pass. CreateSpace, ISBN 978-1517755591

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Amitabh Bachchan

Mishra, Vijay; Jeffery, Peter; Shoesmith, Brian (1989). "The actor as parallel text in Bombay cinema". Quarterly Review of Film and Video. 11 (3): 49–67

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung

Technologies, Robotics, Sports Science. Bidang Keilmuan: Computer Architecture, Parallel and Distributed Computer, Pervasive Computing, Computer Network, Embedded

Muse Communication

Animation (Shanghai) didirikan pada Januari 2013. Pada 7 Agustus 2018, Muse Communications mulai memasarkan beberapa judul terpilih dari perpustakaan mereka di

Manajemen siklus produk

specification, the product's major technical parameters can be defined. In parallel, the initial concept design work is performed defining the aesthetics of

Perjanjian UKUSA

its American counterpart in March 1946, the UKUSA Agreement is without parallel in the Western intelligence world and formed the basis for co-operation

Garis waktu peristiwa jauh di masa depan

1093/mnras/staa2262. S2CID 221005728. Tegmark, Max (7 February 2003). "Parallel universes. Not just a staple of science fiction, other universes are a

Akselerator kecerdasan buatan

Sicheneder, E.; Glass, J.; Wurz, A. (1995). Proceedings of 9th International Parallel Processing Symposium. hlm. 774–781. doi:10.1109/IPPS.1995.395862. ISBN 978-0-8186-7074-9

Tumbuhan paku

Campos S., Laura Victoria; Urbide-M., Jaime; Goffinet, Bernard (2012). "Parallel Evolution of Endospory within Hornworts: Nothoceros renzagliensis (Dendrocerotaceae)