📑 Table of Contents
Maneki neko dengan tangan kanan diangkat
Maneki neko dengan tangan kiri diangkat

Maneki neko (招き猫, kucing mengundang) adalah pajangan berbentuk kucing dari Jepang yang dibuat dari porselen atau keramik. Sebelah kaki depan (tangan) pajangan ini diangkat seperti sedang memanggil orang.

Pajangan ini dipercaya membawa keberuntungan kepada pemiliknya dan biasa dipajang di toko, restoran dan tempat-tempat usaha. Maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kanan dipercaya dapat mendatangkan uang, sementara maneki neko yang mengangkat kaki depan sebelah kiri dipercaya mendatangkan pembeli. Maneki neko umumnya tidak dibuat dengan kedua belah kaki depan diangkat karena tidak ingin dikatakan sudah menyerah angkat tangan. Model pajangan ini biasanya adalah kucing belang tiga, kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci. Maneki neko juga dibuat dalam warna-warna lain seperti kuning emas atau hitam. Kucing yang menjadi model maneki neko konon sedang mencuci muka dengan menggunakan sebelah kaki depan.

Maneki neko merupakan contoh klasik untuk kitsch yang dapat dibuat dalam berbagai warna, aneka model, dan ragam hiasan. Pajangan ini juga dibuat sebagai bentuk berbagai macam keperluan sehari-hari, seperti: gantungan kunci, celengan, hingga pengharum ruangan. Bahan-bahan lain yang tidak umum untuk membuat maneko neko adalah plastik atau kain perca.

Dalam bahasa Indonesia, maneki neko disebut kucing keberuntungan atau kucing hoki. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fortune cat (kucing keberuntungan) atau beckoning cat (kucing memanggil).

Asal-usul

sunting

Ada beberapa cerita tentang asal-usul maneki neko, namun sulit ditentukan versi yang paling benar.

  • Legenda Gōtoku-ji
Cerita ini berasal dari kuil Gōtoku-ji, Setagaya, Tokyo.
Penguasa Domain Hikone yang bernama Ii Naotaka sedang dalam perjalanan pulang berburu dengan burung elang, dan lewat di depan kuil Gōtoku-ji. Di depan pintu gerbang, ia melihat kucing peliharaan biksu yang seperti memanggilnya untuk masuk ke kuil. Ajakan kucing tersebut diikuti Ii Naotaka yang masuk ke dalam kuil untuk beristirahat. Ketika baru saja ia meluruskan kaki, turun hujan disertai petir. Ii Naotaka sangat gembira karena tidak basah kehujanan. Sebagai rasa terima kasih kepada kucing di kuil, Ii Naotaka menyumbangkan uang untuk pembangunan kembali Gōtoku-ji menjadi sebuah kuil yang megah. Ketika kucing tersebut mati, sebuah makam didirikan oleh biksu untuknya. Beberapa lama kemudian, Aula Manekineko didirikan di lingkungan kuil berikut sebuah patung yang diberi nama Manegineko (招福猫児). Bentuknya berupa kucing yang sedang mengangkat sebelah kaki depan.
Gōtoku-ji merupakan kuil klan Ii. Di kuil ini terdapat makam Ii Naosuke yang tewas akibat pembunuhan di luar pintu gerbang Sakuradamon, Istana Edo pada tahun 1860.
  • Legenda Jishō-in
Cerita ini berasal dari Jishō-in, sebuah kuil di Shinjuku, Tokyo
Seorang samurai bernama Ōta Dōkan tersesat di jalan setelah hampir kalah dalam Pertempuran Egotagahara (sekitar 1476-1478). Tiba-tiba di hadapannya, muncul seekor kucing yang melambaikan kaki depan, dan mengajaknya untuk beristirahat di Jishō-in. Setelah beristirahat, kekuatan Ōta Dōkan pulih dan menang dalam pertempuran. Sebagai rasa terima kasih, patung Jizōson berbentuk kucing dipersembahkan kepada kucing tersebut. Di kemudian hari, patung berbentuk kucing disebut-sebut sebagai cikal bakal maneki neko.
Menurut kisah lain dari kuil yang sama, seorang pedagang kaya yang ditinggal mati anak tercintanya mempersembahkan patung Jizōson berbentuk kucing.

Tradisi

sunting

Maneki neko dianggap sebagai benda pembawa keberuntungan. Orang Jepang banyak yang membelinya pada tahun baru. Maneki Neko sering dijual bersama kumade di kios pasar kaget yang berjualan di luar kuil Shinto. Selain itu, toko pajangan yang menjual maneko neko dalam berbagai ukuran sering dijumpai di kota-kota dengan tradisi dagang yang kuat.

Pinggiran kota Takasaki, Prefektur Gunma dikenal sebagai pusat kerajinan maneki neko dan daruma. Maneki neko asal Takasaki umumnya dibuat dengan teknik hariko (rangka kayu ditempel washi). Selain itu, maneki neko produksi Takasaki juga dibuat dari keramik atau plastik.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

M. Nizar

Februari 1982) adalah Bupati Lingga periode 2021–2025 dan 2025–2030. Bersama Neko Wesha Pawelloy, mereka menjabat sejak 26 Februari 2021 setelah dilantik Gubernur

Neko Case

Neko Case (lahir 8 September 1970) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu Amerika Serikat. Ia terkenal untuk kariernya dan anggota dari grup musik The

Mayoi Neko Overrun!

Mayoi Neko Overrun! (迷い猫オーバーラン!code: ja is deprecated , Mayoi Neko Ōbāran!, Stray Cat Overrun!) adalah sebuah seri novel ringan Jepang karya Tomohiro Matsu

I Got Married to the Girl I Hate Most in Class

tersebut bermula ditayangkan sebuah konten Manga Youtube pada saluran Angel Neko Oka Channel pada Maret 2020, Media Factory telah menerbitkan sepuluh volume

Neko Wesha Pawelloy

Neko Wesha Pawelloy (lahir 18 Juni 1986) adalah Wakil Bupati Lingga periode 2021–2023. Ia menjabat sejak 26 Februari 2021 setelah dilantik Gubernur Kepulauan

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film

dan Ringgo di Jatuh Cinta Seperti di Film-film, Juri FFI 2024: Tidak Neko-neko". tempo.co. Diakses tanggal 8 Juli 2025. Jasmine, Adinda (21 November

Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024

Bakanekobaka (Senin, 07 Oktober 2024). "BakaNekoBaka: Pemilu DPR-RI 2024". BakaNekoBaka. Diakses tanggal 2025-09-09. "Salinan arsip". Diarsipkan

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019

11 Juni 2019. Bakanekobaka (2019-04-11). "BakaNekoBaka: Daftar Capres-Cawapres RI Tahun 2019". BakaNekoBaka. Diakses tanggal 2025-10-27. https://news