Infobox orangDevi Asmarani
Biografi
Kelahiran28 April 1972 Suntingan nilai di Wikidata (54 tahun)
Jakarta Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversity of North Alabama (en) Terjemahkan - jurnalisme Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpenulis, kolumnis Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diMagdalene, pemimpin redaksi (2013–)
The Straits Times (2000–2008)
The Jakarta Post (1996–2000) Suntingan nilai di Wikidata

X: dasmaran Instagram: dasmaran Modifica els identificadors a Wikidata


Devi Asmarani (lahir 28 April 1972)[1] adalah penulis lepas dan kolumnis Indonesia. Ia merupakan pemimpin redaksi dan salah satu pendiri media yang mengangkat isu-isu terkait perempuan dan keberagaman gender, Magdalene. Devi mendapatkan penghargaan SK Trimurti dari Aliansi Jurnalis Independen pada 2018 atas upayanya dalam menyuarakan isu-isu perempuan. Ia juga ditetapkan sebagai UNDP Indonesia Changemaker pada 2024 atas kontribusinya dalam mengembangkan jurnalisme yang progresif dan sensitif gender.[2][3]

Sebelum mendirikan Magdalene bersama Hera Diani pada 2013, ia telah bekerja sebagai jurnalis dan koresponden untuk sejumlah media selama lebih dari 15 tahun.[4]

Kehidupan awal dan pendidikan

sunting

Devi lahir di Jakarta pada 28 April 1972.[1] Ia besar di Jakarta dan di sejumlah kota di Indonesia. Pekerjaan ayahnya sebagai pegawai bank pemerintah mengharuskan dia dan keluarganya untuk berpindah-pindah kota setiap 3-4 tahun. Ia pernah tinggal di Kalimantan dan Sulawesi sebelum kemudian kembali ke Jakarta saat SMP. Dia menyelesaikan pendidikan SMA di Ohio karena mengikuti pertukaran belajar di sana. Selepas SMA di Amerika, ia meneruskan kuliah sarjana dalam bidang jurnalisme di Universitas North Alabama.[1][5] Devi kembali ke Indonesia setelah lulus dari universitas. Pada 2016, ia sempat kembali ke Amerika, tepatnya di Washington DC, untuk mengikuti suaminya yang bertugas selama hampir 1 tahun di sana.[5] Saat tinggal di Washington DC itu, ia sempat mengikuti program penulisan fiksi di Universitas John Hopkins.[1]

Karier

sunting

Per 2025, Devi telah bergelut di dunia kewartawanan selama lebih dari 25 tahun.[2] Ia memulai kariernya sebagai wartawan di The Jakarta Post pada 1996, sebelum kemudian berpindah kerja ke The Strait Times. Di media yang berbasis di Singapura itu, ia ditugasi sebagai koresponden yang mengangkat isu-isu seputar politik, terorisme, lingkungan, dan bencana alam.[1] Merasa jenuh bekerja di media, Devi kemudian keluar dari The Strait Times dan memutuskan menjadi penulis lepas dan instruktur yoga. Ia juga mulai menerima pekerjaan sebagai editor, konsultan, dan instruktur menulis. Di masa bekerja lepas itu, ia mulai mempelajari isu-isu terkait perempuan dan gender secara lebih mendalam. Devi juga sempat bersinggungan dengan korban-korban kekerasan seksual dan merasakan dorongan untuk ikut berkontribusi dalam perjuangan perempuan.[1]

Devi disebut sebagai salah satu pelopor jurnalisme feminis di Indonesia dan telah memberikan dampak signifikan bagi lanskap media nasional.[2] Dengan menyediakan platform bagi kaum minoritas dan mereka yang terpinggirkan, serta mengangkat isu-isu tabu, ia telah berkontribusi pada wacana yang lebih inklusif dan setara. Untuk rencana jangka panjangnya sebagai pemimpin redaksi Magdalene, ia berniat memperluas jangkauan Magdalene.co dan terus mengadvokasi kesetaraan gender melalui media, pendidikan, dan keterlibatan dalam kebijakan.[2]

Penghargaan dan pengakuan

sunting

Devi menerima penghargaan SK Trimurti dari Aliansi Jurnalis Indonesia pada 7 September 2018. Dalam sebuah wawancaranya dengan portal berita Law Justice, Devi mengungkapkan bahwa mitranya dalam membangun Magdalene, Hera Diani, juga layak memperoleh penghargaan itu.[1] Pada 2021, ia ditunjuk sebagai salah satu anggota juri nasional UN Women WEPs Awards Indonesia.[6] Selanjutnya, pada 2024, UNDP Indonesia menetapkannya sebagai salah satu Indonesian Changemaker atas perannya dalam mengembangkan media jurnalisme yang sensitif gender melalui Magdalene.[3]

Daftar rujukan

sunting
  1. ^ a b c d e f g "Devi Asmarani, Seorang Feminis yang Kalem". Law Justice. 2018-10-04. Diakses tanggal 2025-08-22.
  2. ^ a b c d Lai, Joelle (2025-05-27). "Devi Asmarani". Feature Asia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  3. ^ a b "Devi Asmarani: Championing Feminist Journalism Through Magdalene.co". UNDP (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-23.
  4. ^ "Gigih Suarakan Isu Perempuan, Devi Asmarani Raih SK Trimurti". VOA Indonesia. 2018-09-09. Diakses tanggal 2025-08-22.
  5. ^ a b "Interview: Devi Asmarani". Buah zine (dalam bahasa Inggris). 2018-05-10. Diakses tanggal 2025-08-22.
  6. ^ "JUDGES | UN Women Asia-Pacific WEPs Awards". UN Women WEPs Awards. Diakses tanggal 2025-08-23.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kanan Devi

Kanan Devi (bahasa Bengali: কানন দেবীcode: bn is deprecated ) (22 April 1916 – 17 Juli 1992) adalah seorang aktris dan penyanyi India. Ia merupakan salah

Kabupaten Musi Rawas Utara

asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal 2013-06-05. "Syarif Hidayat Dan Devi Suhartoni Resmi Jadi Bupati dan Wabup Muratara". Metro Politan. 2 Maret 2016

Basuki Tjahaja Purnama

status hak asuhnya. Pada tahun 2019, Basuki menikah dengan Puput Nastiti Devi, seorang polisi yang sempat bertugas sebagai ajudan mantan istrinya. Pasangan

Pather Panchali

Subir Banerjee, Kanu Banerjee, Karuna Banerjee, Uma Dasgupta dan Chunibala Devi. Sebagai film pertama dalam trilogi Apu, Pather Panchali mengisahkan tentang

Sonar Sansar

Bhattacharya, Chhaya Devi, Azoorie, Ratin Banerjee, Ahindra Choudhury, Dhiren Das, dan masih banyak lagi. Dhiraj Bhattacharya ... Raghunath Chhaya Devi ... Rama Azoorie

Devi (film 1960)

Devi (Bahasa Inggris: The Goddess) adalah sebuah film drama berbahasa Bengali India 1960 karya sutradara Satyajit Ray, yang dibintangi oleh Sharmila Tagore

Daftar konser dan acara JKT48

Festival and Ikha, Naomi, and Devi Graduation Ceremony) Balai Sarbini, Jakarta Selatan, DKI Jakarta Naomi Tim KIII Devi 4 Tim T Shania 1 Tim J (sebagai

Puteri Indonesia 2026

malam penobatan. Untuk keenam kalinya secara berturut-turut, SCTV menjadi mitra media dan pemegang hak siar resmi. Terdapat 5 provinsi yang mengadakan kontes