Jenis situs | Mesin pencari |
|---|---|
| Tersedia dalam | Multilingual |
| Kantor pusat | |
| Pemilik | Jean-Manuel Rozan, Éric Léandri, Patrick Constant, Caisse des dépôts et consignations (20%) Groupe Axel Springer (20%) |
| Pendiri | Jean-Manuel Rozan, Éric Léandri, Patrick Constant |
| URL | www |
| Bersifat komersial? | Ya |
| Pendaftaran | Tidak ada |
| Diluncurkan | Juli 2013 |
| Status | Aktif |
Lisensi konten | Hak milik |

Qwant (pengucapan bahasa Prancis: [/kwɑ̃t/][1]) adalah mesin pencari asal Prancis yang diluncurkan pada Februari 2013.[2] Qwant menyatakan bahwa fokus utamanya adalah pada perlindungan privasi, tidak melacak pengguna, tidak menjual data pribadi, serta tidak memanipulasi tampilan hasil pencarian.[3] Hasil pencariannya serupa dengan mesin pencari Microsoft Bing, tetapi Bing hanya digunakan ketika Qwant tidak memiliki informasi dari situs tertentu atau untuk pencarian gambar.[4] Qwant saat ini hanya tersedia di sekitar 30 negara.[5]
Etimologi
suntingNama Qwant berasal dari gabungan huruf “Q” dari kata Quantum[6] dan kata bahasa Inggris want.[7]
Sejarah
suntingPendirian
suntingQwant didirikan pada 25 Mei 2011[8] di kota Nice oleh investor Jean-Manuel Rozan, Éric Léandri, dan Patrick Constant melalui perusahaannya, Pertimm, yang sebelumnya telah mengembangkan mesin pencari untuk sektor ritel dan layanan komersial lainnya.[9][10]
Mesin pencari ini diluncurkan dalam versi beta pada 16 Februari 2013 di 15 negara dan 35 bahasa,[11][12][13] kemudian versi finalnya diluncurkan pada 4 Juli 2013 dengan penyesuaian untuk pengguna di Prancis.[14]
Pengembangan
suntingPada tahap awal, Qwant menggunakan API Bing untuk hasil pencarian, tetapi secara bertahap mengurangi ketergantungan tersebut dengan beralih ke sistem pengindeksan sendiri, yang juga dilengkapi oleh sumber lain. Sejak Februari 2013, Qwant mulai mengembangkan teknologi internal untuk mengindeks media sosial dan hasil pencarian kategori “belanja”, tetapi tetap bergantung pada API eksternal untuk sebagian besar hasil.
Hingga awal 2019, Qwant sebagian besar masih menggunakan hasil pencarian Bing untuk laman web dan gambar. Bot pengindeks Qwant baru mulai beroperasi pada akhir 2014. Saat itu, Qwant belum memiliki crawler maupun pengindeks sendiri sebagaimana disyaratkan dalam ketentuan penggunaan API Bing.
Pada Juni 2014, kelompok penerbitan Jerman Axel Springer membeli 20% saham Qwant guna mendanai pengembangan robot pengindeks berita berbahasa Prancis untuk bersaing dengan Google News.
Pada 14 April 2015, Qwant meluncurkan versi baru dengan antarmuka grafis yang diperbarui.
Pada Oktober 2016, Bank Investasi Eropa memberikan pinjaman sebesar €25 juta selama lima tahun untuk membantu ekspansi Qwant di Eropa.
Pada Februari 2017, Qwant memperoleh tambahan dana sebesar €18,5 juta, termasuk €15 juta dari Caisse des Dépôts et Consignations yang memiliki 20% saham, sementara sisanya berasal dari Axel Springer.
Pada 4 Juli 2018, Qwant meluncurkan versi keempat dengan tampilan yang lebih sederhana dan logo baru.
Restrukturisasi
suntingPada Mei 2019, Qwant mengumumkan bahwa servernya akan dipindahkan ke infrastruktur berbasis Microsoft Azure, sambil tetap mempertahankan sebagian kemampuan pengindeksannya sendiri.
Pada Januari 2020, Jean-Claude Ghinozzi menggantikan Éric Léandri sebagai CEO Qwant.
Pada Juni 2020, Qwant melakukan restrukturisasi dengan menutup kantor di Épinal dan Ajaccio sebagai bagian dari permintaan pemegang saham utama, yakni Caisse des Dépôts et Consignations dan Axel Springer.
Pada tahun yang sama, pendapatan Qwant meningkat 28% menjadi €7,5 juta, sementara kerugian menurun dari €23,5 juta menjadi €13 juta.
Arah baru
suntingPada 2021, Raphaël Auphan (Direktur Utama) dan Corinne Lejbowicz (Presiden) mengambil alih kepemimpinan Qwant. Manajemen baru berfokus pada pembangunan ekosistem penelusuran internet yang privat dan aman, bukan menyaingi Google secara langsung.
Menurut mereka, manajemen lama memiliki beberapa masalah, antara lain:
- Kurangnya transparansi dalam penggunaan teknologi,
- Menyembunyikan ketergantungan terhadap Bing,
- Struktur hukum perusahaan yang kompleks hingga belasan entitas.
Pada awal 2022, dibentuk komite eksekutif baru yang terdiri atas Laurent Ach (CTO), Flore Blanchard-Dignac (CMO), dan Amélie Mathieu (CFO).
Qwant kemudian menghentikan layanannya di beberapa negara, tetapi tetap tersedia di 39 negara di seluruh dunia.
Kemitraan dengan Ecosia dan pengurangan ketergantungan pada Microsoft
suntingPada 2023, Microsoft menaikkan biaya penggunaan API Bing secara signifikan. Karena Qwant bergantung pada Bing untuk hasil pencarian long-tail, hal ini memaksa mereka mengubah model bisnis. Sebagai respons, Qwant bekerja sama dengan Ecosia (Jerman) membentuk usaha patungan bernama European Search Perspective (EUSP).
Qwant menyerahkan sebagian infrastruktur pengindeksannya beserta beberapa insinyur dan ilmuwan data, sementara Ecosia memberikan kontribusi modal tunai.
Versi
suntingPada Juni 2017, Qwant meluncurkan versi khusus untuk Swiss, tersedia dalam tiga bahasa nasional: Jerman, Prancis, dan Italia.
Pada Januari 2018, Qwant mengumumkan rencana ekspansi ke Tiongkok bekerja sama dengan otoritas dan perusahaan lokal agar sesuai dengan hukum setempat.
Versi ulang tahun kelima (2018) memperbarui tampilan dengan desain yang lebih ramah web.
Pada 3 Desember 2019, Qwant meluncurkan desain baru untuk menyederhanakan pengalaman pengguna.
Versi berikutnya pada Maret 2021 menghadirkan antarmuka yang lebih segar dan mudah digunakan di ponsel pintar.
Pada Juni 2022, Qwant memperkenalkan identitas baru untuk menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi.
Fitur
suntingQwant menampilkan berbagai jenis hasil dalam satu pencarian: situs web umum, situs belanja, dan situs berita — semuanya tanpa disesuaikan dengan profil pengguna.
Pada 2016, Qwant mulai menggunakan hasil penelusurannya sendiri melalui robot eksplorasi internal.
Pada 2020, Qwant mengklaim telah menghasilkan lebih dari 50% hasil pencarian web secara mandiri, dan 70% untuk seluruh kategori.
Model bisnis
suntingModel bisnis Qwant sebagian bergantung pada iklan berbasis cost-per-click melalui konteks pencarian. Qwant juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti TripAdvisor, PagesJaunes, dan DeepL.
Hasil pencarian dapat mencakup fitur tambahan seperti layanan terjemahan langsung dari DeepL, serta integrasi API dari Facebook, Twitter, dan YouTube.
Privasi
suntingQwant hanya menggunakan cookie untuk fungsi inti, bukan untuk periklanan.
Penyimpanan lokal digunakan untuk menyimpan preferensi seperti tema, filter, dan bahasa.
Hasil pencarian tidak dipersonalisasi berdasarkan riwayat pengguna, melainkan mengikuti tren umum saat itu.
Sejak pertengahan 2016, Qwant mengirim sebagian data ke Microsoft Bing Ads (seperti alamat IP/24, User-Agent, dan kata kunci pencarian) tanpa anonimisasi penuh. Praktik ini baru diumumkan secara terbuka pada pertengahan 2021.
Kemitraan
suntingMozilla Foundation
suntingPada 4 Juli 2016, Qwant menjalin kemitraan global dengan Mozilla Foundation. Hasilnya adalah versi khusus peramban Firefox yang dioptimalkan untuk Qwant. Versi mobile dirilis pada 2 Agustus 2016.
Kemitraan ini juga menghasilkan aplikasi Qwant untuk Android dan iOS berbasis open-source dari Mozilla Firefox.
Ekstensi Qwant untuk Firefox masuk dalam daftar perangkat lunak bebas yang direkomendasikan oleh pemerintah Prancis.
Inria
suntingQwant bekerja sama dengan Inria untuk penelitian teknologi pencarian internet yang menghormati privasi.
Wiko
suntingPada 27 Maret 2019, Qwant menjadi mesin pencari bawaan pada ponsel Wiko View 2 Pro, menjadikannya ponsel Android pertama di Eropa yang tidak menggunakan Google secara default.
Fairphone
suntingQwant juga menjadi mesin pencari bawaan pada Fairphone 2 setelah menjalin kemitraan dengan perusahaan tersebut.
Samsung
suntingPada 12 Mei 2020, Samsung Internet mengumumkan kemitraan global dengan Qwant.
Huawei
suntingHuawei memilih Qwant sebagai mesin pencari bawaan untuk ponsel seri P40 di Prancis, Jerman, dan Italia sebagai dampak dari sanksi pemerintah AS.
Lexibook
suntingPada September 2018, Qwant dan Lexibook menghadirkan produk seperti Qwant Junior di tablet LexiTab.
Brave
suntingQwant menjadi mesin pencari bawaan untuk peramban Brave di Prancis dan Jerman.
Villes Internet
suntingPada Agustus 2018, Qwant meluncurkan Elunum, mesin pencari untuk pejabat dan aparat daerah, bekerja sama dengan Villes Internet.
HelloAsso
suntingPada 14 Mei 2019, Qwant meluncurkan layanan Qwant Causes bekerja sama dengan HelloAsso untuk mengelola pembayaran donasi daring.
Qobuz
suntingQwant menandatangani kerja sama dengan layanan musik Qobuz, memungkinkan pendengar mengakses musik berkualitas tinggi langsung dari laman pencarian.
DeepL
suntingQwant meluncurkan layanan terjemahan yang ramah privasi bersama DeepL, memungkinkan penerjemahan dalam 28 bahasa langsung dari halaman pencarian.
Akuisisi dan penggunaan teknologi
suntingXilopix
suntingPada November 2017, Qwant mengakuisisi Xilopix, sebuah perusahaan yang berbasis di Lorraine dan merupakan pengembang mesin pencari Xaphir, yang pada saat itu mengalami kesulitan keuangan.
Nvidia
suntingPada April 2017, Qwant mengumumkan penggunaan superkomputer merek Nvidia untuk penerapan deep learning (pembelajaran mendalam) guna meningkatkan akurasi hasil pencarian. Selain itu, Qwant juga menyewakan fasilitas komputasi tersebut kepada perusahaan rintisan (startup) yang memerlukan teknologi serupa.
Fleksy
suntingQwant menjalin kemitraan dengan Fleksy, yang mengintegrasikan mesin pencari Qwant ke dalam papan ketik virtual Fleksy.
Easyvoyage
suntingQwant bekerja sama dengan situs perbandingan perjalanan Easyvoyage untuk menyediakan hasil pencarian tiket pesawat dan hotel.
Ecosia
suntingPada November 2024, Qwant mengumumkan kemitraan dengan Ecosia dalam bentuk usaha patungan untuk membangun European Search Index, yaitu indeks pencarian Eropa yang bertujuan memberikan hasil pencarian yang lebih lokal dalam bahasa Prancis dan Jerman serta mengurangi ketergantungan terhadap Bing dan Google.
Kontroversi dan sengketa
suntingPendekatan terhadap privasi
suntingQwant awalnya merupakan mesin metasearch (meta-pencari) yang menampilkan dirinya sebagai mesin pencari mandiri. Dua audit yang dilakukan oleh Direktorat Digital Antarkementerian Prancis (DINUM) pada Juli dan September 2019 menemukan bahwa Qwant memang memiliki indeks pencarian sendiri, tetapi tidak sepenuhnya terhubung dengan permintaan pengguna secara langsung.
Menurut salah satu pendiri, Éric Léandri, Qwant tidak bertujuan menyaingi Google, melainkan hanya ingin “menampilkan sesuatu yang berbeda.” Ketika diluncurkan pada Februari 2013, Qwant belum menonjolkan citra sebagai mesin pencari yang berorientasi pada privasi.
Ketergantungan terhadap Bing
suntingKarena hasil pencarian Qwant sangat mirip dengan Bing dan Wikipedia, versi baru mesin pencari ini dirilis pada April 2015. Versi tersebut masih menggunakan API Bing, tetapi tidak menampilkannya secara eksplisit seperti yang disyaratkan oleh Microsoft.
Lampiran teknis dari audit pertama menunjukkan adanya inkonsistensi dalam pengelolaan tembolok (cache), dan tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian besar data tembolok berasal dari API Bing, bukan dari robot internal Qwant. Tim teknis Qwant juga disebut tidak dapat menjelaskan secara pasti urutan proses dan sejauh mana ketergantungan mereka terhadap Bing.
Pada musim panas 2016, menjelang audit yang dilakukan oleh Caisse des Dépôts et Consignations (CDC) untuk rencana penyertaan modal, Qwant melakukan perubahan kode guna mengurangi penggunaan API Bing beberapa hari sebelum audit dimulai.
Pada Maret 2017, menurut laporan La Lettre A, bank investasi Bpifrance menolak berpartisipasi dalam pendanaan karena kekhawatiran atas ketergantungan Qwant terhadap teknologi Microsoft dan server milik Huawei. Munculnya penolakan ini dibarengi dengan sejumlah artikel baru di media yang menyoroti penggunaan teknologi, algoritma, dan sistem periklanan Qwant yang banyak memanfaatkan layanan Microsoft.
Éric Léandri mengonfirmasi bahwa Qwant memang menggunakan hasil pencarian dari Microsoft Bing untuk melengkapi algoritma internalnya, serta memanfaatkan layanan periklanan Bing. Ia membantah bahwa Bpifrance memiliki akses ke dokumen internal perusahaan, meskipun lembaga tersebut telah membiayai beberapa proyek Qwant.
Audit DINUM pada 2019 menjelaskan bahwa sekitar 60% hasil pencarian Qwant bergantung pada Bing, meski belum dapat dipastikan apakah seluruhnya berasal dari tembolok internal Qwant yang diisi oleh data Bing. Pada 25 September 2019, laporan audit teknis dari Direktorat Digital Antarkementerian Prancis memperkirakan ketergantungan Qwant terhadap Bing mencapai 64%. Ketika API Bing mengalami gangguan pada tahun 2024, Qwant tidak menampilkan hasil pencarian sama sekali, menandakan bahwa Bing menyumbang bagian besar dari hasil pencarian mereka.
Perilaku CEO
suntingPada September 2019, situs teknologi NextInpact melaporkan bahwa CEO Éric Léandri pernah mengancam karyawan Qwant pada akhir tahun 2016.
Kemiripan logo dengan Google
suntingPada masa awal berdirinya, logo pertama Qwant dikritik karena dianggap mirip dengan logo Google. Beberapa bulan setelah peluncurannya, tepatnya pada Juli 2013, desainer mesin pencari asal Kanada GooL.li (diluncurkan pada 2012) menuduh Qwant meniru tampilan antarmukanya. Namun, Mohamed Kahlain, salah satu pendiri GooL.li, menyatakan tidak berniat menuntut Qwant dan mengaku tidak mengetahui adanya perubahan antarmuka tersebut.
Pada Maret 2017, Qwant bersama organisasi Open Internet Project (di mana Qwant menjadi anggotanya) menuduh Google melakukan praktik anti-persaingan dan mengajukan keluhan ke Komisi Eropa di Brussel.
Lain-lain
suntingPada Juli 2019, La Lettre A melaporkan bahwa pemegang saham utama, Caisse des Dépôts et Consignations, mempertanyakan struktur gaji di Qwant, terutama terkait 20 posisi dengan gaji tertinggi yang dinilai “terlalu berlebihan.”
CNIL dan Kemitraan Qwant–Microsoft
suntingPada Februari 2025, Komisi Nasional Informatika dan Kebebasan (CNIL) Prancis mengeluarkan peringatan hukum kepada Qwant. CNIL menilai bahwa data yang diproses dan dikirim oleh Qwant ke Microsoft tergolong sebagai data pribadi, bukan data anonim sebagaimana diklaim sebelumnya.
Fungsionalitas
suntingPenelusuran
suntingDengan desain baru yang dirilis pada tahun 2022, Qwant berupaya meningkatkan kesadaran publik, terutama kalangan muda, tentang pentingnya perlindungan data pribadi di dunia digital. Halaman beranda Qwant menampilkan ruang khusus yang berisi konten mengenai isu privasi data digital. Bilah horizontal di bagian atas menyediakan kolom pencarian dan akses ke layanan lain seperti berita.
Berdasarkan permintaan pengguna, Qwant menampilkan akses langsung ke informasi inti agar pengguna mendapatkan hasil lebih cepat dan ringkas. Versi ringan (Qwant Lite) tetap tersedia bagi pengguna dengan koneksi internet terbatas.
Qwick
suntingSerupa dengan fitur bangs milik DuckDuckGo, Qwant memiliki sistem Qwick yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian langsung ke mesin pencari atau situs lain dengan mengetik perintah khusus.
Lihat pula
suntingCatatan
sunting- ^ per Mei 2024
Referensi
sunting- ^ Éric Léandri (2019-04-30). "Qwant, 'le moteur de recherche qui respecte la vie privée'" [Qwant, 'mesin pencari yang menghormati privasi Anda'] (video) (dalam bahasa Prancis). CCI France. Diakses tanggal 2026-06-05 – via YouTube. (Contoh pelafalan paling jelas ada pada menit 1:13.)
- ^ "Mentions légales". À propos de Qwant (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ La-Croix.com (2015-02-08). "Le français Qwant propose une alternative à Google". La Croix (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ Qwant, Team (2023-09-18). "Web indexing: where is Qwant's independence?". Better Web (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ Lausson, Julien (2020-12-16). "Qwant ferme l'accès à son moteur de recherche dans certains pays". Numerama (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ "VIDÉO - Qwant, le moteur de recherche made in France qui ne s'intéresse pas à votre vie privée". TF1 INFO (dalam bahasa Prancis). 2017-02-02. Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ "Centre d'aide". Qwant Help Center (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ "Société QWANT (532867256) à PARIS (75017)". societe.com (dalam bahasa Prancis). 2021-11-26. Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ Renault, Enguérand (2013-02-12). "Qwant lance un moteur de recherche français". Le Figaro (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ "Qwant, un nouveau moteur de recherche français qui parcourt les réseaux sociaux". L'Express (dalam bahasa Prancis). 2013-02-14. Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ Goudet, Jean-Luc (2021-06-01). "Qwant, le moteur de recherche français, est launched". Futura (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ G, Jérôme (2013-02-14). "Qwant : moteur de recherche made in France". Génération NT (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ "Qwant, le moteur de recherche à la française". France info (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
- ^ "Better Web". Better Web (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-11-08.
Pranala luar
sunting
Media terkait Qwant di Wikimedia Commons










