Infotaula de geografia políticaMaubara
permukiman Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '<span class="geo-inline"> '"`UNIQ--templatestyles-00000000-QINU`"' <span class="plainlinks nourlexpansion">125°12_S_125_12_22_E_ <span class="geo-default"><span class="geo-dms" title="Maps, aerial photos, and other data for this location"><span class="latitude">8°37′S 125°12″S</span> <span class="longitude">125°12′22″E</span></span></span><span class="geo-multi-punct">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class="geo-nondefault"><span class="geo-dec" title="Maps, aerial photos, and other data for this location">8.61667°S 125.20611°E</span><span style="display:none">&#xfeff; / <span class="geo">-8.61667; 125.20611</span></span></span></span></span><span class="error"> '"`UNIQ--nowiki-00000002-QINU`"' : lintang salah</span>'..Koordinat:
 
NegaraTimor Leste
Daftar distrik di Timor LesteLiquiçá
Daftar Subdistrik Timor LesteMaubara administrative post (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Ibu kota dari
NegaraTimor Leste Suntingan nilai di Wikidata
Geografi
Pengukuran15 (tinggi) m
Ketinggian15 m Suntingan nilai di Wikidata

Maubara adalah sebuah desa di Subdistrik Maubara (Distrik Liquiçá, Timor Leste), di sebelah barat kota Liquiçá. Sebagian besar penduduk berbicara dengan Bahasa Tocodede. Terletak di dekat Area Burung Penting Maubara, meliputi pesisir kecil Danau Maubara.[1]

Sejarah

sunting

Pada awal pendudukan Portugis, Maubara diambil oleh Belanda. Ada benteng Belanda yang bersejarah, terletak di pintu masuk desa di tepi laut yang menghadap ke teluk. Kemudian, Portugal bernegosiasi dengan Belanda dan mendapatkan kembali situs tersebut dalam perdagangan untuk Flores pada tahun 1851, yang diduduki oleh Portugis pada waktu itu.[butuh rujukan]

Desa ini juga merupakan lokasi di mana milisi Besi Merah Putih dibentuk. Pada tahun 2000, di pinggiran barat desa, Detasemen TKP UNTAET melakukan enam belas penggalian dalam dua hari, sebagian besar menjadi korban Pembantaian Rumah Manuel Carrascalão di Dili.[butuh rujukan]

Infrastruktur

sunting

Maubara terhubung dengan Dili melalui jalan yang baik. Maubara juga memiliki pasar dengan aula pasar kecil dan pusat kesehatan. Maubara adalah pusat administrasi suco de Vaviquinia.[butuh rujukan]

Bangunan

sunting

Maubara terkenal dengan benteng yang dibangun oleh Belanda sekitar tahun 1756. Benteng dengan dua gerbangnya masih berisi meriam asli dan cukup terawat. Bangunan di dalam benteng dibangun pada paruh kedua abad ke-20.[2]

Gereja Paroki Maubara adalah sebuah bangunan persegi kecil yang dibangun dengan gaya neoklasik. Pembangunannya diorganisir oleh Padre Medeiros, imam terkemuka Misi Timor dari tahun 1877 hingga 1897.[3]

Rumah Bea Cukai (Posto de Alfandega) dibangun pada tahun 1920 di seberang benteng di jalan utama. Hari ini digunakan sebagai pusat budaya dengan perpustakaan dan informasi wisata.[4]

Escola de Padre Medeiros, bekas sekolah yang dibangun pada paruh pertama abad ke-19, diruntuhkan oleh Keuskupan Maliana dan dibangun kembali dengan gaya aslinya sebagai bangunan tempat tinggal.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ "Maubara". Important Bird Areas factsheet. BirdLife International. 2014. Diakses tanggal 2014-03-23.
  2. ^ [1] Patrimonio architectónico de origem portuguesa de Liquiçá, p. 97
  3. ^ [2] Patrimonio architectónico de origem portuguesa de Liquiçá, p. 107
  4. ^ [3] Patrimonio architectónico de origem portuguesa de Liquiçá, p. 91
  5. ^ [4] Patrimonio architectónico de origem portuguesa de Liquiçá, p. 102

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Belu

Umaklaran, Sorbau dan Selaoan, serta "Torilai Balibo Dirbati Mauubu, Bobiknuan Maubara, Atabae Atsabe Leimea, juga Lookeu. Dalam perkembangan pemerintahannya

Timor Barat

ini, pengaruh Belanda masih terbatas pada wilayah Timor saja, kecuali Maubara, yang jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1667. Hingga penaklukan terakhir

Invasi Indonesia ke Timor Leste

Hari Natal, sekitar 10.000 hingga 15.000 tentara mendarat di Liquisa dan Maubara. Pada April 1976 Indonesia memiliki sekitar 35.000 tentara di Timor Timur

Distrik Liquiçá

Tasifeto/Fialaran dalam sapaan adat: Torlai Balibo Dirbati Mauubu Bobiknuan Maubara Atsabe Leimea. Perang hebat antara Likusaen dan Wehali karena Wehali telah

Daftar kota di Timor Leste

Lautém Lore Lospalos Luro Mehara Tutuala Distrik Liquiçá Bazartete Liquiçá Maubara Distrik Manatuto Laclubar Laleia Manatuto Natarbora Distrik Manufahi Alas

Besi Merah Putih

pro-Indonesia yang beroperasi di distrik Liquiçá dan dirintis di desa Maubara. BMP merupakan salah satu milisi yang paling ditakuti di Timor Timur dan

Francisco Xavier Lopes da Cruz

tidak lama setelah invasi pada bulan Desember 1975. Lopes da Cruz lahir di Maubara pada 2 Desember 1941. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Humberto Lopes

Bahasa Tocodede

sekitar 39.500 orang di munisipalitas Liquiçá, khususnya pos administratif Maubara dan Liquiçá di sepanjang wilayah utara aliran Sungai Loes. Jumlah penuturnya