Margin apresiasi (bahasa Inggris: margin of appreciation atau margin of state discretion) merupakan doktrin hukum dengan cakupan luas dalam hukum hak asasi manusia internasional. Doktrin ini dikembangkan oleh Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia untuk menentukan apakah negara anggota Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia diperbolehkan untuk membatasi suatu hak dengan hukum domestiknya masing-masing. Doktrin tersebut memungkinkan pengadilan untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan praktis yang timbul dalam upaya untuk mengimplementasikan pasal-pasal Konvensi HAM Eropa. Perbedaan-perbedaan tersebut menghasilkan hak yang terbatas bagi negara-negara anggota "untuk menyimpang dari kewajiban-kewajiban yang ditetapkan dalam Konvensi".[1] Doktrin margin apresiasi juga memperkuat peran Konvensi Eropa, sebagai kerangka pengawasan hak asasi manusia. Dalam menerapkan diskresi tersebut, hakim pengadilan harus mempertimbangkan perbedaan antara hukum domestik para pihak yang membuat kontrak terkait dengan substansi dan prosedurnya.[2] Doktrin ini mengandung konsep-konsep yang dianalogikan dengan prinsip subsidiaritas, yang terjadi di bidang lain hukum Uni Eropa. Margin apresiasi bertujuan untuk menyeimbangkan hak individu dengan kepentingan nasional dan untuk menyelesaikan setiap potensi konflik. Telah disarankan bahwa Pengadilan Eropa secara umum harus mengacu pada keputusan Negara, karena ini adalah pengadilan internasional, bukan piagam hak asasi manusia.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ Application No. 176/56 (Greece v United Kingdom, "Cyprus"), 2 Yearbook of the European Convention 1958-1959, 174-199 at 176.
  2. ^ The Sunday Times v United Kingdom, no. 6538/74, § 61, ECHR 1979 A30.
  3. ^ Roffee, J. A. (2014). "No Consensus on Incest? Criminalisation and Compatibility with the European Convention on Human Rights". Human Rights Law Review. 14 (3): 541–572. doi:10.1093/hrlr/ngu023.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nikolay Alexeyev

"Homosexuality, Freedom of Assembly and the Margin of Appreciation Doctrine of the European Court of Human Rights: Alekseyev v Russia", in Human Rights

A, B and C v. Ireland

December 2010 Stijn Smet, "A., B. and C. v. Ireland: Abortion and the Margin of Appreciation Diarsipkan 2020-11-25 di Wayback Machine., Strasbourg Observer,

Diperlukan dalam suatu masyarakat demokratis

in a democratic society". The Margin of Appreciation Doctrine and the Principle of Proportionality in the Jurisprudence of the ECHR (dalam bahasa Inggris)

Aldous Huxley

"An Appreciation" "The Yellow Mustard" "Lines" "Some Reflections of the Lord's Prayer" 1942  "Reflections of the Lord's Prayer" "Reflections of the Lord's

Perkara Yunani

"Greek Colonels Case: Derogation Disallowed". The Margin of Appreciation Doctrine in the Dynamics of European Human Rights Jurisprudence (dalam bahasa

Iklim sabana tropis

Sebagian besar tempat-tempat yang memiliki iklim ini terdapat di luar margin dari zona tropis, tapi kadang-kadang juga dalam lokasi tropis (misalnya

Hak asasi manusia

zaman. Selain itu, pengadilan ini dikenal dengan doktrin margin apresiasi (margin of appreciation) yang memberikan ruang bagi negara anggota untuk menafsirkan

Kelelawar

Bat Conservation International. Diakses tanggal 16 November 2017. "Bat Appreciation Week". National Today (dalam bahasa American English). Diakses tanggal