Majelis Bahasa Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia atau singkatannya MABBIM adalah sebuah badan yang dibentuk untuk merancang dan memantau perkembangan bahasa Melayu/Indonesia di negara-negara tersebut.

MABBIM adalah sebuah badan kebahasaan serantau yang beranggotakan oleh tiga negara, yaitu:

Asalnya badan ini dinamai Majelis Bahasa Indonesia–Malaysia (MBIM), yang didirikan pada tanggal 29 Desember 1972, setelah satu Pernyataan Bersama ditandatangani oleh Tun Hussein Onn, Menteri Pendidikan Malaysia, dan Mashuri Saleh, S.H., Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada 23 Mei 1972 di Jakarta. MBIM menjadi MABBIM ketika Brunei Darussalam menjadi anggota Majelis ini pada 4 November 1985. Sementara itu, Singapura masih menjadi negara pemerhati Majelis hingga saat ini.

Tujuan dan Fungsi MABBIM

sunting

Piagam MABBIM yang ditandatangani pada 11 Juni 1987 menyebutkan tujuan dan fungsi MABBIM sebagai berikut:

  1. Meningkatkan semangat kebersamaan dan persaudaraan antara negara anggota.
  2. Meningkatkan peranan bahasa kebangsaan/resmi negara anggota sebagai alat perhubungan yang lebih luas.
  3. Mengusahakan pembinaan dan pengembangan bahasa kebangsaan/resmi negara anggota supaya menjadi bahasa yang setaraf dengan bahasa modern yang lain.
  4. Mengusahakan penyelarasan bahasa melalui penulisan ilmiah dan kreatif, pedoman, dan panduan.
  5. Mengadakan pertemuan kebahasaan berkala demi penyelarasan dan pendekatan bahasa kebangsaan/resmi negara anggota.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Perbedaan bahasa Melayu Baku dengan bahasa Indonesia

di bawah koordinasi Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM). Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai

Faisal Basri

Ekonomi, Panitia Kerja Sama Kebahasaan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) 1993-1995: Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

pakar bidang ilmu, dan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM) Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia sebagai sumber padanan kata. Uji kemahiran

D. Zawawi Imron

di AN-teve. Pembicara Seminar Majelis Bahasa Brunei Indonesia Malaysia (MABBIM) dan Majelis Asia Tenggara (MASTERA) Brunei Darussalam (Maret 2002). Selain

Mien Achmad Rifai

Sidang Mabbim Ke-6 (1975), Sidang Mabbim Ke-7 (1976), Sidang Mabbim Ke-8 (1977), Sidang Mabbim Ke-20 (1983), Sidang Mabbim Ke-21 (1984), Sidang Mabbim Ke-22

Bahasa Melayu

Melayu" maupun "bahasa Malaysia". Dewan Bahasa dan Pustaka (Malaysia), MABBIM, atau Perdana Menteri Malaysia pernah mengusulkan bahasa Melayu dijadikan

Daftar padanan istilah tata kecantikan kulit dan rambut

sendiri oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia atau melalui MABBIM (Majelis Bahasa Brunei - Indonesia - Malaysia). https://badanbahasa.kemdikbud

Kafeina

2009-02-02. Keputusan Majelis Bahasa Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia (MABBIM) KERTAS F/SP/5 JKTBM [1] Diarsipkan 2015-04-15 di Wayback Machine. Padanan