Djohar Manik
TrahKP5 (Klasifikasi PORDASI)
PejantanTuscaloosa
Bapak dari pejantanHaayil
IndukanMini Satria
Bapak dari indukanBlandford Park
Jenis kelaminMare
(Kuda Betina)
Lahir(2010-09-22)22 September 2010
MeninggalSekitar September 2024
Negara Indonesia
WarnaKapisa
(Bay/Coklat Kemerahan)
PembiakLala Stable
PemilikAragon & Tombo Ati Stable
PelatihEdwin Basuki
Jendri Turangan
JokiJendri Turangan
A. Manarisip
Catatan pacu41: 37-?-?
Kemenangan besar
    • Indonesia Derby (2014)
    • Pekan Olahraga Nasional (2016)
    • Kejurnas Star of Stars (2015, 2017, 2018)
    • Kejurnas Super Sprint (2014, 2016)
Penghargaan
  • Indonesian Triple Crown (2014)
  • Medali Emas di PON XIX (2016)
  • Star of Stars (2015, 2017, 2018)[1]
  • Super Sprint (2014, 2016)
  • Piala Presiden (Central Java Team) (2018)

Djohar Manik (lahir pada tanggal 22 September 2010) merupakan kuda pacu Indonesia yang menjadi juara ketiga Indonesian Triple Crown pada tahun 2014 (1978 dimenangkan oleh Mystere, 2002 dimenangkan oleh Manik Trisula, 2014 dimenangkan oleh Djohar Manik, 2025 dimenangkan oleh King Argentin. Dia dikenal sebagai kuda pacu yang sangat hebat, menang 37 kali dari 41 pacuan yang dia ikuti.

Latar belakang

sunting

Djohar Manik adalah kuda betina berwarna cokelat dengan tanda putih di dahi yang dibesarkan di Indonesia oleh Lala Stable. Ia lahir di Boyolali pada 22 September 2010.[2][3] Ayahnya adalah Tuscaloosa, anak dari Haayil, dan ibunya adalah Mini Satria, anak dari Liberty. Ia merupakan keturunan Northern Dancer melalui ayahnya, seekor kuda asal Selandia Baru. Munawir (pemilik Djohar Manik) mengambil nama Djohar Manik dari nama protagonis dalam literatur sastra Melayu Jauhar Manikam yang merupakan seorang putri dari Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara, ia dikatakan telah membeli Mini Satria, induk Djohar Manik, dari Munir Prawoto, pemilik kandang kuda dari Boyolali.[3] Tidak lama setelah kelahirannya, kepemilikannya dialihkan ke Tombo Ati Stable. Djohar Manik dimiliki bersama oleh Aragon dan Tombo Ati Stable. [4]

Karier pacu

sunting

Pada Maret 2013, Djohar Manik melakukan debutnya di Sirkuit Pulomas, Jakarta Timur. Pada awal musim balap 2014, selama balapan Jateng Derby, dia melarikan diri dari gerbang start dan berlari langsung menuju kandangnya, menghindari penangkapan dan memaksanya mundur dari balapan. Dia membuktikan dirinya dengan memenangkan balapan berikutnya di A.E. Kawilarang Memorial Cup. Ia kemudian berhasil memenangkan ketiga balapan dalam seri Indonesian Triple Crown, menjadi kuda ketiga yang meraih gelar pemenang Indonesian Triple Crown.

Selain kemenangannya di Indonesian Derby, Djohar Manik juga dikenal telah memenangkan tiga gelar Star of Stars (2015, 2017, 2018) dan dua gelar Super Sprint (2014, 2016). Pada Pekan Olahraga Nasional (PON XIX) 2016 di Jawa Barat, ia berkompetisi bersama joki-nya, Jendri Turangan, dan meraih medali emas setelah finis pertama di Sirkuit Balap Legokjawa, Pangandaran.

Pada Paku Alam Cup 2018, joki seniornya, Jendri Turangan mengalami cedera sebelum acara tersebut, dan kemudian digantikan oleh Angel Manarisip. Pada tahun yang sama, kontingen Jawa Tengah, di mana ia menjadi perwakilan, keluar sebagai pemenang overall Piala Presiden (Piala Presiden) dalam Kejurnas Series 2 2018.

Masa pensiun dan kematian

sunting

Djohar Manik pensiun dari dunia pacuan kuda pada tahun 2019.
Pada tahun 2024, tahun yang sangat sulit dan menyedihkan bagi Munawir dan keluarganya. Djohar Manik harus meninggalkan dunia pacuan kuda selamanya. Djohar Manik mati karena laminitis yaitu peradangan jaringan tanduk kuku yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah. Pada waktu itu Djohar Manik sedang mengandung seekor anak kuda oleh seorang kuda pejantan yang bernama Leonardo Eclipse.

Silsilah

sunting
Silsilah dari Djohar Manik, lahir pada bulan September 22, 2010 Boyolali, Indonesia[2]
Pejantan
Tuscaloosa (NZ)
Haayil (AUS) Danehill (USA Danzig (USA)
Razyana (USA)
Diplomatique (AUS) Biscay (AUS)
Fairview Park (NZ)
Entrechat Douze (NZ) Nassipour (USA) Blushing Groom (FR)
Alama (IRE)
Dancing (NZ) Danzatore (CAN)
Sharon Jane (NZ)
Indukan
Mini Satria (IDN)
Blandford Park (USA) Little Current (USA) Sea Bird II (FR)
Luiana (USA)
Green Finger (USA) Better Self (USA)
Flower Bed (USA)
Let's Ivor (IDN) Young Ivor (AUS) Ivor Prince (USA)
Al-di-la (AUS)
Ledia (IDN) Allegretto (IDN)
Leny Kiki (IDN)

Referensi

sunting
  1. ^ Indrawati, Nita (2015-09-28). "Kuda Djohar Manik Raih Predikat Star of Star's Kejurnas 49". Padang Media (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-19.
  2. ^ a b "Stud Book Indonesia – Djohar Manik". Studbook.or.id.
  3. ^ a b DJOHARMANIK ! KUDA BETINA PERKASA ! TRIPLE CROWN ! PECAHKAN REKOR KECEPATAN KUDA (video). BAHARNA TV. December 20, 2021.
  4. ^ Bramantoro, Toni (June 8, 2015). "Djohar Manik Masih Terbaik". Tribunnews. tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-10-13.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

A Little Life

A Little Life adalah novel terbitan 2015 karya penulis Amerika Serikat Hanya Yanagihara. Mengupas persoalan sulit dan ditulis secara panjang, novel ini

Film B

(1996). "Content Trends in Contemporary Horror Films," in Horror Films: Current Research on Audience Preferences and Reactions, ed. James B. Weaver, pp

Insiden Roswell

York: Simon and Schuster. ISBN 978-0671501068. Frank, Adam (2023). The Little Book of Aliens (Edisi ebook). New York: Harper. ISBN 9780063279773. Frazier

Niki Zefanya

Official Charts Company. 2024-08-22. Diakses tanggal 2024-08-20. "NIKI | Top Current Album Sales Chart History". Billboard. Diakses tanggal 8 June 2024. "NIKI

Drama televisi Tiongkok

2024-02-12. Diakses tanggal 2024-02-12. Ransirilal, Athula (2016). "The Current Situation of Sri lanka TV Media and the Challenges Ahead - 24th JAMCO Online

Daftar bandar udara di Ontario

Public 2,000 Turf Little Current Little Current (Manitoulin Health Centre) Heliport CNT4   Private     Little Current Little Current Water Aerodrome CNZ9

Sanggama terputus

1993). "Sexuality: sexual activity and contraception during adolescence". Current Opinion in Obstetrics & Gynecology. 5 (6): 774–83. doi:10.1097/00001703-199312000-00011

Indonesia

a factor in the 8200 BP cooling event, as well as in changes in ocean current patterns and their resultant effects. The EHSLR may also have enhanced