📑 Table of Contents
Prunus africana Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Rentan
IUCN33631 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KerajaanPlantae
OrdoRosales
FamiliRosaceae
TribusAmygdaleae
GenusPrunus
SpesiesPrunus africana Suntingan nilai di Wikidata
Kalkman, 1965
Tata nama
BasionimPygeum africanum (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Sinonim taksonPygeum africanum Hook.f.[1]
Distribusi

Suntingan nilai di Wikidata

Prunus africana (bahasa Inggris: red stinkwood; kitamiang merah) adalah pohon cemara (konifer) asli dari daerah pegunungan sub-Sahara Afrika dan kepulauan Madagaskar, Sao Tome, Fernando Po, dan Grande Comore tumbuh pada ketinggian sekitar 900–3.400 m (3.000–10.000 ft) di atas permukaan laut. Pohon dewasa dapat tumbuh setinggi 10–25 m (33–82 ft), cabangnya terbuka melebar, dan sering kali menjumbai jika tumbuh di hutan, di daerah padang rumput akan tumbuh lebih pendek dan tajuknya berukuran sekitar 10–20 m (30–70 ft). Tumbuhan ini memerlukan iklim yang lembap untuk tumbuh dengan baik, dengan curah hujan 900–3.400 mm (35–130 in) pertahun, dan cukup tahan terhadap suhu mendekati titik beku.[2][3][4][5][6][7]

Kulitnya berwarna hitam sampai coklat, bergelombang atau pecah-pecah, dan bersisik, pecahan kulitnya membentuk struktur persegi panjang yang unik. Daunnya alternatif, sederhana, panjangnya 8–20 cm (3,1–7,9 in), oval, permukaanya halus, dan pada bagian atas berwarna hijau gelap, hijau pucat pada bagian bawah, dengan bagian tepi sedikit bergerigi. Sebuah vena sentral membuat lekukan di bagian atas, dan menonjol pada bagian bawah daun. Prunus africana memiliki petiola sepanjang 2 cm (0,8 in) dan berwarna merah atau merah muda. Bunganya androgini, memiliki 10-20 benang sari, penyerbukanya dibantu serangga, 3–8 cm (1–3 in), berwarna hijau keputihan, dan tersebar di aksila sepanjang 70 mm (2,8 in). Tanaman ini berbunga pada bulan Oktober sampai Mei. Buahnya berwarna merah sampai coklat, 7–13 mm (0,3–0,5 in), lebih melebar daripada panjang keseluruhan, berkeping dua, dengan biji pada setiap lobus. Buahnya Tumbuh di tandan pematangan pada bualn September sampai November, beberapa bulan setelah penyerbukan.

Ekologi

sunting
Extrafloral nectaries along the leaf margin

Seperti anggota lain dari genus Prunus, Prunus africana menghasilkan nektar ekstrafloral yang mengandung zat antiherbivora serangga dengan sumber nutrisi imbalan untuk melindungi dedaunan.

Buahnya terlalu pahit untuk dimakan manusia; bagaimanpun, buah ini merupakan suplai makanan favorit bagi banyak hewan, yang kemudian menyebarkan bijinya. Dian Fossey melaporkan di buku berjudul mountain gorilla:[8] " Di lereng barat laut Visoke terdapat beberapa gerombol Pygeum africanum .... Buah dari pohon ini sangat disukai oleh gorila." Ahli Mamalia afrika timur menyebutkan bahwa keberadaan Pygeum merupakan salah satu indikasi keberadaan tupai Pegunungan Carruther yang sudah sangat langka," tipe hutan ini cenderung memiliki kanopi yang agak rusak dengan banyak pohon di tebas pendaki dan semak kusut yang padat."[9]
Sekarang dilindungi dalam appendiks II dari CITES[10] dan di Afrika selatan dibawah "National Forest Act (Act 84) of 1998".[11]

Referensi

sunting
  1. ^ "Sorting Prunus Names". Multilingual Multiscript Plant Name Database. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-09. Diakses tanggal November 3, 2010.
  2. ^ U. S. Department of Agriculture (USDA). "Prunus africana (Hook.f.) Kalkman". Germplasm Resources Information Network (GRIN) Taxonomy for Plants. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-10. Diakses tanggal 2015-09-06.
  3. ^ U. S. Department of Agriculture (USDA). "Pygeum africanum Hook.f." Germplasm Resources Information Network (GRIN) Taxonomy for Plants. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-10. Diakses tanggal 2015-09-06.
  4. ^ Dharani, Najma (2002). Field Guide to Common Trees and Shrubs of East Africa. New Holland. hlm. 150. ISBN 1-86872-640-1. Previewable Google Books.
  5. ^ Cunningham, A.B.; Mbenkum, F.T. (May 1993). "Sustainability of harvesting Prunus africana bark in Cameroon: A medicinal plant in international trade" (PDF). People and Plants working papers. Division of Ecological Sciences, UNESCO. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2007-09-28. Diakses tanggal 2015-09-06.
  6. ^ World Health Organization, Inc. NetLibrary (2002). WHO Monographs on Selected Medicinal Plants: Volume 2. Geneva: World Health Organization. hlm. 246. ISBN 92-4-154537-2. Previewable Google Books.
  7. ^ Nonjinge, Siyabulela (October 2006). "Prunus africana (Hook.f.) Kalkman". PlantZAfrica.com. South African National Biodiversity Institute. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-08. Diakses tanggal 2015-09-06.
  8. ^ Fossey, Dian (2000). Gorillas in the Mist. Houghton Mifflin Books. hlm. 146. ISBN 0-618-08360-X.
  9. ^ Kingdon, Jonathan (1984). East African Mammals: an Atlas of Evolution in Africa: Volume IIB. Chicago: University of Chicago Press. hlm. 389. ISBN 0-226-43718-3.
  10. ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-05-10. Diakses tanggal 2015-09-08.
  11. ^ "Protected Trees" (PDF). Department of Water Affairs and Forestry, Republic of South Africa. 30 June 2013. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-07-05. Diakses tanggal 2015-09-08.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kimunding

(walaupun biasanya lebih kecil) dengan tekstur kasar, urat menonjol dan margin bergelombang. Buahnya berwarna hijau tin dengan diameter 2,5–3 cm (1-¼ in)

Daftar Pokémon

1999. Diakses tanggal 13 July 2017. Jarvis, Matthew (2 December 2014). "Margin Makers: Guide to Pokémon merchandise". Market for Home Computing and Video

Suikoden

Rakyat Tiongkok berjudul Tepi Air (Jepang: Shui Hu Zhuan, Inggris: Water Margin). Sampai akhir tahun 2007, Konami telah merilis 5 seri utama Suikoden dan

Glosarium istilah Lepidoptera

pengepompongan ('pupation) proses berubah atau menjadikan kepompong penggerekan daun (leaf mining) perilaku larva menggerek dan memakan daun secara invasif sebagai

Pohon

aslinya tanggal 4 March 2016. Diakses tanggal 20 September 2014. "The RE:LEAF Partnership". Greening London. Mayor of London. 10 August 2015. Diarsipkan

Donna Haraway

Hadiah Flek Ludwik ). ISBN 0-415-91245-8 ISBN   0-415-91245-8 How Like a Leaf: A Conversation dengan Donna J. Haraway, Thyrza Nichols Goodeve, New York:

Tennessee

Memphis, Knoxville News Sentinel, Chattanooga Times Free Press, dan The Leaf-Chronicle di Clarksville, The Jackson Sun, dan The Daily News Journal di

Botani

Beerling, D. J.; Osborne, C. P.; Chaloner, W. G. (2001). "Evolution of Leaf-form in Land Plants Linked to Atmospheric CO2 Decline in the Late Palaeozoic