Kitab Exeter

Kitab Exeter, Exeter Cathedral Library MS 3501, juga dikenal sebagai Codex Exoniensis, adalah sebuah kitab (akhir) abad ke-X[1] atau kodeks puisi Anglo-Saxon. Kitab Exeter merupakan salah satu dari empat kodeks sastra Anglo-Saxon utama, bersama dengan Kitab Vercelli, Nowell Codex dan Naskah Cædmon (ms. Junius 11). Kitab itu disumbangkan ke perpustakaan Katedral Exeter oleh Leofric,[2] uskup Exeter pertama, pada 1072. Diyakini awalnya berisi 130[3]/131 lembar, di mana 7[3]/8 pertama telah diganti dengan lembar lain; 8 halaman pertama yang asli hilang. Kitab Exeter adalah kumpulan puisi/sastra Inggris Kuno yang terbesar (dan mungkin tertua[4]) yang diketahui masih ada,[2][5][6] yang berisi sekitar seperenam puisi.[2][7]

Pada 2016, UNESCO mengakui kitab tersebut sebagai "volume dasar sastra Inggris, salah satu artefak budaya utama dunia".[8][9][10]

Faksimili

sunting
  • Chambers, R W; Förster, Max; Flower, Robin (1933). The Exeter Book of Old English Poetry. London: P. Lund, Humphries. OCLC 154109449.
  • Online facsimile

Edisi: Hanya teks Inggris Kuno

sunting

Edisi: Teks dan terjemahan Inggris Kuno

sunting

Edisi: Terjemahan saja

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Fell, Christine (2007). "Perceptions of Transience". Dalam Malcolm Godden and Michael Lapidge (ed.). The Cambridge Companion to Old English Literature. Cambridge: Cambridge UP. hlm. 172–89. ISBN 978-0-521-37794-2.
  2. ^ a b c Johnson, Keith (2016). "7.1 Manuscript collections". The History of Early English. Taylor & Francis. ISBN 9781317636069.
  3. ^ a b Shippey, Tom (2017). The Complete Old English Poems. Diterjemahkan oleh Williamson, Craig. University of Pennsylvania Press. hlm. x-xi, 299-302. ISBN 978-0-8122-9321-0.
  4. ^ "The Exeter Book". Exeter Cathedral.
  5. ^ Conner, Patrick W. (2019). "The Exeter Book". Oxford Bibliographies Online. Oxford University Press. doi:10.1093/OBO/9780195396584-0094.
  6. ^ Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Exeter Book". Encyclopædia Britannica. 10. (11th ed.). Cambridge University Press. p. 67.
  7. ^ Gameson, Richard (December 1996). "The origin of the Exeter Book of Old English poetry". Anglo-Saxon England. 25. Cambridge University Press: 135–185. doi:10.1017/S0263675100001988. ISSN 1474-0532.
  8. ^ Flood, Alison (22 June 2016). "Unesco lists Exeter Book among 'world's principal cultural artefacts'". The Guardian. Diakses tanggal 26 June 2016.
  9. ^ "'Outstanding' Old English poetry book granted Unesco status". BBC News. 21 June 2016.
  10. ^ "Exeter Book". The British Library.
  11. ^ Mackie, W. S. (William Souter)., Gollancz, I., Mackie, W. S. (William Souter)., Gollancz, I. (18951934). The Exeter book: an anthology of Anglo-Saxon poetry presented to Exeter Cathedral by Loefric, first bishop of Exeter (1050-1071), and still in possession of the dean and chapter. London: Pub. for the Early English Text Society, by K. Paul, Trench, Trübner & Co..
Daftar pustaka

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Widsith

adalah sastra Inggris Kuno dari 143 baris, yang hanya bertahan dalam Kitab Exeter, sebuah naskah sastra Inggris Kuno yang disusun pada akhir abad ke-X

Leofric

khususnya di bidang budaya: ia memperoleh kitab-kitab untuk perpustakaan katedral, termasuk Kitab Exeter, dan mengembangkan skriptoriumnya, yang menjadi

Lukas–Kisah Para Rasul

satu buku. Injil Lukas adalah kitab terpanjang baik dalam keempat Injil maupun seluruh Perjanjian Baru. Narasi dalam kitab ini membagi sejarah Kekristenan

Salib Ruthwell

sebagai Alfabet Rune Anglo-Saxon) oleh Thorleif Repp, dengan merujuk pada Kitab Exeter. Penafsirannya merujuk pada suatu tempat yang disebut lembah Ashlafr

Ibrahim an-Nazzam

Smith, G. Rex; Pridham, B. R. (1997). New Arabian Studies. University of Exeter Press. ISBN 978-0-85989-552-1. "Index". Ghani, Usman (2011). 'Abu Hurayra'

Paulus dari Tarsus

Hagner, Donald (ed.). Paul in Modern Jewish Thought in Pauline Studies. Exeter: Paternoster Press. Hanson, Anthony T. Studies in Paul's Technique and Theology

Kekecewaan Besar

ambang pintu." Pada bulan Agustus 1844, pada suatu pertemuan perkemahan di Exeter, New Hampshire, Samuel S. Snow menyampaikan sebuah penafsiran baru, yang

Francesca Stavrakopoulou

sebelum dia akhirnya bergabung dengan departemen teologi di Universitas Exeter, di mana dia menjadi dosen senior di sana. Penelitiannya terfokus pada Alkitab