Fungsi hash SHA-1 menunjukkan efek salju longsor yang baik. Ketika satu bit diubah, hasil hash berubah seluruhnya.

Dalam kriptografi, efek salju longsor adalah sifat yang mengubah sebagian besar keluaran meski masukan diubah sedikit saja. Sifat ini dibutuhkan dalam algoritme kriptografi, khususnya penyandian blok dan fungsi hash kriptografi. Untuk penyandian blok kualitas tinggi, perubahan kecil pada kunci atau teks asal akan mengubah teks tersandi secara drastis. Istilah ini diperkenalkan oleh Horst Feistel.[1] Namun, konsep ini sudah dikenal sejak prinsip penghamburan Shannon.

Bila penyandian blok atau fungsi hash kriptografi tidak menunjukkan efek salju longsor hingga derajat tertentu, ia memiliki keacakan yang buruk sehingga analis kriptografi dapat membuat prediksi tentang masukan meski hanya diberikan keluarannya. Hal ini bisa saja membongkar sebagian atau seluruh algoritma, maka efek salju longsor diperlukan dari sudut pandang pendesain algoritma atau perangkat kriptografi.

Kriteria salju longsor ketat

sunting

Kriteria salju longsor ketat (strict avalanche criterion atau SAC) adalah perumusan dari efek salju longsor. Kriteria ini terpenuhi kalau, ketika satu bit masukan diubah, tiap bit keluaran memiliki 50% peluang untuk berubah. Kriteria ini diperkenalkan oleh Webster dan Tavares pada tahun 1985.[2]

Generalisasi untuk derajat yang lebih tinggi memerlukan banyak bit masukan. Fungsi Boole yang memenuhi SAC derajat tinggi selalu termasuk fungsi bengkok.[3]

Kriteria kebebasan bit

sunting

Kriteria kebebasan bit (bit independence criterion atau BIC) menyatakan bahwa bit keluaran j dan k harus berubah sendiri-sendiri ketika bit masukan tunggal i dibalik untuk seluruh i, j, dan k.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ Feistel, Horst (1973). "Cryptography and Computer Privacy". Scientific American. 228 (5): 15–23. doi:10.1038/scientificamerican0573-15.
  2. ^ Webster, A. F.; Tavares, Stafford E. (1985). "On the design of S-boxes". Advances in Cryptology - Crypto '85. Lecture Notes in Computer Science. Vol. 218. New York: Springer. hlm. 523–534. ISBN 0-3871-6463-4.
  3. ^ Adams, C. M.; Tavares, S. E. (Januari 1990). The Use of Bent Sequences to Achieve Higher-Order Strict Avalanche Criterion in S-box Design (Report). Technical Report TR 90-013. Queen's University. CiteSeerX 10.1.1.41.8374.
  4. ^ William, Stallings (2016). Cryptography and network security : principles and practice (Edisi 7). Boston. hlm. 136. ISBN 978-0-1344-4428-4. OCLC 933863805. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bcrypt

bytes) UTF-8 encoded password Output: hash: array of Bytes (24 bytes) //Initialize Blowfish state with expensive key setup algorithm state <- EksBlowfishSetup(cost

VMDS

data Transaksi: # Setiap key dalam hash table merujuk pada nama kolom dalam tabel (collection) data_pelanggan << hash_table.new_with( :id, 57648576, :status

Daftar kata yang dilindungi di SQL

Reference. Oracle Corporation. Diakses tanggal 2020-12-23. "Appendix C. SQL Key Words". PostgreSQL Documentation. PostgreSQL Global Development Group. Diakses

Daftar proyek komputasi terdistribusi

Diakses tanggal 2012-01-29. "Free Rainbow Tables » Distributed Rainbow Table Generation » LM, NTLM, MD5, SHA1, HALFLMCHALL, MSCACHE". web.archive.org