Kayangan Api
Geografi
LetakSendangharjo, Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Api Abadi Kayangan Api Adalah berupa sumber api abadi yang tak kunjung padam yang terletak pada kawasan hutan lindung di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.[1] Kompleks Kayangan Api merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.

Legenda

sunting

Menurut cerita, Kayangan Api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Pandhe berasal dari Kerajaan Majapahit. Di sebelah barat sumber api terdapat kubangan lumpur yang berbau belerang dan menurut kepercayaan saat itu Mbah Kriyo Kusumo masih beraktivitas sebagai pembuat alat-alat pertanian dan pusaka seperti keris, tombak, cundrik dan lain-lain. Sumber Api, oleh masyarakat sekitarnya masih ada yang menganggap keramat dan menurut cerita, api tersebut hanya boleh diambil jika ada upacara penting seperti yang telah dilakukan pada masa lalu, seperti upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengkubuwana X dan untuk mengambil api melalui suatu prasyarat yakni selamatan/wilujengan dan tayuban dengan menggunakan gending eling-eling, wani-wani dan gunungsari yang merupakan gending kesukaan Mbah Kriyo Kusumo. Oleh sebab itu ketika gending tersebut dialunkan dan ditarikan oleh waranggono tidak boleh ditemani oleh siapapun.

Lokasi

sunting

Untuk menuju Lokasi wisata Kayangan Api dapat di tempuh dari Kota Bojonegoro arah selatan (Kira-kira 15Km), sesampainya di Pasar Kecamatan Dander belol ke kanan sudah banyak petunjuk menuju lokasi. Dijadikan sebagai objek wisata alam dan dijadikan tempat untuk upacara penting yakni Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, ruwatan massal dan Wisuda Waranggono. Tempat wisata ini telah dibenahi dengan berbagai fasilitas seperti pendopo, tempat jajanan, jalan penghubung ke lokasi dan fasilitas lainnya. Lokasi kayangan api sangat baik untuk kegiatan sebagai lokasi wisata alam bebas (outbound). Dan pada hari-hari tertentu terutama pada hari Jum'at Pahing banyak orang berdatangan di lokasi tersebut untuk maksud tertentu seperti agar usahanya lancar, dapat jodoh, mendapat kedudukan dan bahkan ada yang ingin mendapat pusaka. Acara tradisional masyarakat yang dilaksanakan adalah Nyadranan (bersih desa) sebagai perwujudan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Pengembangan wisata alam Kayangan Api diarahkan pada peningkatan prasarana dan sarana transportasi, telekomunikasi dan akomodasi yang memadai.

Selain itu diperkirakan awal 2015 akan Ada Wisata Malam di Kahyangan Api, "Wisata malam ini ada setiap hari di wisata Kahyangan Api, sepanjang jalan menuju pintu masuk akan diberi penerangan jalan dan lampion,". Selain itu, para pengunjung wisata malam di Kahyangan Api saat berada di lokasi akan disuguhi dengan beberapa budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Bojonegoro, juga beberapa transportasi seperti kereta lampu, kereta mini, dan becak cinta.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Wisata Kayangan Api Bojonegoro" Diarsipkan 2014-05-19 di Wayback Machine. website wisatanesia.com
  2. ^ "Mulai 2015, Ada Wisata Malam di Kahyangan Api" website blogbojonegoro.com

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jalur kereta api Jakarta–Bogor

Jalur kereta api Jakarta–Bogor merupakan jalur kereta api pertama di Jakarta yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor sepanjang hampir 60 km. Jalur ini

Ngasem, Bojonegoro

satu obyek wisata paling ikonik di Bojonegoro yaitu Kayangan Api. Obyek wisata tersebut adalah api abadi yang tidak pernah padam dan berlokasi di tengah

Kabupaten Bojonegoro

Waterboom. Merehab Alun-alun Bojonegoro. Membangun wisata malam di Api Abadi Kayangan Api yang berada di Kecamatan Ngasem. Membangun Waduk Gongseng yang berada

Ali Akbar (arkeolog)

di dalam maupun di luar negeri. Beberapa di antaranya adalah di Situs Kayangan Api, Situs Banten Lama, Situs Pelabuhan Ratu, Situs Gunung Padang, dan Situs

Daftar candi di Indonesia

Dhukun, Desa Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo Situs Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem Candi Kepuh Klagen, Desa Kepuh Klagen

Stasiun Cukir

kereta api yang berada di Jalur kereta api Kediri-Jombang. Dibangun pada tahun 1897 oleh Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM), perusahaan kereta api Hindia

Sun Go Kong

adalah seorang pejuang mahir yang mampu melawan panglima-panglima hebat di kayangan. Dia juga menghafal berbagai mantra untuk menghembuskan angin, membelah

Api abadi Mrapen

menyalakan kembali api sambil menunggu hasil investigasi. Kayangan Api di Kabupaten Bojonegoro "02. Api Abadi Mrapen". Jelajah Pesona Grobogan (PDF). Grobogan: