Korps unta Utsmaniyah di Beersheba pada Serangan Suez Pertama dalam Perang Dunia I, 1915.

Kavaleri unta (bahasa Prancis: méharistes, diucapkan [meaʁist]), adalah sebuah sebutan generik untuk pasukan bersenjata yang memakai unta sebagai alat transportasi. Terkadang prajurit atau pasukan dari jenis ini juga bertarung dari punggung unta dengan tombak, panah atau senapan.

Kavaleri unta adalah unsur umum dalam perang gurun sepanjang sejarah di Timur Tengah, karena tingkat adaptabilitas yang tinggi dari hewan tersebut.[1][2]

Referensi

sunting
  1. ^ Herodotus (440 BC). The History of Herodotus. Rawlinson, George (trans.). Diakses tanggal 4 December 2012. He collected together all the camels that had come in the train of his army to carry the provisions and the baggage, and taking off their loads, he mounted riders upon them accoutred as horsemen. These he commanded to advance in front of his other troops against the Lydian horse; behind them were to follow the foot soldiers, and last of all the cavalry. When his arrangements were complete, he gave his troops orders to slay all the other Lydians who came in their way without mercy, but to spare Croesus and not kill him, even if he should be seized and offer resistance. The reason why Cyrus opposed his camels to the enemy's horse was because the horse has a natural dread of the camel, and cannot abide either the sight or the smell of that animal. By this stratagem he hoped to make Croesus's horse useless to him, the horse being what he chiefly depended on for victory. The two armies then joined battle, and immediately the Lydian war-horses, seeing and smelling the camels, turned round and galloped off; and so it came to pass that all Croesus' hopes withered away. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. ^ "Cameliers and camels at war". New Zealand History online. History Group of the New Zealand Ministry for Culture and Heritage. 30 August 2009. Diakses tanggal 5 December 2012.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pemanah penunggang unta

Pemanah unta adalah pemanah jitu yang menunggangi unta. Popularitas mereka mulai meningkat sejak Perang Salib, mereka digunakan di Arab, Asia dan negara-negara

Siasat kavaleri

digunaakn dalam siasat kavaleri yaitu kuda, gajah perang, unta perang, dll. Siasat kavaleri juga bisa mempergunakan kereta perang. Kavaleri ringan dan medium

Kavaleri Romawi

kavaleri Italia semakin jarang digunakan dalam peperangan Romawi dan peran mereka digantikan oleh pembantu asing . Dari abad ke-1 SM anggota kavaleri

Pertempuran Yarmuk

kavaleri. Jumlah kavalerinya hanya seperempat dari seluruh pasukan. Kemudian ia membagi seluruhnya menjadi 36 resimen infantri dan 4 resimen kavaleri

Pertempuran Karkar

Pesisir Suriah) angkanya hilang; Raja Gindibu dari Saudi mengirim 1000 kavaleri unta; Raja Ba'asa, anak Ruhubi, tanah Amon mengirim 100 tentara. Salmaneser

Katafrak

adalah satu jenis kavaleri yang sama, dan istilah yang berbeda muncul karena perbedaan letak geografis dan preferensi lingustik. Kavaleri seperti katafrak

Tentara Kesultanan Mughal

bagian dari pasukan mansabdari. Kavaleri memegang peran utama dalam tentara, sementara yang lain adalah pembantu. Kavaleri adalah cabang paling unggul dari

Pertempuran Uhud

pasukan infanteri dan pasukan kavaleri (pemanah). Jumlah pasukan infanteri sebanyak 650 orang. Jumlah pasukan kavaleri (pemanah) sebanyak 50 orang. Sedangkan