| Nishi Hongan-ji 西本願寺 | |
|---|---|
Amidadō dan Goeidō (Pusaka Nasional) | |
| Agama | |
| Afiliasi | Jōdo Shinshū Honganji-ha |
| Dewa | Amitābha (Amida) |
| Status | Kuil kepala |
| Lokasi | |
| Lokasi | 60 Monzen-machi, Horikawa-dōri Hanaya-chō Kudaru, Shimogyō-ku, Kyoto, Prefektur Kyoto |
| Negara | Jepang |
| Koordinat | 34°59′31.37″N 135°45′5.8″E / 34.9920472°N 135.751611°E |
| Arsitektur | |
| Dibangun oleh | Honganji Kennyo |
| Rampung | 1591 |
| Situs web | |
| http://www.hongwanji.or.jp/english/ | |
Nishi Hongan-ji (西本願寺, Kuil Barat Sumpah Utama) adalah sebuah kuil Buddha di Shimogyō-ku, Kyoto, Jepang. Kuil ini berfungsi sebagai kuil utama dari subsekte Jodo Shinshu yang bernama Hongwanji-ha. Nishi Hongan-ji merupakan salah satu dari dua kuil sekte Jōdo Shinshu di Kyoto, yang satunya adalah Higashi Hongan-ji, yang merupakan kuil utama dari subsekte Ōtani-ha.
Didirikan di lokasi sekarang pada tahun 1591, asal-usul kuil ini berasal dari abad ke-14. Banyak bangunannya yang masih bertahan sejak zaman Azuchi–Momoyama maupun awal zaman Edo, menjadikannya contoh yang bagus dari arsitektur Jepang abad ke-17 dan ke-18. Sebanyak tujuh bangunan Nishi Hongan-ji telah ditetapkan sebagai Pusaka Nasional dalam tiga kategori berbeda: aula Karamon, Goei-dō, dan Amida (bangunan kuil); Paviliun Awan, Shoin, dan aula belajar termasuk galeri Denrō (tempat tinggal); dan panggung Noh utara (bangunan serbaguna).
Nishi Hongan-ji ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1994 sebagai bagian dari Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.
Sejarah
suntingKuil Hongan-ji yang asli didirikan pada tahun 1321, di lokasi Mausoleum Ōtani, tempat Shinran, pendiri sekte Buddha Jōdo Shinshū ("Tanah Suci Sejati") dimakamkan. Mausoleum tersebut dijaga oleh cucu Shinran (melalui putrinya Kakushinni), Kakue.[1] Putra Kakue sendiri, Kakunyo, menjadi pendeta kepala pertama di Hongan-ji dan monshu (pemimpin spiritual) ketiga, yang mendedikasikan wihara tersebut untuk pemujaan Amitābha (Amida). Hongan-ji pertama kali memiliki kekuatan dan pengaruh besar pada abad ke-15, ketika Rennyo menjadi monshu kedelapan. Namun, sekte Tendai yang berpusat di Gunung Hiei melihat ekspansi ini sebagai ancaman dan menyerang Hongan-ji sebanyak tiga kali dengan pasukan biksu pendekar sōhei mereka. Rennyo kemudian melarikan diri ke Yoshizaki-gobō di Awara, di mana ia mendirikan kompleks kuil baru.
Pada zaman Sengoku, karena ketakutan akan kekuatan para biksu di Hongan-ji, Oda Nobunaga mencoba menghancurkannya. Selama sepuluh tahun, ia mengepung Ishiyama Hongan-ji di Osaka, salah satu dari dua benteng kuil utama sekte tersebut. Pada tahun 1580, kepala biara Ishiyama Hongan-ji, Kennyo, menyerah, sementara putranya Kyōnyo menolak untuk menyerah, yang menyebabkan ia dikucilkan secara publik.[2]
Setelah kematian Nobunaga pada tahun 1582 dan naiknya Toyotomi Hideyoshi, Kennyo dihadiahi penghargaan atas penyerahannya kepada Nobunaga dengan diberi tanah di Kyoto, di lokasi Nishi Hongan-ji (西本願寺, "Hongan-ji Barat") sekarang; yang kadang juga disebut Honpa Hongan-ji (本派本願寺). Ia digantikan oleh putra sahnya, Junnyo, sebagai kepala biara pada tahun 1592. Sementara saudaranya, Kyōnyo, mendirikan kembali Osaka Hongan-ji pada tahun 1596 dengan dukungan warga, karena penolakannya untuk menyerah kepada Nobunaga. Setelah kematian Hideyoshi pada tahun 1598, Kyōnyo secara terbuka mendukung Tokugawa Ieyasu, yang menjadi shogun pada tahun 1602. Sebagai imbalan atas kesetiaannya, Kyōnyo diberi hadiah berupa tanah untuk sebuah kuil di Kyoto di sebelah timur Nishi Honganji, yang kemudian dikenal pada tahun 1603 sebagai Higashi Honganji (東本願寺, "Hongan-ji Timur"). Pada tahun 1619 pemerintah mengakui kedua entitas tersebut sebagai dua kongregasi yang terpisah. Namun, secara umum diyakini, meskipun keliru, bahwa lembaga tersebut dipecah menjadi dua untuk mempertahankan kendali atas sekte tersebut.[3][4]
Pada tahun 1994 Nishi Hongan-ji terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai salah satu Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.
Arsitektur
suntingNishi Hongan-ji menempati hampir seluruh lahan berbentuk persegi panjang yang dibatasi oleh Hanayachō-dōri (Jalan Hanayachō) di utara, Horikawa-dōri (Jalan Horikawa) di timur, Shichijō-dōri (Jalan Shichijō) di selatan, dan Ōmiya-dōri (Jalan Omiya) di barat. Pintu masuk utama Nishi Hongan-ji berada di sebelah timur di Horikawa-dōri. Sepert namanya, kuil ini terletak di sebelah barat Higashi Hongan-ji. Nishi Hongan-ji lebih tua dari yang terakhir dan memiliki arsitektur yang lebih terpadu.[5]
Karamon
suntingGerbang Karamon (唐門) Nishi Hongan-ji awalnya dibangun untuk Kastel Fushimi milik Toyotomi Hideyoshi, sekitar tahun 1598. Setelah kastel ini dibongkar pada tahun 1623, gerbang ini dipindahkan ke Nishi Hongan-ji pada tahun 1632 untuk menyambut kunjungan Tokugawa Iemitsu ke kuil tersebut.[6] Gerbang ini terakhir direnovasi pada tahun 2018–2021.[7] Gerbang ini ditetapkan sebagai Pusaka Nasional, salah satu dari enam bangunan serupa yang memegang predikat ini.
Gerbang ini dibangun sebagai gerbang berkaki empat dengan atap pelana karahafu yang melengkung di bagian depan dan belakang.[8] Atap bagian atas bergaya irimoya, yaitu gaya atap limas yang miring ke bawah di keempat sisinya dan terintegrasi di dua sisi yang berlawanan dengan atap pelana.[9] Atapnya ditutupi oleh sirap atap dari kulit kayu cemara hinoki.
Gerbang ini juga dikenal sebagai Higurashi no Mon ("gerbang sepanjang hari"),[6][10] karena keindahan ukiran berkualitas tinggi yang menghiasi gerbang tersebut, termasuk gambar bunga, hewan, dan figur fantastis lainnya membuat siapa pun betah memandanginya seharian. Salah satu panel menampilkan pertapa legendaris Tiongkok Xu You di samping air terjun, "membersihkan telinganya dari perkataan yang menyinggung dari Kaisar Yao". Panel lainnya menunjukkan seorang petani membersihkan lembunya, "mengungkapkan kemarahan atas pencemaran sungai"..[6]
Dua kali terakhir gerbang ini dibuka dan pengunjung diizinkan untuk melewatinya adalah pada tahun 1983, selama upacara yang berkaitan dengan pendiri Jōdo Shinshū, Shinran, dan pada tahun 2017, sebelum renovasi gerbang pada tahun 2018.[11] Gerbang ini juga digunakan untuk kunjungan sesekali oleh Keluarga Kekaisaran.


Goeidō
suntingGoeidō (御影堂, "Aula Pendiri") dibangun kembali pada tahun 1636, setelah kehancuran aula utama akibat gempa bumi pada tahun 1596 dan kebakaran pada tahun 1617. Bangunan ini ditetapkan sebagai Pusaka Nasional pada tahun 2014.[12]
Bangunan ini, berlantai satu, memiliki atap hongawarabuki,[13] yang terdiri dari genting cekung lebar dan genting cembung setengah silinder yang menutupi sambungan genting sebelumnya, dalam gaya irimoya. Ukurannya 62 kali 48 meter, dengan tinggi 29 meter.[10]
Sebuah patung kayu Shinran diabadikan di altar utama, dengan potret pendeta kepala (monshu) yang dipajang di sampingnya. Upacara-upacara besar yang diadakan di Nishi Hongan-ji biasanya berlangsung di bangunan ini.[10]

Amidadō
suntingAmidadō (阿弥陀堂, "Aula Amida") dibangun kembali pada tahun 1760 sebagai aula utama kuil. Bangunan ini ditetapkan sebagai Pusaka Nasional pada tahun 2014.[14]
Bangunan ini berlantai satu dengan atap hongawarabaki bergaya irimoya, berukuran 45 x 42 meter (148 x 138 kaki), dengan tinggi 25 meter (82 kaki). Di dalamnya terdapat patung Buddha Amida yang dikelilingi oleh potret enam dari tujuh Guru Tanah Suci di altar tengah, dan gambar guru dari Shinran, Hōnen, beserta Pangeran Shōtoku.[10]
Referensi
sunting- ^ "History of Nishi Hongan-ji". Hongwanji. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-04-04. Diakses tanggal 2018-09-29.
- ^ Alicia., Matsunaga (1993). Foundation of Japanese Buddhism. Vol. II, The mass movement (Kamakura & Muromachi periods). Matsunaga, Daigan. Los Angeles: Buddhist Books International. hlm. 123-4. ISBN 0914910280. OCLC 137242947.
- ^ Digital Daijisen (ed.). "Hompa honganji". Kotobank. Asahi Shimbun. Diakses tanggal 2017-10-12.
- ^ Alicia., Matsunaga (1993). Foundation of Japanese Buddhism. Vol. II, The mass movement (Kamakura & Muromachi periods). Matsunaga, Daigan. Los Angeles: Buddhist Books International. hlm. 124-5. ISBN 0914910280. OCLC 137242947.
- ^ Popular Buddhism In Japan: Shin Buddhist Religion & Culture by Esben Andreasen, pp. 11, 38-39, 105 / University of Hawaii Press 1998, ISBN 0-8248-2028-2
- ^ a b c Kirby, John B. (1962). From Castle to Teahouse: Japanese Architecture of the Momoyama Period. pp. 78.
- ^ Yoko Minami (22 November 2021). "Dazzling beauty: Restoration of gate at Kyoto's Nishi Hongwanji temple completed". The Mainichi. Diakses tanggal 2023-08-16.
- ^ Parent, Mary Neighbour, ed. (2001). "Karahafu (唐破風)". JAANUS: Japanese Architecture and Art Net Users System. Tokyo: Japanese Architecture and Art Net Users System. OCLC 318091406.
- ^ Parent, Mary Neighbour, ed. (2001). "Irimoya-zukuri (入母屋造)". JAANUS: Japanese Architecture and Art Net Users System. Tokyo: Japanese Architecture and Art Net Users System. OCLC 318091406.
- ^ a b c d "Architecture of Nishi Hongan-ji". Hongwanji.
- ^ "Nishi Honganji Temple opens decorative gate for first time in decades". The Japan Times. 21 Mei 2017.
- ^ "本願寺御影堂". Cultural Heritage Online.
- ^ Parent, Mary Neighbour, ed. (2001). "Hongawarabuki (本瓦葺)". JAANUS: Japanese Architecture and Art Net Users System. Tokyo: Japanese Architecture and Art Net Users System. OCLC 318091406.
- ^ "本願寺御影堂". Cultural Heritage Online.
Daftar pustaka
sunting- Kirby, John B. (1962). From Castle to Teahouse: Japanese Architecture of the Momoyama Period. Tokyo: Tuttle Publishing. OCLC 512972
- Rogers, Minor L and Ann T. (1990). The Honganji: Guardian of the state (1868–1945), Japanese Journal of Religious Studies 17 (1), 3-28
- Alicia, Matsunaga (1993). Foundation of Japanese Buddhism. Vol. II, The mass movement (Kamakura & Muromachi periods). Buddhist Books International. OCLC 137242947

