Ipratropium bromida
Data klinis
Nama dagangAtrovent, Apovent, Ipraxa, Midatro, dll
AHFS/Drugs.comInhaled: monograph
Nose: monograph
MedlinePlusa618013
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Inhalation, nasal
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Pengikatan protein0 to 9% in vitro
MetabolismeLiver
Waktu paruh eliminasi2 hours
Pengenal
  • [8-methyl-8-(1-methylethyl)- 8-azoniabicyclo[3.2.1] oct-3-yl] 3-hydroxy-2-phenyl-propanoate
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.040.779 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC20H30BrNO3
Massa molar412,37 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • CC(C)[N+]1(C2CCC1CC(C2)OC(=O)C(CO)C3=CC=CC=C3)C.[Br-]
  • InChI=1S/C20H30NO3.BrH/c1-14(2)21(3)16-9-10-17(21)12-18(11-16)24-20(23)19(13-22)15-7-5-4-6-8-15;/h4-8,14,16-19,22H,9-13H2,1-3H3;1H/q+1;/p-1/t16-,17+,18+,19?,21?;
  • Key:LHLMOSXCXGLMMN-WDTICOSOSA-M

Ipratropium bromida (Ipratropium bromide), adalah obat yang bronkodilator. [1] Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala penyakit paru obstruktif kronik dan asma . [1] Rute pemberian obat melalui oral, sediaan yang tersedia yang ada yakni inhaler atau nebulizer . [1] Onset terapi obat membutuhkan waktu 15 hingga 30 menit dan berlangsung selama 3 hingga 5 jam. [1]

Kejadian efek samping yang umum dalam penggunaan obat ini seperti mulut kering, batuk, dan bronkitis. [1] Kejadian efek samping serius dalam penggunaan obat ini yakni retensi urin, kejang saluran napas yang memburuk, dan anafilaksis. [1] Penggunaan obat ini aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui. [1] [2] Ipratropium masuk golongan obat antagonis muskarinik, memiiliki efek antikolinergik, yang memiliki mekanisme kerja dengan cara mengendurkan otot polos . [1]

Ipratropium bromida pertama kali dipatenkan di tahun 1966, dan disetujui dalam penggunaan medis di tahun 1974.[3] Obat ipratropium bromida masuk kedalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia . [4] Ipratropium juga sudah tersedia dalam bentuk obat generik dan tidak mahal. [5]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h "Ipratropium Bromide". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal Dec 2, 2015.
  2. ^ Yaffe, Gerald G. Briggs, Roger K. Freeman, Sumner J. (2011). Drugs in pregnancy and lactation : a reference guide to fetal and neonatal risk (Edisi 9th). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 763. ISBN 978-1-60831-708-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 March 2016. Diakses tanggal 5 December 2015. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ^ Fischer, Jnos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery. John Wiley & Sons. hlm. 446. ISBN 978-3-527-60749-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 March 2019. Diakses tanggal 28 February 2019.
  4. ^ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
  5. ^ Hitchings, Andrew; Lonsdale, Dagan; Burrage, Daniel; Baker, Emma (2019). The Top 100 Drugs: Clinical Pharmacology and Practical Prescribing (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd). Elsevier. hlm. 72–73. ISBN 978-0-7020-7442-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 May 2021. Diakses tanggal 9 November 2021.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ipratropium bromida/salbutamol

Ipratropium bromida/salbutamol adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengobati penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Obat ini mengandung ipratropium

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan

insulin: basal, prandial, dan campuran) Iodin povidon Ioheksol Iopamidol Ipratropium bromida Isofluran Isoniazid Isosorbid dinitrat Kafeina Kalium klorida

Deep Impact (kuda)

Galop mengungkapkan bahwa Deep Impact dinyatakan positif menggunakan Ipratropium, yang mengakibatkan diskualifikasinya. Pihak terkait mengumumkan bahwa

Inhaler

baik. Beberapa obat hirup yang umum digunakan pada pasien PPOK adalah ipratropium bromida, salmeterol, dan kortikosteroid. Inhaler yang menggabungkan dua

Pilek

seperti pseudoephedrine juga efektif pada orang dewasa. Semprot hidung Ipratropium dapat meredakan gejala hidung meler, tetapi akan sedikit berakibat pada

Asma

pengobatan lini pertama untuk gejala asma. Obat antikolinergik, misalnya ipratropium bromida, memberikan manfaat lain saat digunakan dalam kombinasi dengan

Fenoterol

oleh Boehringer Ingelheim sebagai Berotec N dan dalam kombinasi dengan ipratropium bromida sebagai Berodual N. Obat ini dipatenkan pada tahun 1962 dan mulai

Tiotropium bromida

menemukan bahwa tiotropium bromida dan anggota lain dari kelasnya yakni ipratropium bromida dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, strok