International dalam Received Pronunciation dan pengkodean Braille-nya.

Braille IPA merupakan sebuah pengkodean Braille standar modern dari Alfabet Fonetik Internasional (IPA), yang diakui oleh Dewan Braille Inggris Internasional

Versi braille dari IPA pertama kali diciptakan oleh Merrick dan Potthoff pada tahun 1934, dan dipublikasikan di London. Sistem braille ini digunakan di Prancis, Jerman, dan negara-negara terkait. Namun, sistem ini tidak diperbarui seiring berjalannya IPA, dan pada tahun 1989, sistem ini menjadi usang. Pada tahun 1990, sistem ini diperkenalkan kembali oleh Otoritas Braille Britania Raya (BAUK), tetapi dalam bentuk terkorupsi yang menyebabkan sistem ini tidak dapat digunakan secara skala besar. Pada tahun 1997, Otoritas Braille Amerika Utara (BANA) menciptakan sistem yang sama sekali baru untuk Amerika Serikat dan Kanada. Namun, sistem braille ini tidak dapat dipasangkan dan dipakai dengan braille IPA dari bagian bumi selain amerika utara. Pada tahun 2008, Robert Englebretson merevisi notasi Merrick dan Potthoff[1][2] dan pada tahun 2011, sistem notasi ini diterima oleh BANA.[a] Konsonan dan vokal kebanyakan sama seperti braille aslinya, tetapi diakritik dirombak ulang seluruhnya dikarenakan revisi besar-besaran pada versi cetak diakritik IPA yang tidak pernah diperbarui sejak tahun 1934. Diakritik juga dibuat lebih sistematis dan mengikuti huruf. Namun, tidak ada prosedur generik untuk huruf nada dan tidak semua diakritik dalat dituliskan.

Braille IPA tidak menggunakan konvensi Braille Inggris. Braille ini diatur menggunakan tanda kurung siku ataupun miring untuk mengindikasikan bahwa braille tersebut merupakan material IPA dan bukan ortografi nasional. Jadi, tanda kurung wajib digunakan dalam penggunaan braille IPA.

Referensi

sunting
  1. ^ Englebretson, Robert (2009). "An overview of IPA Braille: an updated tactile representation of the International Phonetic Alphabet" (PDF). Journal of the International Phonetic Association. 39 (1): 67–86. CiteSeerX 10.1.1.501.366. doi:10.1017/s0025100308003691. S2CID 36426880. Diakses tanggal 5 April 2014.
  2. ^ Englebretson, 2008, IPA Braille: An Updated Tactile Representation of the International Phonetic Alphabet Diarsipkan 2020-08-01 di Wayback Machine., CNIB



Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Braille

Unicode Braille. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan huruf Braille. Huruf Braille adalah

A

bunyi vokal depan hampir terbuka takbulat (IPA: /æ/; seperti pada kata pad), vokal belakang terbuka takbulat (IPA: /ɑː/; seperti pada kata father), atau diftong

X

alfabet Latin. Huruf ini dibaca /ɛks/. Dalam ilmu fonetik, x adalah lambang IPA dan X-SAMPA bagi konsonan desis langit-langit belakang nirsuara, seperti

L

lip atau please, sementara bunyi hampiran-sisi rongga-gigi tervelarisasi (IPA: [ɫ]) dilafalkan pada kata bell dan milk. Velarisasi ini tidak muncul pada

I

Pada mulanya dipakai untuk bunyi konsonan hampiran langit-langit (simbol IPA: [j]; contohnya ejaan Latin Kuno untuk Yesus: Iesus atau Iesvs, karena dulu

J

sama. Oleh karena itulah, huruf kecilnya dipilih sebagai lambang fonetik IPA untuk j (info) (seperti "y" dalam "ya"). Penggunaan J sebagai lambang konsonan

Kabupaten Sumenep

Kabupaten Sumenep (Hanacaraka: ꦱꦸꦩꦼꦤꦼꦥ꧀, Pegon: سومۤنۤڤ, Braille: ⠎⠥⠍⠑⠝⠑⠏, pelafalan dalam bahasa Indonesia: [suˈmǝ.nǝp̚]) adalah salah satu kabupaten

Z

digunakan untuk menandakan bunyi th bersuara dan nirsuara dalam bahasa Inggris (IPA: /ð/ dan /θ/). Pada dialek umum (bahasa Yunani Koine) yang menggantikan dialek