High-performance liquid chromatography
An HPLC. From left to right: A pumping device generating a gradient of two different solvents- a steel-enforced column and a detector for measuring the absorbance.
AkronimHPLC
KlasifikasiChromatography
Analisisorganic molecules
biomolecules
ions
polymers
Other techniques
Terhubung juga denganChromatography
Aqueous normal-phase chromatography
Hydrophilic Interaction Chromatography
Ion exchange chromatography
Size exclusion chromatography
Micellar liquid chromatography
Ditulis dengan tanda hubungLiquid chromatography-mass spectrometry
A modern self-contained HPLC.
Schematic representation of an HPLC unit. (1) Solvent reservoirs, (2) Solvent degasser, (3) Gradient valve, (4) Mixing vessel for delivery of the mobile phase, (5) High-pressure pump, (6) Switching valve in "inject position", (6') Switching valve in "load position", (7) Sample injection loop, (8) Pre-column (guard column), (9) Analytical column, (10) Detector (i.e., IR, UV), (11) Data acquisition, (12) Waste or fraction collector.

Kromatografi cair kinerja tinggi, disingkat KCKT ((Inggris): high performance liquid chromatography, disingkat HPLC), merupakan salah satu teknik kromatografi untuk zat cair yang biasanya disertai dengan tekanan tinggi. Seperti teknik kromatografi pada umumnya, HPLC berupaya untuk memisahkan molekul berdasarkan perbedaan afinitasnya terhadap zat padat tertentu. Cairan yang akan dipisahkan merupakan fase cair dan zat padatnya merupakan fase diam (stasioner). Teknik ini sangat berguna untuk memisahkan beberapa senyawa sekaligus karana setiap senyawa mempunyai afinitas selektif antara fase diam tertentu dan fase gerak tertentu. Dengan bantuan detektor serta integrator kita akan mendapatkan kromatogram. Kromatorgram memuat waktu tambat serta tinggi puncak suatu senyawa.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Rahmiana Zein

Takeuchi, ia menyelesaikan disertasi doktor bidang kimia dengan mengangkat tema HPLC (high performance liquid chromatography). Rahmiana Zein menempuh pendidikan

Skala Scoville

Perkembangan analisis belakangan seperti kromatografi cair berperforma tinggi (HPLC) (juga dikenal sebagai "Metode Gillett") kini telah memungkinkan peringkat

Laboratorium

laboratorium seperti gelas piala atau botol reagen Perangkat analitik seperti HPLC atau spektrofotometer Laboratorium biologi molekuler + Laboratorium ilmu

Kromatografi

Fourier-transform infrared spectroscopy (GC-FTIR), dan diode-array UV-VIS (HPLC-UV-VIS). Metode kromatografi dibagi menjadi dua tipe dasar, yaitu kromatografi

Asam amino

prosedur baku. Sejauh ini perkembangan analisis asam amino banyak menggunakan HPLC dan GC-MS keduanya memiliki kompoenen yang berbeda. Dari peneliti-peneliti

Pinang

obat-obatan yang diturunkan produk alami biasanya dilakukan menggunakan HPLC dan ditentukan oleh satu atau dua indikator. Untuk membuat kerangka kendali

Kimia forensik

spesifik umum untuk bidang ini mencakup kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS), spektroskopi serapan atom

Cengkih

asing. Kandungan eugenol dalam minyak atsiri dikuantisasi dengan metode RP-HPLC dan ditemukan masing-masing 93,3,1% dan 74,6% untuk merek-A dan merek-B.