Suku Dayak Halong
Penari dari suku Dayak Halong
Jumlah populasi
± 4.000
Daerah dengan populasi signifikan
 Indonesia
(Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur)[1]
Nama wilayah
Kabupaten Balangan[1]5.000
Kabupaten Paser-+ 50
Bahasa
Dusun Balangan
Agama
 • Buddha
 • Kaharingan
 • Kekristenan
Kelompok etnik terkait
Dayak Ma’anyan, Dayak Samihim, Dayak Deah, Dayak Meratus

Suku Dayak Halong, terkadang disebut Dayak Dusun Balangan atau Dayak Balangan adalah sub-suku Dayak yang terdapat di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.[2] Bahasa Dayak Halong masuk ke dalam Rumpun bahasa Barito Raya.[3]

Dayak Halong Balangan mendiami beberapa desa di perhuluan sungai Balangan di kecamatan Halong dan Juai.

Bahasa

sunting

Bahasa Dayak Dusun Halong di Kabupaten Balangan menggunakan kode: mhy-dus pada multitree,[3] dan dianggap sebagai dialek dari bahasa Maanyan.

Budaya

sunting

Mata pencahariaan

sunting

Mayoritas masyarakat Dayak Halong memiliki pekerjaan berupa berkebun pisang, mangga, rambutan, langsat, durian dan menanam padi serta tanaman rempah. Penghasilan terbanyak adalah buah pisang yang beraneka jenis dan padi. Namun, sekarang banyak masyarakatnya yang juga menjadi pengusaha, pegawai negeri dan politikus.[4]

Pada 1995, terdapat perubahan mata pencaharian masyarakat Dayak Halong sejak adanya penyediaan lahan dan bibit karet oleh pemerintah melalui dinas perhutanan/perkebunan yang diprakasai dan bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB).[4]

Program ini memberikan lahan kepada masing-masing kepala keluarga dan bibit karet unggul yang akan ditanam di ladang berdampingan dengan padi. Namun, ketika pohon karet telah besar dan siap untuk disadap, maka kegiatan berladang padi ditinggalkan karena kurang bernilai dan keterbatasan lahan.[4]

Aruh Baharin

sunting

Membatur

sunting

Upacara membatur adalah upacara pembuatan rumah bagi arwah leluhur yang dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Halong. Rumah-rumahan atau batur yang akan dipersembahkan terbuat dari kayu ulin. Selain itu juga dipersembahkan hewan berupa kerbau atau kambing.[5]

Agama dan kepercayaan

sunting

Di kecamatan Halong terdapat lebih kurang 4.000 jiwa beragama non muslim yang merupakan masyarakat adat suku Dayak yang terdiri dari Dayak Halong (mayoritas), Dayak Deah dan Dayak Meratus (Bukit). Pemukiman ini di tengah-tengah di antara yang memisahkan perkampungan suku Banjar dan suku Dayak Deah. Mayoritas suku Dayak Halong beragama Buddha selain beragama leluhur Kaharingan dan ada juga penganut Kristen.[6][7]

Sistem kepercayaan masyarakat Dayak Halong mengalami perubahan sejak akhir 1980-an. Hal ini diawali dengan perubahan mata pencaharian dan kedatangan penduduk baru termasuk misionari agama-agama, khususnya agama Buddha di Halong pada 1985. Pada masa kepresidenan Suharto, masyarakat diwajibkan untuk memeluk agama dan beberapa orang dari masyarakat Dayak terpaksa memilih agama yang disesuaikan dengan adat mereka. Pada awalnya kepala suku Dayak memilih agama Hindu, tetapi beralih menjadi Buddha yang dianggap memiliki pandangan dunia yang serupa dengan kepercayaan mereka. Sebelum memeluk agama Buddha, masyarakat menganut kepercayaan Kaharingan.[4]

Konsepsi alam

sunting

Masyarakat Halong mengenal adanya tiga alam yaitu alam manusia, alam gaib dan alam surga atau alam basarak. Konsepsi masyarakat akan ketiga alam ini terlihat dari kepercayaan mereka terhadap keberadaan dewa. Seluruh dewa atau dewata yang tinggal di alam dewa akan diundang saat mengadakan ritual adat. Selain itu, dipercaya juga bahwa terdapat tingkatan-tingkatan dengan tingkat yang tertinggi berada di Kepala Rakun yang dihuni oleh Rahmat Datuk Singadana.[8]

Pranala luar

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ a b Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia (Hasil Sensus Penduduk 2010) [Bancian Warganegara, Bangsa, Ugama, dan Bahasa Ibu Rakyat Indonesia (Hasil Banci 2010)], Jakarta: Central Bureau of National Statistics of the Republic of Indonesia, 2010
  2. ^ http://www.antaranews.com/berita/433037/balai-bahasa-dokumentasikan-bahasa-dayak-halong
  3. ^ a b http://multitree.org/codes/mhy-dus
  4. ^ a b c d Metta, Lestiana; Budiyanto, Ary (2013). Negosiasi Buddhisme dalam Ritual Aruh Baharin Dayak Halong (PDF). Etnicity and Globalization” International Conference & Summer School on Indonesian Studies (ICSSIS). hlm. 350–352. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Mawardi, Sisva (2019-07-23). "UPACARA MEMBATUR: SARANA PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PADA MASYARAKAT DAYAK HALONG". JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA. 3 (1): 653–668. doi:10.36424/jpsb.v3i1.115. ISSN 2655-8254.
  6. ^ http://www.youtube.com/watch?v=jHE_1hgvlqE
  7. ^ http://www.youtube.com/watch?v=7m_sLbh2pPI
  8. ^ Mawardi, Sisva (2019-07-23). "MITOS BATU BATULIS DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DAYAK HALONG". JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA. 1 (1): 25–37. doi:10.36424/jpsb.v1i1.105. ISSN 2655-8254.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Halong, Balangan

Halong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 194 kilometer dari Ibu kota

Halong, Halong, Balangan

Halong adalah salah satu desa di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ariansyah, Mohammad Rizal, dkk (26 September

Halong

Halong dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Halong, Balangan Halong, Haruai, Tabalong Teluk Ha Long Halaman disambiguasi ini berisi daftar artikel

Halong, Haruai, Tabalong

Halong adalah salah satu desa di Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ayutyas, Sari; Jannah (26 September 2024)

Kalimantan Selatan

kawasan Pegunungan Meratus (Dayak Meratus, Dusun Deah, Maanyan, Lawangan, Halong dan Samihim). Pendatang Suku Jawa, berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah

Daftar fam Ambon

Batumerah 5. Ema 6. Hative kecil 7. Hative besar 8. Hatu 9. Hatalai 10. Halong 11. Hitulama 12. Hitumessing 13. Hila 14. Hutumuri 15. Hukurila 16. Kaitetu

Teluk Ha Long

Teluk Halong (2008) Kapal wisata di Teluk Halong (2013) Kapal khas Halong Bay (2004) Ha Long Bay, UNESCO World Heritage Centre. The Legend of Halong Bay

Suku Dayak

terdapat pada masyarakat suku Dayak Dusun Balangan yang tinggal di kecamatan Halong di Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Barat, agama Kristen diklaim sebagai