FMRI (Functional magnetic resonance imaging) adalah teknik untuk mengukur aktivitas otak dengan mendeteksi perubahan yang berkaitan dengan aliran darah.[1][2]Teknik ini didasarkan pada fakta bahwa aliran darah di otak dan aktivasi neuron saling terkait: ketika suatu area otak digunakan, aliran darah ke area tersebut meningkat.[3]

Penggunaan

sunting

Bentuk utama fMRI menggunakan blood-oxygen-level dependent (BOLD) contrast,[4] yang ditemukan oleh Seiji Ogawa dan rekan-rekannya pada tahun 1990. BOLD fMRI merupakan jenis pemindaian otak dan tubuh khusus yang digunakan untuk memetakan aktivitas saraf di otak atau sumsum tulang belakang manusia maupun hewan lainnya dengan memvisualisasikan perubahan aliran darah (respons hemodinamik) yang terkait dengan penggunaan energi oleh sel saraf.[4] Sejak awal 1990-an, fMRI menjadi dominan dalam penelitian pemetaan otak karena bersifat non-invasif, biasanya tidak memerlukan injeksi, operasi, atau konsumsi zat seperti penanda radioaktif pada positron emission tomography (PET).[5]

Namun, data fMRI sering terganggu oleh noise dari berbagai sumber; oleh karena itu, prosedur statistik digunakan untuk mengekstrak sinyal yang mendasari. Aktivasi otak yang dihasilkan dapat direpresentasikan secara grafis dengan pemberian warna untuk menunjukkan kekuatan aktivasi di seluruh otak atau area spesifik yang diteliti. Teknik ini dapat melokalisasi aktivitas hingga beberapa milimeter, tetapi dengan teknik standar, resolusi waktunya hanya hingga beberapa detik.[5] Metode lain untuk memperoleh kontras termasuk arterial spin labeling[5] dan diffusion MRI, yang mirip dengan BOLD fMRI tetapi memberikan kontras berdasarkan besarnya difusi molekul air di otak.

Selain mendeteksi respons BOLD akibat tugas atau stimulus, fMRI juga dapat mengukur resting state atau kondisi tanpa tugas, yang menunjukkan variansi BOLD dasar subjek. Sejak sekitar 1998, penelitian menunjukkan keberadaan dan sifat default mode network, yaitu jaringan saraf yang terhubung secara fungsional dan aktif saat otak dalam keadaan istirahat.

fMRI digunakan dalam penelitian dan, dalam skala lebih kecil, di bidang klinis. fMRI dapat melengkapi pengukuran fisiologi otak lainnya, seperti electroencephalography (EEG) dan near-infrared spectroscopy (NIRS). Metode baru sedang diteliti untuk meningkatkan resolusi spasial dan waktu, yang umumnya menggunakan biomarker selain sinyal BOLD. Beberapa perusahaan telah mengembangkan produk komersial, seperti detektor kebohongan berbasis fMRI, tetapi penelitian ini belum cukup matang untuk penggunaan komersial luas.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ "Wayback Machine" (PDF). www.trtf.eu. Diakses tanggal 2025-11-12.
  2. ^ Huettel, Scott A.; Song, Allen W.; McCarthy, Gregory (2008). Functional magnetic resonance imaging (Edisi 2nd ed). Sunderland, Mass: Sinauer Associates. ISBN 978-0-87893-286-3.
  3. ^ Logothetis, Nikos K.; Pauls, Jon; Augath, Mark; Trinath, Torsten; Oeltermann, Axel (2001-07-12). "Neurophysiological investigation of the basis of the fMRI signal". Nature (dalam bahasa Inggris). 412 (6843): 150–157. doi:10.1038/35084005. ISSN 0028-0836.
  4. ^ Huettel, Scott A.; Song, Allen W.; McCarthy, Gregory (2009). Functional magnetic resonance imaging (Edisi 2. ed). Sunderland, Mass: Sinauer. ISBN 978-0-87893-286-3.
  5. ^ a b c d Huettel, Scott A.; Song, Allen W.; McCarthy, Gregory (2009). Functional magnetic resonance imaging (Edisi 2. ed). Sunderland, Mass: Sinauer. ISBN 978-0-87893-286-3.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teori pikiran

CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Gallagher and Frith, (2003) "Functional imaging of 'theory of mind'," Trends in Cognitive Sciences Vol. 7, No. 2,

Neuromarketing

manusia, dengan menggunakan metode penitraan otak seperti functional magnetic resonance imaging (fMRI) dan electroencephalography (EEG) untuk melakukan

Amnesia retrograde

PMC 6793126. PMID 9570821. Medical Advisory, Secretariat (2006-12-01). "Functional Brain Imaging". Ontario Health Technology Assessment Series. 6 (22): 1–79. ISSN 1915-7398

Penis manusia

P.; Sabelis, I.; Mooyaart, E. (December 18, 1999). "Magnetic resonance imaging of male and female genitals during coitus and female sexual arousal". BMJ

Strok

penderita, pemeriksaan, test laborat meliputi tomografi, noninvasive vascular imaging, dan saat memungkinkan dan relevan, angiografi. Dari diagnosis tersebut

Radiofarmasetika

In-vivo Imaging Tc99m-Colloid Lacrimal imaging Eye drops In-vivo Imaging Tc99m-HIDA (Hepatic iminodiacetic acid) Functional biliary system imaging IV In-vivo

Pinggul

Alberto; Tercedor Sánchez, Juan (2016). "Imaging of Hip Pain: From Radiography to Cross-Sectional Imaging Techniques". Radiology Research and Practice

Skizofrenia

0444528768. Functional brain imaging of symptoms and cognition in schizophrenia. p. 302. Coyle 2006, hlm. 878 Green MF. Cognitive impairment and functional outcome