Alila Ubud
Peta
Jaringan hotelAlila Hotels & Resorts
Informasi umum
LokasiBali, Indonesia
AlamatJl. Raya Kedewatan, Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar
Koordinat8°27′42″S 115°14′26″E / 8.46180°S 115.24060°E / -8.46180; 115.24060
Pembukaan1996; 30 tahun lalu (1996) (sebagai The Chedi Ubud)
2002; 24 tahun lalu (2002) (sebagai Alila Ubud)
PemilikPT Bukit Uluwatu Villa Tbk
ManajemenHyatt
Data teknis
Jumlah lantai2
Desain dan konstruksi
ArsitekKerry Hill
Informasi lain
Jumlah kamar74
Jumlah rumah makan2
Situs web
www.alilahotels.com/ubud

Alila Ubud adalah sebuah hotel mewah yang terletak di Desa Melinggih Kelod, Gianyar, Bali, dekat dengan Ubud. Terletak di tepi Sungai Ayung, hotel ini pertama kali dibuka pada tahun 1996 dan saat ini dikelola oleh Alila Hotels & Resorts, anak perusahaan dari Hyatt. Alila Ubud merupakan salah satu dari empat properti Alila di Bali. Hotel ini dimiliki oleh PT Bukit Uluwatu Villa Tbk.[1]

Sejarah

sunting

Pada tahun 1996, GHM Hotels membuka hotel ini dengan nama The Chedi Ubud, dengan rancangan oleh arsitek Kerry Hill.[2] GHM merupakan perusahaan perhotelan yang didirikan oleh Adrian Zecha, sama seperti Aman Resorts, sehingga Alila Ubud dapat dikatakan sebagai saudara sedarah dengan Amandari, cabang Aman di wilayah Ubud.[3] GHM mengelola hotel mereka melalui tiga merek, satu di antaranya adalah The Chedi. Memiliki arti "stupa" dalam bahasa Thai, The Chedi digunakan untuk sanggraloka di mana tamu dapat menginap di suaka ketenangan dengan latar lingkungan yang indah.[4] Selain di Bali, GHM juga sempat mengelola hotel The Chedi Bandung di Ciumbuleuit, Bandung (sekarang Padma Hotel Bandung).[5]

The Chedi Ubud adalah tuan rumah pertama dari Mandara Spa. Meskipun gerai itu sudah tutup, jaringan spa berbasis perawatan khas Bali tersebut saat ini telah berkembang ke seluruh dunia.[6]

Pada tahun 2001, jaringan hotel Alila dibangun oleh Franky Tjahyadikarta dan Mark Edleson, dua mantan pegawai GHM, dan keseluruhan hotel GHM di Indonesia kecuali The Legian Seminyak, Bali selanjutnya lepas dari perusahaan tersebut. Setahun berikutnya, The Chedi Ubud bergabung dengan Alila dan bersalin nama menjadi Alila Ubud.[6]

Fasilitas

sunting

Alila Ubud memiliki jumlah kamar sebanyak 74, terdiri atas 2 kategori besar, yakni biasa dan villa. 56 kamar kategori biasa tersebar di 14 gedung berlantai 2 yang berjajaran di sebelah barat hotel, dengan kamar tipe Superior yang menempati lantai atas dan Deluxe yang menempati lantai bawah. Sementara itu, 18 kamar dengan kategori villa dibagi menjadi 4 kamar bertipe Valley Villa di di tepi Sungai Ayung, 4 kamar bertipe Pool Villa di tengah-tengah pekarangan, 5 kamar bertipe Terrace Tree Villa di sebelah timur, 4 kamar bertipe Forest Edge Villa di tepi timur hotel, dan sebuah akomodasi khusus dengan 2 kamar tidur. Fasilitas kolam renang pribadi disediakan di akomodasi khusus tersebut beserta seluruh kamar bertipe Pool Villa.[7]

Salah satu ciri khas Alila Ubud adalah kolam renang umumnya yang berupa infinity pool sepanjang 25 meter. Kolam ini menjorok ke arah tebing, menyuguhkan pemandangan lembah Sungai Ayung dari atas. Selain itu, Alila Ubud juga menyediakan fasilitas dua rumah makan (Cabana Lounge, Plantation Restaurant), spa, pusat kebugaran, dan ruang pertemuan.[7]

Rujukan

sunting
  1. ^ "Sosok Franky Tjahyadikarta, Pemilik Jaringan Hotel Alila Lulusan Teknik Sipil". Entepreneur. 28 Juni 2023. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.
  2. ^ "Remembering Kerry Hill". Paras Paras. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.
  3. ^ "Adrian Zecha Shares His Philosophy and Vision for the New Azerai Resort". Prestige Online. 20 Maret 2021. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.
  4. ^ "Our Brands". GHM. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.
  5. ^ "Padma Hotel Bandung, Kota Bandung". Indo Places. 5 Mei 2019. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.
  6. ^ a b "The Alila journey: In conversation with co-founder Mark Edleson". Hospitality Insights. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.
  7. ^ a b "Review: Hyatt's Alila Ubud, A Bali Jungle Resort". Travel Spill. 10 Mei 2023. Diakses tanggal 4 Agustus 2024.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hutan Dean

Hutan Dean atau Forest of Dean (Bahasa Inggris Forest of Dean English: Vorest o’ Dean) adalah wilayah geografis, historis dan budaya di bagian barat county

Hutan

the Edge Diarsipkan 13 August 2017 di Wayback Machine.. Wilson, Sarah Jane; Schelhas, John; Grau, Ricardo; Nanni, A Sofia; Sloan, Sean (2017). "Forest ecosystem-service

Pfaffia jubata

William J. (2019-08-21). Open Ecosystems: ecology and evolution beyond the forest edge (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 59. ISBN 978-0-19-254070-6

Deforestasi

"Global forest loss increases in 2020". Mongabay. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 April 2021. ● Data from "Indicators of Forest Extent / Forest Loss"

Aokigahara

Amazeen, Sandy. "Book Review: Cliffs of Despair A Journey to Suicide's Edge" Diarsipkan 2007-12-04 di Wayback Machine., Monsters & Critics.December 21

F. X. Harsono

(2010). "Homo Ludens", Emmitan CA Gallery, Surabaya, Indonesia (2010). "Edge of Elsewhere", Pameran kelompok oleh seniman dari Australia, Asia, and the

Tokyo Ska Paradise Orchestra

Cutting Edge) Peeled Orange (めくれたオレンジ) - (08/08/2001 Cutting Edge) Great Singing Bird Sky (カナリヤ鳴く空) - (12/12/2001 Cutting Edge) Beautiful Burning Forest (美しく燃える森)

Aday Mara

Bolch, Ben (Januari 27, 2025). "Sebastian Mack's late heroics help UCLA edge USC and extend its winning streak". Los Angeles Times. Diakses tanggal Januari