Bit merah (Beta vulgaris subsp. vulgaris Conditiva-Grup)

Bit merah (bahasa Inggris: beetroot) dimasukkan ke dalam kelas Beta vulgaris dan subspecies group vulgaris Conditiva. Karena warnanya yang merah keunguan yang kuat, selain untuk makanan, juga digunakan sebagai pewarna makanan dan pengobatan.

Penggunaan

sunting

Makanan

sunting
Irisan dari umbi bit merah

Umbi yang berwarna merah keunguan ini dapat dimakan secara langsung sebagai bagian dari salad yang dicampur dengan sayuran lain, atau juga direbus dan dipanggang.

Dalam skala industri, umbi bit merah direbus dan disterilisasi seperti dengan cuka. Di Eropa Timur bit merah disajikan sebagai sup dan merupakan sajian yang populer. Bit merah dapat juga digunakan untuk membuat anggur atau wine.

Penggunaan lain

sunting

Betanin, yang didapat dari akar, digunakan dalam industri sebagai pewarna merah, untuk meningkatkan warna dan rasa di dalam pasta tomat, saus, pencuci mulut, selai, es krim, pemanis, sereal, dan lain sebagainya.

Sejarah penggunaan

sunting

Pada abad pertengahan, bit merah digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan pencernaan dan darah. Bartolomeo Platina menyarankan untuk mencampur bit merah dengan bawang putih untuk menghilangkan efek napas bau bawang putih.[1]

Nutrisi

sunting
Beetroots, cooked
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi180 kJ (43 kcal)
9.96 g
Gula7.96 g
Serat pangan2.0 g
.18 g
1.68 g
VitaminKuantitas
%AKG
Vitamin A equiv.
0%
2 μg
Tiamina (B1)
3%
.031 mg
Riboflavin (B2)
2%
.027 mg
Niasin (B3)
2%
.331 mg
Asam pantotenat (B5)
3%
.145 mg
Vitamin B6
5%
.067 mg
Folat (B9)
20%
80 μg
Vitamin C
4%
3.6 mg
MineralKuantitas
%AKG
Kalsium
2%
16 mg
Zat besi
6%
.79 mg
Magnesium
6%
23 mg
Mangan
14%
0.3 mg
Fosfor
5%
38 mg
Potasium
6%
305 mg
Sodium
5%
77 mg
Seng
4%
.35 mg
Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: USDA FoodData Central

Per 100 gram penyajian tersedia 43 kalori, bit merah adalah sumber yang istimewa dari (20% of the Daily Value, DV) of folate dan sumber yang bagus (14% DV) dari mangan, dengan nutrisi lain dalam jumlah kecil (lihat tabel di samping).[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Platina De Honesta Voluptate et Valetudine, 3.14
  2. ^ "Nutrition Facts for Beets, Raw per 100 g". 2012. Diakses tanggal 29 July 2013.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kulit gelap

Mills, J. L.; Kirke, P. N.; Weir, D. G.; Scott, J. M.; et al. (1999). "Folate status and neural tube defects". BioFactors. 10 (2–3): 291–294. doi:10.1002/biof

Asam folat

Asam folat atau vitamin B9 (bahasa Inggris: folic acid, folate, folacin, vitamin BC, pteroyl-L-glutamic acid, pteroyl-L-glutamate, pteroylmonoglutamic

Gizi dan kehamilan

7. AT (Alpha-tocopherol) atau sediaan vitamin E oral , 8. DFE (Dietary Folate Equivalent) atau angka kecukupan asam folat. Pada dasarnya hampir semua

Vitamin B12

Sean; Fowler, Brian; Baumgartner, Matthias R. (2019-07). "Vitamin B12 , folate, and the methionine remethylation cycle-biochemistry, pathways, and regulation"

Fortifikasi pangan

Diakses tanggal 2017-06-09. McNulty, Helene; Pentieva, Kristina (2007). "Folate bioavailability". Proceedings of the Nutrition Society. 63 (04): 529–536

Asam 4-aminobenzoat

Adams-Phillips, L. C.; Giovannoni, J. J.; Gregory JF III; Hanson, A. D. (2004). "Folate synthesis in plants: The p-aminobenzoate branch is initiated by a bifunctional

Asam 4-aminosalisilat

EJ, Turman BJ, Baughn AD (September 2015). "Mycobacterium tuberculosis folate metabolism and the mechanistic basis for para-aminosalicylic acid susceptibility

Kubis galisia

Effects of genotypes and leaf position on concentrations of ascorbic acid, folate, β-carotene, lutein and phylloquinone". Journal of Food Composition and