📑 Table of Contents
Koefisien hambatan dengan bilangan Reynolds sekitar 104[1][2]

Dalam dinamika fluida, koefisien hambatan atau koefisien seret (sering ditulis dengan notasi: , , atau ) merupakan besaran tidak berdimensi yang digunakan untuk menghitung gaya hambat sebuah objek dalam fluida, seperti udara atau air. Koefisien ini diguakan dalam persamaan hambatan yang menyatakan bahwa semakin kecil koefisien hambat, maka semakin kecil pula gaya hambatnya. Koefisien hambatan selalui dihubungkan dengan luas permukaan tertentu.[3]

Koefisien hambatan tergantung pada dua komponen hambatan, yakni gaya gesek permukaan dan hambatan akibat bentuk objek. Koefisien hambatan airfoil atau hidrofoil memperhitungkan efek hambatan akibat gaya angkat.[4][5] Koefisien hambatan sebuah struktur seperti pesawat memperhitungkan pula hambatan interferensi.[6][7]

Definisi

sunting
Tabel koefisien hambatan menurut besarnya untuk berbagai bentuk prisma (kolom kanan) dan bentuk bundar (kolom kiri) dengan bilangan Reynolds antara 104 dan 106 dan arah aliran dari kiri.[8]

Secara matematis, koefisien hambatan dinyatakan sebagai:

dengan:

  • merupakan gaya hambat;
  • merupakan massa jenis fluida;[9]
  • merupakan kelajuan aliran sebuah objek relatif terhadap fluida;
  • merupakan luas referensi.

Catatan

sunting
  1. ^ Baker, W.E. (1983). Explosion Hazards and Evaluation, Volume 5. Elsevier Science. ISBN 9780444599889.
  2. ^ AARØNÆS, ANTON STADE (2014). Dynamic response of pipe rack steel structures to explosion loads (PDF). CHALMERS UNIVERSITY OF TECHNOLOGY.
  3. ^ McCormick, Barnes W. (1979). Aerodynamics, Aeronautics, and Flight Mechanics. New York: John Wiley & Sons, Inc. hlm. 24. ISBN 0471030325.
  4. ^ Clancy, L. J. (1975). "5.18". Aerodynamics. ISBN 9780470158371.
  5. ^ Abbott, Ira H., and Von Doenhoff, Albert E.: Theory of Wing Sections. Sections 1.2 and 1.3
  6. ^ "NASA's Modern Drag Equation". Wright.nasa.gov. 2010-03-25. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-03-02. Diakses tanggal 2010-12-07.
  7. ^ Clancy, L. J.: Aerodynamics. Section 11.17
  8. ^ Hoerner, Sighard F. (1965). Fluid-Dynamic Drag : Practical Information on Aerodynamic Drag and Hydrodynamic Resistance (Edisi 2). hlm. 3–17.
  9. ^ Untuk atmosfer Bumi, massa jenis udara dapat ditentukan menggunakan rumus barometrik. Udara memiliki massa jenis 1,293 kg/m3 pada temperatur 0 °C (32 °F) dan tekanan 1 atmosfer.

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Lelajur

modernes et futurs, Teknea, 1997, p. 229 Hoerner, Fluid Dynamic Lift, Double Delta Wings In Hoerner Fluid Dynamic Lift, "Tail fins - Dorsal and others fins on

Sapi perah

distribusi suhu udara pada kandang sapi perah menggunakan computational fluid dynamic (CFD)". Media Peternakan. IPB. Knaus. Dairy cows trapped between performance

Gaya angkat

Hidrodinamika Hidrofoil dengan Menggunakan Perangkat Lunak CFD (Computational Fluid Dynamic)". Prosiding SNATIF (1). Fakultas Teknik, Universitas Muara Kudus: 105

Kapal kelas trimaran

"Studi Konfigurasi Lambung Kapal Trimaran dengan Bantuan Computational Fluid Dynamic (CFD)" (PDF). Kapal. 10 (3): 132–133. Pemeliharaan CS1: Banyak nama:

Tekanan intraokular

Flammer J, Orgul S (June 2007). "Effect of central corneal thickness on dynamic contour tonometry and Goldmann applanation tonometry in primary open-angle

Tekken 6

running at 60 frames per second as well as a dynamic physics engine named the "Octave Engine", which simulates fluid dynamics and among other things, allows

Dopamin beta-hidroksilase

sensitive assay for dopamine-beta-hydroxylase activity in human cerebrospinal fluid by high performance liquid chromatography-electrochemical detection: properties

Turbin angin sumbu vertikal

Smits, A. J. (2018). "Dynamic stall in vertical axis wind turbines: Scaling and topological considerations". Journal of Fluid Mechanics. 841: 746–766