Politik Jepang berbentuk multi partai bikameral Parlemen Demokrasi perwakilan Kerajaan konstitusional di mana Kaisar adalah Kepala Negara Seremoni dan Perdana Menteri adalah Kepala Pemerintahan dan kepala Kabinet, yang merupakan bagian dari eksekutif.

Lembaga legislatif berada di tangan Parlemen, di mana terdiri dari DPR dan Dewan Penasihat. Yudikatif berada di tangan Mahkamah Agung dan Pengadilan, dan kedaulatan berada di tangan Rakyat Jepang berdasarkan Konstitusi. Jepang dianggap sebagai Kerajaan Konstitusional dengan sistem Hukum sipil.

Economist Intelligence Unit menempatkan Jepang sebagai flawed democracy atau negara dengan demokrasi berkembang pada 2016.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ solutions, EIU digital. "Democracy Index 2016 - The Economist Intelligence Unit". www.eiu.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-30.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mahendra Chaudhry

30 September 2007 di Wayback Machine., Fiji Times, 9 January 2007. "Flawed democracy" Diarsipkan 20 November 2008 di Wayback Machine., Fiji Labour Party

Tarique Rahman

tanggal 19 December 2025. Diakses tanggal 11 December 2025. "Tarique Rahman – flawed heir apparent?" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 8 March 2007. Diarsipkan

Indeks Demokrasi

Februari 2021. Diakses tanggal 14 Juni 2021. "Peter Tasker: The flawed 'science' behind democracy rankings" (dalam bahasa Inggris). Nikkei Asia. Diarsipkan

Politik Kerajaan Arab Saudi

hlm. 143. ISBN 978-0-521-74754-7. "Obituary: King Fahd - A forceful but flawed ruler". The Financial Times. 1 Agustus 2005. Diakses tanggal 18 Juli 2011

Bernie Sanders

Naylor, Brian (October 24, 2008). "Greenspan Admits Free Market Ideology Flawed". NPR. Diakses tanggal January 18, 2016. Reynolds, Tom (May 6, 1992). "Cancer

Whataboutisme

technique during the Cold War. It aimed to portray the West as so morally flawed that its criticism of the Soviet empire was hypocritical. Zimmer, Ben (June

Pemilihan umum presiden Azerbaijan 2013

Diakses tanggal 11 Oktober 2013. "OSCE observers cry foul over 'seriously flawed' Azeri election". Euronews. 10 Oktober 2013. Diakses tanggal 11 Oktober

Ronald Dworkin

Oxford University Press, 1977. A Badly Flawed Election: Debating Bush v. Gore, the Supreme Court, and American Democracy. Ed. New York: New Press, 2002. From