Tren gas amonia global yang diukur dari luar angkasa dari tahun 2002 hingga 2016.

Polusi amonia atau pencemaran amonia adalah polusi yang disebabkan oleh amonia, senyawa kimia anorganik yang terdiri atas nitrogen dan hidrogen dengan rumus NH3. Amonia mampu mencemari air, udara dan tanah. Apabila amonia mencemari air, maka senyawa tersebut dapat membuat organisme air kesulitan mengeluarkan racun yang ada pada tubuh mereka dan menyebabkan penumpukan racun dalam jaringan internal dan darah sehingga membuat organisme tersebut mati.[1] Amonia juga mencemari udara dan tanah ketika zat tersebut menguap saat dilepaskan, bereaksi dengan kelembapan udara membentuk amonium, lalu kembali ke bumi melalui hujan. Amonium mengikat bahan organik dan tanah liat, tetapi jarang menumpuk karena bakteri mengubahnya menjadi nitrat melalui nitrifikasi. Nitrat dapat diserap tanaman atau larut secara vertikal melalui tanah, sementara amonium cenderung tetap terikat di tanah kecuali tersapu hujan, sehingga kontaminasi lebih banyak bergerak vertikal sebagai nitrat.[2]

Sumber

sunting

Sumber terbesar dari polusi amonia adalah pertanian. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa pertanian menyumbang sekitar 70-81% emisi amonia global.[3][4] Sumber lain dari pencemaran amonia adalah pembakaran biomassa yang menyumbang sekitar 17% dari emisi amonia global. Sedangkan sumber antropogenik non-pertanian hanya menyumbang 2% dari emisi NH₃ global.[5]

Dampak

sunting

Keanekaragaman hayati

sunting

Amonia dapat merusak keanekaragaman hayati air meracuni ikan dan meningkatkan jumlah kematian organisme air tersebut.[6] Amonia juga menyebabkan eutrofikasi, sebuah fenomena ketika pertumbuhan alga melonjak tinggi dan menyerap sebagian besar oksigen yang berada di perairan sehingga membuat organisme air lain mati.[7]

Kesehatan manusia

sunting

Amonia telah dilaporkan memiliki dampak kesehatan bagi manusia. Dampak kesehatan ini dapat mencakup penurunan fungsi paru-paru, iritasi pada tenggorokan dan mata, serta peningkatan batuk. Terdapat pula penelitian yang menyatakan bahwa polusi amonia yang dihasilkan dari pertanian memengaruhi timbulnya asma pada anak kecil. Selain itu, amonia mampu berubah menjadi partikel pecahan halus yang mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan penyakit jangka panjang seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan kanker paru-paru.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ United States Enviromental Protection Agency (2015-08-20). "Aquatic Life Criteria - Ammonia". Enviromental Protection Agency (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  2. ^ Minnesota Department of Agriculture. "Ecological Effects of Ammonia". MDA Minnesota (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  3. ^ a b Wyer, Katie E.; Kelleghan, David B.; Blanes-Vidal, Victoria; Schauberger, Günther; Curran, Thomas P. (2022-12-01). "Ammonia emissions from agriculture and their contribution to fine particulate matter: A review of implications for human health". Journal of Environmental Management. 323: 116285. doi:10.1016/j.jenvman.2022.116285. ISSN 0301-4797.
  4. ^ Liu, Lei; Xu, Wen; Lu, Xiankai; Zhong, Buqing; Guo, Yixin; Lu, Xiao; Zhao, Yuanhong; He, Wei; Wang, Songhan (2022-04-05). "Exploring global changes in agricultural ammonia emissions and their contribution to nitrogen deposition since 1980". Proceedings of the National Academy of Sciences. 119 (14): e2121998119. doi:10.1073/pnas.2121998119. PMC 9169101. PMID 35344440.
  5. ^ Bauer, Susanne E.; Tsigaridis, Kostas; Miller, Ron (2016). "Significant atmospheric aerosol pollution caused by world food cultivation". Geophysical Research Letters (dalam bahasa Inggris). 43 (10): 5394–5400. doi:10.1002/2016GL068354. ISSN 1944-8007.
  6. ^ Services, Florida Department of Agriculture and Consumer. "Florida Department of Agriculture & Consumer Services". www.fdacs.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-27.
  7. ^ Hamuna, Baigo, Rosye H. R. Tanjung, Suwito, Hendra K. Maury (April 2018). "Konsetrasi Amoniak, Nitrar dan Fosfat di Perairan Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura" (PDF). EnviroScienteae. 14 (1): 8–15. ISSN 2302-3708. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)