Dr. Lisa Jones adalah Profesor dan pemegang kursi Chancellor's Associates Endowed Chair in Chemistry and Biochemistry di University of California, San Diego (UCSD), Amerika Serikat. Ia merupakan pemimpin Jones Lab, laboratorium penelitian yang fokus pada proteomika struktural untuk mempelajari interaksi protein dalam sistem biologis yang kompleks. Ia menjabat sebagai Chief Scientific Officer (CSO) di GenNext Technologies, Inc., sebuah perusahaan yang berbasis di San Francisco Bay Area dan fokus pada pengembangan teknologi untuk penelitian biopharmaceutical.[1]

Karier Akademik dan Penelitian

sunting

Pendidikan

sunting

Dr. Lisa Jones meraih gelar Ph.D. dari Georgia State University pada tahun 2006.

Kariernya di bidang proteomika dimulai dengan penelitian tentang struktur protein, yang terus berkembang hingga analisis kompleksitas protein menggunakan berbagai teknik mutakhir seperti spektrometri massa (MS). Di Michael Gross Laboratory, ia mendalami FPOP untuk analisis protein kompleks dan menjadi yang pertama melaporkan epitope mapping menggunakan teknik ini. Saat ini, ia memimpin laboratorium yang mengembangkan metode inovatif untuk mempelajari protein dalam lingkungan seluler alami. Penelitiannya menargetkan proses biologis cepat, seperti lipatan protein dan kaskade sinyal, menggunakan sistem throughput tinggi.[2]

Afiliasi Akademik

sunting

Dr. Lisa Jones memiliki kantor di Gedung Ilmu Pengetahuan Alam di UCSD dan merupakan pemimpin kelompok penelitian yang aktif terlibat dalam kolaborasi interdisipliner.

Sebelum bergabung dengan GenNext, Dr. Jones adalah seorang profesor di University of California, San Diego (UCSD), di Departemen Kimia dan Biokimia. Ia memimpin Jones Lab, yang menggunakan pendekatan biokimia, analitik, dan biofisika, bersama dengan spektrometri massa, untuk mempelajari interaksi protein dalam sistem biologis. Penelitian lab-nya juga memperluas metode Fast Photochemical Oxidation of Proteins (FPOP) untuk analisis in vivo pada model hewan seperti C. elegans.

Bidang Penelitian

sunting

Penelitian Dr. Jones berfokus pada:

  • Proteomika struktural dengan menggunakan pendekatan biokimia, analitik, dan biofisika.
  • Metode fast photochemical oxidation of proteins (FPOP) yang digabungkan dengan spektrometri massa untuk memetakan interaksi protein.
  • Pengembangan metode untuk memahami fenomena biologis yang kompleks pada lingkungan seluler alami.[3]

Sebagai pelopor dunia dalam bidang in-cell dan whole-organism FPOP, Dr. Jones telah mendedikasikan kariernya untuk mengembangkan teknologi baru dalam karakterisasi protein. Karyanya memberikan pemahaman penting tentang interaksi protein, khususnya dalam protein membran, yang merupakan target utama obat-obatan.

Peran di GenNext Technologies

sunting

Sebagai CSO, Dr. Jones bertanggung jawab untuk merumuskan strategi ilmiah GenNext dan memimpin penelitian serta pengembangan (R&D) perusahaan. Ia berfokus pada teknologi yang memungkinkan pemantauan protein langsung di lingkungan seluler aslinya, tanpa harus memurnikan protein tersebut, sebuah kemajuan signifikan untuk penelitian biopharmaceutical.

Pengakuan dan Visi

sunting

Dr. Jones menekankan pentingnya inovasi dalam sains dan teknologi, khususnya dalam metode protein footprinting seperti FPOP. Ia memandang perannya di GenNext sebagai peluang untuk mengarahkan pengembangan teknologi revolusioner yang dapat meningkatkan efektivitas penelitian dan terapi biopharmaceutical. Profesional Dr. Jones terinspirasi oleh Jenny Van Eyk, seorang pemimpin di bidang pengobatan personal yang dikenal atas kontribusinya dalam otomatisasi, instrumentasi, dan bioinformatika. Ia mengapresiasi dedikasi Van Eyk dalam mendukung wanita di bidang mass spectrometry, serta kesediaannya untuk berbagi wawasan dan memberikan dukungan.

Tantangan di Bidang Ilmu Analitik

sunting

Dr. Jones mengidentifikasi tantangan di bidang ini, khususnya persepsi bahwa pengukuran analitik sering dipandang hanya sebagai alat pendukung, tanpa diakui kepentingannya dalam ilmu biologi. Menurutnya, kurangnya penghargaan terhadap metode analitik mengurangi apresiasi terhadap dampak yang dibawa oleh teknologi ini dalam sains.

Perkembangan Penting Dekade Ini

sunting

Dr. Jones menyebut perkembangan single-cell proteomics sebagai kemajuan penting dalam dekade ini. Metode ini memungkinkan studi heterogenitas seluler dari perspektif protein, memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang regulasi pasca-transkripsi dan pasca-translasi. Workflow seperti nanoPOTS dan SCoPE-MS telah memberikan informasi yang belum pernah ada sebelumnya pada tingkat protein, dengan potensi dampak besar di berbagai bidang penelitian.[4]

Inovasi dan Pandangan

sunting
  • Inovasi Analitik: Dr. Jones memimpin pengembangan FPOP untuk menganalisis sistem biologis yang kompleks, termasuk protein membran, target utama dalam pengembangan obat. Pendekatannya terhadap otomatisasi metode analitik meningkatkan kecepatan, akurasi, dan reproduktibilitas data.
  • Inspirasi Profesional: Ia terinspirasi oleh ilmuwan terkemuka seperti Carol Robinson, Vicki Wysocki, dan Jenny Brodbelt, yang membuka jalan bagi perempuan di bidang sains analitik.

Tujuan Masa Depan

sunting

Dr. Jones berambisi untuk:

  1. Menjadikan FPOP sebagai alat standar dalam biologi struktural.
  2. Memfasilitasi pelatihan bagi kelompok minoritas yang kurang terwakili dalam ilmu pengetahuan, sebagai bagian dari upayanya meningkatkan aksesibilitas sains.

Ketertarikan Lain

sunting

Di luar sains, Dr. Jones memiliki minat besar terhadap arsitektur, khususnya bangunan bergaya Gothic dengan detail artistik yang menarik perhatian sejak masa kecilnya di pinggiran New York.[2]


Referensi

sunting
  1. ^ gnxtech. "Dr. Lisa Jones of UCSD Appointed to the Role of Chief Science Officer (CSO)". GenNext Technologies (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-18.
  2. ^ a b "FPOP Star". The Analytical Scientist (dalam bahasa Inggris). 2022-01-12. Diakses tanggal 2025-03-19.
  3. ^ chemistry.ucsd.edu https://chemistry.ucsd.edu/faculty/profiles/jones_lisa.html. Diakses tanggal 2025-03-18.
  4. ^ "Lisa Jones". The Analytical Scientist (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-18.