Embriogenesis

Embriogenesis dalam biologi perkembangan adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio.Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel.[1]

Fase Pertumbuhan

sunting

Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase, antara lain:

  1. Sel tunggal/Zigot
  2. Morula
  3. Blastula
  4. Gastrula
  5. Neurula
  6. Fetus / Janin

Pemodelan embrio katak (Xenopus laevis)

sunting

Model yang sering dipakai dalam penjelasan mengenai embriogenesis terbagi menjadi beberapa golongan seperti amfibi, aves, reptil, pisces, serangga, dan mamalia, karena masing-masing mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang sedikit berbeda pada fase embrio.

Pada topik ini, model embrio yang digunakan berasal dari golongan amfibi, yaitu Xenopus laevis.

Fertilisasi hingga pembentukan Blastomer

sunting

Fertilisasi adalah masuknya spermatozoa ke dalam ovum.[2] Pada Xenopus, sel telur yang telah mengalami fertilisasi mengalami pembelahan dan membentuk banyak sel kecil yang akhirnya membentuk struktur blastomer, tanpa terjadi perubahan massa. Dengan kata lain, sel embrio katak tidak bertambah besar, hanya bertambah kompleks, berbeda dengan sel embrio manusia yang terus membesar.

12 pembelahan awal yang terjadi pada embrio katak bersifat sinkron atau bersamaan waktunya, namun membentuk struktur yang asimetris. Perbedaan pembelahan ini dipengaruhi oleh kutub yang terjadi pada sel embrio hewan, yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Pada katak, bagian kutub vegetal yang berisi kuning telur terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit atau membelah lebih sedikit.

Pembelahan pertama

Sel embriogenik ini akan terus membelah dan membentuk struktur blastomer, yaitu struktur kumpulan sel yang membentuk bola padat.

Pembentukan Ektoderm, Mesoderm, dan Endoderm

sunting

Blastomer akan melanjutkan pembelahan dan menambah jumlah sel. Saat jumlah sel mencukupi, sel-sel dari kutub animal akan berusaha membungkus sel dari kutub vegetal, yang disebut sebagai proses Gastrulasi, untuk menjadi prekursor awal pembentukan organ dan jaringan tubuh dewasa.

Prekursor jaringan ini mulai dapat diamati dari sejak fase blastomer, saat pembentukan kutub animal dan vegetal mulai terlihat. Prekursor jaringan ini memiliki struktur awal berupa lapisan yang akan terbentuk selama proses Gastrulasi. Lapisan tersebut dapat dibagi menjadi 3, yaitu:[3]

  1. Ektoderm: lapisan yang akan memberi bentuk luar hewan keseluruhan dan merupakan prekursor epidermis dan sistem saraf, dibentuk dari sebagian besar kutub animal.
  2. Endoderm: lapisan yang dibuat dari kutub vegetal dan merupakan prekursor usus dan organ internal, dibentuk dari sebagian besar kutub vegetal.
  3. Mesoderm: merupakan lapisan prekursor otot, jaringan penghubung, dan komponen lainnya yang akan menghubungkan antara ektoderm dan endoderm, dibentuk dari sebagian kutub animal dan kutub vegetal.

Fase Blastula

sunting

Blastula terbentuk ketika sel embrio katak (struktur blastomer) terus membelah, bergerak, dan membentuk rongga pada bagian dalam (membentuk struktur bola berongga).[4] Pada katak, rongga ini disebut blastocoel dan terisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel.

Fase Gastrula

sunting

Saat blastula terus mengalami pembelahan dan pertambahan jumlah sel, kutub animal akan berusaha membungkus kutub vegetal dengan bergerak dan melakukan invaginasi, yang sering disebut sebagai proses gastrulasi.

Katak memiliki proses pembentukan lapisan lembaga melalui tiga gerakan morfogenik yaitu epibilo (Perluasan mikromer dari kutub animal ke kutub vegetal), invaginasi (Pelentikan sel-sel ke arah dalam pada daerah kelabu), dan involusi.[5]

Gastrulasi ini berlangsung dengan urutan kronologis sebagai berikut:

  1. Pembentukan blastopore (saluran invaginasi)
  2. Pembentukan lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
  3. Selanjutnya sel bermigrasi dan berkohesi dengan bantuan senyawa cadherin dan integrin

Video gastrulasi

Fase Neurula dan pembentukan janin

sunting

Fase Neurula ini dilanjutkan dengan:

  • Pembentukan neurula dan notochord (pembentukan batang mesoderm sepanjang tubuh calon janin yang nantinya menjadi vertebra / tulang belikat
  • Pembentukan janin (diferensiasi sel saraf, organ, jaringan lainnya)

Setelah seluruh fase berlangsung, sel terus tumbuh dan berkembang sampai keluar dari rahim atau telur dan menjadi organisme dewasa, lalu menghasilkan sel gamet dan melakukan pembuahan sel, dan siklus ini pun terulang kembali.

Pemodelan embrio manusia (Homo sapiens)

sunting

Sebagai perbandingan, berikut ini adalah video pembentukan janin manusia. Video pembentukan janin manusia

Referensi

sunting
  • Alberts B, Johnson A, Lewis J, Raff M, Roberts K, Walter P. 2002. Molecular Biology of The Cell. New York and London: Garland Science NCBI Books
  • [ISCR] Institute for Stem Cell Research. Of frogs, mice and man: adaptation is the key to ensuring stem cells. By Ana Coutinho, Gillian Morrison and Josh Brickman ISCR[pranala nonaktif permanen]
  1. ^ Soenardirahardjo, Bambang Poernomo (2017). Teratologi pada Hewan dan Ternak (PDF). Surabaya: Airlangga University Press. ISBN 978-602-6646-21 -3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Susetyarini, Rr Eko; Nurrohman, Endrik (2023-02-09). EMBRIOLOGI HEWAN DAN MANUSIA. UMMPress. ISBN 978-979-796-798-7.
  3. ^ "3 Tahapan Perkembangan Embrio (Morula , Blastula, dan Gastrula)". 2018-05-05. Diakses tanggal 2025-11-28.
  4. ^ developer, mediaindonesia com. "Fase Blastula Tahap dan Penjelasannya". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-11-28.
  5. ^ Adnan (2022). Perkembangan Hewan Embriogenesis (PDF). Lombok: Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia. ISBN 978-623-5490-80-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Embriogenesis somatik

Embriogenesis somatik adalah suatu proses saat sel somatik (baik haploid maupun diploid) berkembang membentuk tumbuhan baru melalui tahap perkembangan

Bicoid protein homeotik

konsentrasi bicoid protein homeotik sumbu anterior-posterior (AP) selama embriogenesis Drosophila. Bicoid adalah protein pertama yang ditunjukkan untuk bertindak

Lalat capung

berbeda, yaitu fase ketika berada di air dan ketika berada di darat. Embriogenesis dan nimfa termasuk ke dalam fase di dalam air, sementara Subimago dan

Sistem reproduksi perempuan

Fertilisasi biasanya terjadi di tuba falopi dan menandai awal dari embriogenesis. Zigot kemudian akan membelah diri dalam beberapa generasi sel hingga

Reproduksi manusia

kemudian mengalami tahapan perkembangan yang teratur, dikenal sebagai embriogenesis manusia, yang menandai awal dari masa kehamilan selama 38 minggu bagi

Kultur jaringan

tunas dari mata tunas apikal, melalui pembentukan tunas adventif, dan embriogenesis somatik, baik secara langsung maupun melalui tahap pembentukan kalus

Perkembangan embrionik manusia

Endometrium Plasenta Perkembangan Janin Tinggi fundus Usia kehamilan Embriogenesis manusia Perubahan fisiologis ibu Perubahan fisiologis setelah melahirkan

Kelenjar pituitari

Kelenjar ini berada di rongga tulang sphenoid—sella turcica—. Selama embriogenesis, hipofisis berkembang sebagian dari ectoderm oral dan sebagian lagi