Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum
DKPP
Gambaran umum
SingkatanDKPP
Didirikan12 Juni 2012 12 tahun yang lalu
SifatIndependen
Alokasi APBNRp89,27 miliar (2025)[1]
Rp34 miliar (Efisiensi)
Rp55,27 miliar (APBN 2025)[2]
Lembaga sebelumnyaDewan Kehormatan Komisi Pemilihan Umum
Struktur
Ketua/AnggotaHeddy Lugito
AnggotaMuhammad Tio Aliansyah
AnggotaRatna Dewi Pettalolo
AnggotaJ. Kristiadi
AnggotaI Dewa Kade Wiarsa Raka
AnggotaYulianto Sudrajat
AnggotaHerwyn J.H. Malonda
Kantor pusat
Jl. Abdul Muis No 2-4 Jakarta Pusat
Situs web
https://dkpp.go.id/

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum atau biasa disingkat DKPP adalah suatu lembaga yang dikhususkan untuk mengimbangi dan mengawasi (check and balance) kinerja dari KPU dan Bawaslu serta jajarannya. DKPP bertugas memeriksa dan memutuskan pengaduan dan/atau laporan adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu tertuang dalam pasal 156 ayat (1) undang-undang penyelenggara pemilu Nomor 15 tahun 2011. DKPP dibentuk berdasarkan pasal 109 tentang Penyelenggara Pemilu dan kewajiban DKPP dituangkan dalam pasal 159 ayat (3).[3] DKPP resmi dibentuk pada 12 Juni 2012, terdiri dari 7 anggota yang berasal dari unsur KPU dan Bawaslu masing-masing satu orang, serta dari unsur tokoh masyarakat yang diajukan oleh DPR dan Pemerintah.[4]

Sejarah

sunting

Keberadaan DKPP bukanlah hal baru karena sebelumnya sudah ada yang namanya Dewan Kehormatan Komisi Pemilihan Umum (DK KPU) sejak 2008. DK KPU adalah institusi etik difungsikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu untuk menyelesaikan persoalan pelanggaran kode etik bagi penyelenggara. Namun, wewenangnya tidak begitu kuat, lembaga ini hanya difungsikan memanggil, memeriksa, dan menyidangkan hingga memberikan rekomendasi pada KPU dan bersifat ad hoc.

DK KPU dari sisi kompetensi keanggotaan cukup baik tetapi dari aspek struktural kurang seimbang karena didominasi oleh penyelenggara Pemilu. DK KPU beberapa kali dipimpin oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., dan prestasinya pun tidak mengecewakan publik termasuk pemerintah dan DPR memberikan apresiasi yang positif. Terobosan memberhentikan beberapa anggota KPUD Provinsi/Kabupaten/Kota termasuk salah satu mantan anggota KPU 2010 memberi harapan baru bagi publik pada perubahan.

Dari prestasi yang dianggap baik inilah Pemerintah, DPR, lembaga yudikatif dan lembaga-lembaga pemantau Pemilu sontak mendorong misi mulia ini dengan meningkatkan kapasitas wewenang dan memastikan institusi ini jadi tetap dan tidak hanya menangani kode etik pada KPU tetapi juga Bawaslu di tiap tingkatan lewat produk hukum Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilu. DKPP akhirnya secara resmi lahir pada 12 Juni 2012.

Anggota

sunting

Saat ini DKPP terdiri dari 7 anggota yang berasal dari unsur KPU, Bawaslu dan tokoh masyarakat yang diajukan oleh pemerintah dan DPR.

Periode 2022–2027
No Nama Unsur
(Ajuan Institusi)
1
Heddy Lugito (Ketua)
Masyarakat
2
Muhammad Tio Aliansyah
DPR
3
Ratna Dewi Pettalolo
Bawaslu
4
J. Kristiadi
5
I Dewa Kade Wiarsa Raka
6
Yulianto Sudrajat
KPU
7
Lolly Suhenty
Bawaslu

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Mengundurkan diri pada 1 Juli 2013
  2. ^ Pengganti Abdul Bari Azed,[6] dilantik 13 September 2013

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jimly Asshiddiqie

Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari lembaga yang sebelumnya bernama Dewan Kehormatan KPU yang juga ia pimpin pada tahun 2009 dan 2010. DKPP-RI, ia perkenalkan

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014

Prabowo lapor DKPP Soal Surat Edaran KPU Buka Kotak Suara. Diakses dari situs berita Suara.com pada 21 Agustus 2014 Jimly: Sidang DKPP Tak Mengubah Hasil

Pemilihan umum di Indonesia

bawahnya. DKPP bertugas menangani dan menindaklanjuti pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh lembaga-lembaga penyelenggara pemilu. DKPP mulai diadakan

Purnomo Yusgiantoro

Pemasaran Dalam dan Luar Negeri, Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dalam penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Pembangunan Lima

Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Ombudsman Republik Indonesia Badan Kepegawaian

Lembaga Dakwah Islam Indonesia

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Hizbut Tahrir Indonesia "DKPP Terima Kunjungan LDII". DKPP RI - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Pengawas Pemilu (BAWASLU) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) Komisi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara (BKN) Lembaga Administrasi

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024

karena itu, pada 5 Februari 2024, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan Ketua KPU, Hasyim Asy'ari dan keenam komisioner KPU bersalah