| Malassezia globosa | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Divisi: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | Malassezia globosa Midgley, E.Guého & J.Guillot
|
Malassezia globosa adalah spesies khamir.[1]
Ruam kulit akibat panu (pitiriasis versikolor) juga disebabkan oleh infeksi fungi ini.
Penyebab ketombe dan dermatitis
suntingPada tahun 2007, ditemukan bahwa agen yang bertanggung jawab untuk memetabolisme trigliserida yang ada dalam sebum dengan ekspresi lipase adalah fungi spesifik kulit kepala, yakni Malassezia globosa (sebelumnya dianggap sebagai Malassezia furfur), yang menghasilkan produk sampingan lipid: asam oleat.[2]
Identifikasi Malassezia pada kulit telah dibantu oleh penerapan teknik molekuler atau berbasis DNA. Investigasi ini menunjukkan bahwa spesies Malassezia yang menyebabkan sebagian besar penyakit kulit pada manusia, termasuk penyebab paling umum ketombe dan dermatitis seboroik, adalah M. globosa (meskipun M. restricta juga terlibat).[1] Ruam kulit akibat panu (pitiriasis versikolor) juga disebabkan oleh infeksi fungi ini.
Karena fungu ini membutuhkan lemak untuk tumbuh,[3] jamur ini paling umum ditemukan di daerah dengan banyak kelenjar sebasea: di kulit kepala,[4] wajah, dan bagian atas tubuh. Ketika fungi tumbuh terlalu cepat, pembaharuan sel alami terganggu, dan ketombe muncul disertai rasa gatal (proses serupa juga dapat terjadi dengan fungi lain atau bakteri).
Sebuah proyek pada tahun 2007 telah mengurutkan genom Malassezia globosa penyebab ketombe dan menemukan bahwa ia memiliki 4.285 gen.[5][6] M. globosa menggunakan delapan jenis lipase yang berbeda, bersama dengan tiga fosfolipase, untuk memecah minyak di kulit kepala. Salah satu dari 11 protein ini akan menjadi target yang cocok untuk pengobatan ketombe.
Jumlah spesimen M. globosa pada kepala manusia bisa mencapai sepuluh juta.[4]
Malassezia globosa diperkirakan memiliki kemampuan untuk bereproduksi secara seksual,[7] namun hal ini belum pernah diamati.
Referensi
sunting- ^ a b DeAngelis YM, Saunders CW, Johnstone KR, et al. (September 2007). "Isolation and expression of a Malassezia globosa lipase gene, LIP1". J. Invest. Dermatol. 127 (9): 2138–46. doi:10.1038/sj.jid.5700844. PMID 17460728.
- ^ "Genetic code of dandruff cracked". BBC News. 6 November 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Desember 2008. Diakses tanggal 30 April 2010.
- ^ Guého E, Midgley G, Guillot J (Mei 1996). "The genus Malassezia with description of four new species". Antonie van Leeuwenhoek. 69 (4): 337–355. doi:10.1007/BF00399623. PMID 8836432. S2CID 31791799.
- ^ a b "Genetic code of dandruff cracked". BBC News. BBC. 6 November 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 Desember 2008. Diakses tanggal 10 Desember 2008.
- ^ Xu J, Saunders CW, Hu P, et al. (November 2007). "Dandruff-associated Malassezia genomes reveal convergent and divergent virulence traits shared with plant and human fungal pathogens". Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 104 (47): 18730–5. Bibcode:2007PNAS..10418730X. doi:10.1073/pnas.0706756104. PMC 2141845. PMID 18000048.
- ^ "Scientists Complete Genome Sequence Of Fungus Responsible For Dandruff, Skin Disorders". ScienceDaily (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Desember 2007. Diakses tanggal 22 Maret 2021.
- ^ Guillot J, Hadina S, Guého E (Juni 2008). "The genus Malassezia: old facts and new concepts". Parassitologia. 50 (1–2): 77–9. PMID 18693563.










