Banyak burung jantan memiliki bulu yang mencolok sebagai peragaan agar memikat betina. Bulu ini berasal dari merak biru jantan (Pavo cristatus).
Peragaan seksual (memikat pasangan) dari Megaselia betina.

Dalam zoologi, perilaku peragaan adalah sekumpulan perilaku yang diritualkan yang digunakan hewan untuk berkomunikasi dengan hewan lain (umumnya dengan spesies yang sama) mengenai suatu rangsangan spesifik.[1] Perilaku peragaan tersebut dapat berbentuk visual, tetapi banyak hewan mengandalkan gabunan dari sinyal raba, visual, audio dan kimiawi.[1] Proses evolusi menyesuaikan perilaku stereotip tersebut agar hewan dapat berkomunikasi baik secara konspesifik maupun interspesifik, yang memungkinkan koneksi yang luas pada relung berbeda pada suatu ekosistem. Peragaan juga tehubung dengan seleksi seksual dan keberlangsungan hidup spesies dalam cara yang berbeda-beda. Umumnya, perilaku penampian digunakan sebagai ritual perkawinan antara dua hewan untuk memberi sinyal kepada betina bahwa sebuah jantan yang giat siap untuk kawin.[2] Pada contoh lainnya, peragaan dapat digunakan sebagai tampilan teritorial, untuk menjaga teritori mencari makan untuk keluarga atau kelompoknya. Wujud ketiga dari perilaku ini adalah untuk sebuah pertarungan antar individu, yang di mana individu jantan akan berkelahi agar mendapat hak untuk kawin.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b Nelson, Ximena J.; Jackson, Robert R. (2007-09-01). "Complex display behaviour during the intraspecific interactions of myrmecomorphic jumping spiders (Araneae, Salticidae)". Journal of Natural History. 41 (25–28): 1659–1678. doi:10.1080/00222930701450504. hdl:10092/17350. ISSN 0022-2933. S2CID 85331039.
  2. ^ Loxton, R. G. (1979-01-01). "On display behaviour and courtship in the praying mantis Ephestiasula amoena (Bolivar)". Zoological Journal of the Linnean Society. 65 (1): 103–110. doi:10.1111/j.1096-3642.1979.tb01083.x. ISSN 0024-4082.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ereksi

ISBN 978-0-7167-1811-6. Diakses tanggal 22 July 2013. Sarkar, A. (2003). Sexual Behaviour In Animals. Discovery Publishing House. ISBN 978-81-7141-746-9. Juan C

Komunikasi nonverbal

Verderber, Rudolph F. (2005). "Chapter 4: Communicating through Nonverbal Behaviour". Communicate! (Edisi edisi ke-11). Wadsworth. ISBN 0-534-73936-4. ; Indah

Bilah gulir

(1990). "Navigational techniques to improve the display of large two-dimensional spaces". Behaviour & Information Technology. 9 (6): 451–466. doi:10

Ayam-salju batu

Nebraska Press, ISBN 978-0-8032-2558-9 Hjorth, I. (1970), "Reproductive behaviour in Tetraonidae", Viltrevy, 7: 183–596 Stokkan, K. A. (1979), "Testosterone

Perilaku deimatik

Perilaku Deimatik (Deimatic Behaviour) dikenal juga dengan tampilan mengejutkan (startle display) adalah bentuk perilaku pertahanan diri yang dilakukan

Brachyura

Peters (2008). "Claw waving display changes with receiver distance in fiddler crabs, Uca perplexa" (PDF). Animal Behaviour. 75 (3): 1015–1022. doi:10.1016/j

Kulit gelap

M.; et al. (2008). "Developmental vitamin D deficiency alters adult behaviour in 129/SvJ and C57BL/6J mice". Behavioural Brain Research. 187 (2): 343–350

Model-model komunikasi

ISBN 978-0-7425-6396-4. Gałajda, Dagmara (16 June 2017). Communicative Behaviour of a Language Learner: Exploring Willingness to Communicate (dalam bahasa