Pasangan telanjang.

Ketelanjangan adalah salah satu karakteristik fisiologis manusia, sebagai satu-satunya primata yang berevolusi menjadi tidak berbulu sama sekali. Seksualitas manusia mencakup aspek fisiologis, psikologis, dan sosial dari perasaan dan perilaku seksual. Di banyak masyarakat, asosiasi yang kuat antara ketelanjangan dan seksualitas diterima begitu saja. Masyarakat lain mempertahankan praktik tradisional mereka untuk tetap telanjang sepenuhnya atau sebagian dalam situasi sosial maupun pribadi, seperti saat pergi ke pantai atau spa. Makna ketelanjangan dan seksualitas tetap ambivalen, sering menyebabkan kesalahpahaman budaya dan masalah psikologis.[1]

Kaitan antara ketelanjangan dan respons seksual tecermin dalam larangan hukum terhadap paparan tidak senonoh di sebagian besar masyarakat.

Ada beberapa masyarakat dan budaya dimana ketelanjangan tetap diperbolehkan dalam beberapa kegiatan yang bersifat umum. Termasuk masyarakat yang mempertahankan norma-norma tradisional tentang ketelanjangan yang mencerminkan asal-usul kemanusiaan. Beberapa kelompok masyarakat modern juga mengadopsi gaya hidup naturisme dalam kegiatan rekreasi. Naturis biasanya mengadopsi sejumlah perilaku, seperti menahan diri untuk menyentuh, untuk menghindari respons seksual saat berpartisipasi dalam aktivitas telanjang, seperti saat berada di pantai telanjang.[2]

Rujukan

sunting

Sumber-sumber

sunting

Buku

sunting
  • Bancroft, John (2003). Sexual Development in Childhood. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-34243-0.
  • Barcan, Ruth (2004a). Nudity: A Cultural Anatomy. Berg Publishers. ISBN 1859738729.
  • Bonner, Barbara L. (1999). "When does sexual play suggest a problem?". Dalam Dubowitz, Howard; Depanfilis, Diane (ed.). Handbook for Child Protection Practice. Sage Publications. ISBN 978-0-7619-1371-9.
  • Bullough, Vern L.; Bullough, Bonnie (2014). Human Sexuality: An Encyclopedia. Routledge. hlm. 449. ISBN 9781135825096.
  • Carr-Gomm, Philip (2010). A Brief History of Nakedness. London, UK: Reaktion Books, Limited. ISBN 978-1-86189-729-9. Diakses tanggal 2019-08-01.[pranala nonaktif permanen]
  • Goldman, Leslie (2007). Locker Room Diaries : The Naked Truth about Women, Body Image, and Re-imagining the "Perfect" Body. Cambridge, MA: Da Capo Press. ISBN 9786612788604.
  • Gordon, Betty N.; Schroeder, Carolyn S. (1995). Sexuality: A Developmental Approach to Problems. Springer. ISBN 978-0-306-45040-2.
  • Górnicka, Barbara (2016). "From Lewd to Nude: Becoming a Naturist". Nakedness, Shame, and Embarrassment. Figurationen. Schriften zur Zivilisations und Prozesstheorie. Vol. 12. Wiesbaden: Springer VS.
  • Higonnet, Anne (1998). Pictures of Innocence – The History and Crisis of Ideal Childhood. New York: Thames & Hudson. ISBN 978-0-500-28048-5. OL 705008M.
  • Jordan, Tim; Pile, Steve, ed. (2003). Social Change. Wiley. ISBN 978-0-631-23312-1.
  • Miles, Margaret R.; Lyon, Vanessa (2008). A Complex Delight: The Secularization of the Breast, 1350-1750. University of California Press. ISBN 978-0520253483.
  • Toepfer, Karl Eric (1997). Empire of Ecstasy: Nudity and Movement in German Body Culture, 1910-1935. University of California Press. ISBN 9780520918276.
  • Thomason, Krista K. (2018). Naked: The Dark Side of Shame and Moral Life. New York: Oxford University Press. doi:10.1093/oso/9780190843274.003.0007.
  • Zurbriggen, Eileen L.; Collins, Rebecca L.; Lamb, Sharon; Roberts, Tomi-Ann; Tolman, Deborah L.; Ward, L. Monique; Blake, Jeanne (2007). Report of the APA Task Force on the Sexualization of Girls (PDF). Washington, D.C.: American Psychological Association. OCLC 123130352.

Jurnal

sunting

Berita

sunting

Situs web

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Palmas

integumentary skeleton of tetrapods: origin, evolution, and development". Journal of Anatomy. 214 (4): 441–464. doi:10.1111/j.1469-7580.2008.01043.x. ISSN 0021-8782

Foundational Model of Anatomy

FMA atau Foundation Model of Anatomy (Artinya: Model Anatomi Ontologi yang mendasar / FMA). Ini adalah representasi simbolik dari struktur kanonis, fenotipik

Testis

English Language, Fourth Edition A.D. Johnson (2 December 2012). Development, Anatomy, and Physiology. Elsevier. ISBN 978-0-323-14323-3. Diarsipkan dari

Sistem reproduksi perempuan

tanggal 2025-08-31. Ellis, Harold; Mahadevan, Vishy (2013). Clinical anatomy: applied anatomy for students and junior doctors (Edisi 13th). Chichester, West

Sistem reproduksi manusia

Diakses tanggal June 17, 2024. Nguyen, John D.; Duong, Hieu (2024), "Anatomy, Abdomen and Pelvis: Female External Genitalia", StatPearls, Treasure Island

Lalat rumah

ISBN 978-3-540-66819-0. Dessì, Giancarlo (8 January 2017). "Morphology and anatomy of adults: Mouthparts". Flies. Diakses tanggal 27 September 2017. Deonier

Muhammad bin Zayid Al Nahyan

The Economist. 2 November 2017. Krieg, Andreas (2019). Divided Gulf: The Anatomy of a Crisis (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 78. ISBN 978-981-13-6314-6

Titin

896–903. doi:10.1006/jmbi.1996.0367. PMID 8683592. Saladin, Kenneth (2015). Anatomy & Physiology (Edisi 7). McGraw Hill. hlm. 401. Diakses tanggal 14 November