📑 Table of Contents

Ansar-e Hezbollah[1] (Persia: انصار حزب‌الله, har.'Pendukung Partai Tuhan') adalah organisasi paramiliter konservatif di Iran.[2] Menurut Columbia World Dictionary of Islamism, kelompok ini merupakan “organisasi semi-resmi dan semi-rahasia bercorak paramiliter yang menjalankan fungsi main hakim sendiri”.[3]

Hossein Allahkaram, salah satu pemimpin organisasi tersebut, menggambarkannya sebagai “kelompok para veteran perang muda yang, berdasarkan kewajiban revolusioner-Islam mereka, mengklaim menjalankan kehendak Imam dan memperbaiki kekurangan yang ada di Iran”.[4]

Pada tahun 2018, kelompok ini dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena keterlibatannya dalam “penindasan keras terhadap warga Iran” dan karena bekerja sama dengan Basij dalam melakukan serangan terhadap mahasiswa demonstran menggunakan “pisau, gas air mata, dan tongkat listrik”.[2]

Asal-usul

sunting

Ansar-e Hizbullah, atau “Pengikut Partai Tuhan” atau secara lebih harfiah “Pembantu Hizbullah” dalam bahasa Persia, disebut sebagai kelompok paramiliter semi-resmi yang dibentuk pada tahun 1995.[5] Berbeda dengan beberapa kelompok paramiliter lainnya, Ansar-e Hizbullah menjalani pelatihan formal.[6]

Kelompok ini diyakini memperoleh pendanaan dan perlindungan dari banyak ulama senior pemerintah. Ansar-e Hizbullah sering digambarkan sebagai kelompok main hakim sendiri karena menggunakan kekerasan meskipun bukan bagian dari aparat penegak hukum pemerintah.[7] Namun, kelompok ini mungkin tidak sepenuhnya memenuhi definisi ketat vigilantisme karena mereka menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan diyakini mendapat perlindungan darinya.[8]

Kelompok ini juga digambarkan sebagai “cabang”[9] atau “sekutu vigilante” dari Hizbullah Iran,[10] sebuah gerakan longgar yang terdiri atas berbagai kelompok yang dibentuk pada masa Revolusi Iran untuk membantu Ayatollah Khomeini dan pasukannya dalam mengonsolidasikan kekuasaan.

Ideologi

sunting

Organisasi tersebut digambarkan sebagai kelompok Khomeinis dan terdiri atas kalangan masyarakat miskin Iran.[11] Kelompok ini menganut prinsip “revolusi permanen”, yang memandang Revolusi Iran belum selesai dan berupaya mewujudkan prinsip-prinsip Islam revolusioner di Iran. Mereka juga berpegang pada prinsip “menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran” yang berasal dari Al-Qur'an, serta membenarkan tindakan mereka sebagai upaya memerangi aktivitas yang dianggap tidak bermoral dan tidak Islami.[12]

Ansar-e Hezbollah juga mendukung prinsip Wilayat al-Faqih (Kepemimpinan Yuris Islam), yang menyatakan bahwa legitimasi politik Pemimpin Tertinggi Iran berasal dari kredensial keagamaannya dan kedudukannya sebagai ahli hukum Islam. Organisasi ini bersikap anti-Barat dan berpendapat bahwa Barat berusaha melemahkan Iran melalui invasi militer maupun “invasi budaya” serta imperialisme kekuatan lunak.[13]

Meskipun berhaluan konservatif, kelompok ini juga kritis terhadap politisi sayap kanan Iran dan menyerang kelompok elite lama sebagai “monopolis sayap kanan”.[14]

Referensi

sunting
  1. ^ CIA - The World Factbook see the "Government" section, "Political pressure groups and leaders" subsection in the 2006 version
  2. ^ a b Iran's Evin prison, Ansar-e Hezbollah face new US sanctions May 31, 2018
  3. ^ Antoine, Olivier; Sfeir, Roy (2007), The Columbia World Dictionary of Islamism, Columbia University Press, hlm. 149
  4. ^ Moslem, Mehdi (2002). Factional Politics in Post-Khomeini Iran. Syracuse University Press. hlm. 136. ISBN 978-0-8156-2978-8.
  5. ^ Ansar-i Hizbullah Followers of the Party of God
  6. ^ Basij Militia. NYT.com June 19, 2009
  7. ^ Debate hots up in Iranian media July 1999
  8. ^ Vigilantes join the fray June 2003
  9. ^ Amnesty International. 1997. "Iran: Human Rights Violations Against Shi'a Religious Leaders and Their Followers." London: Amnesty International. (MDE 13/18/97)
  10. ^ Middle East International, 15 Oct. 1999, 23
  11. ^ Clawson, Patrick (July 1997). "Iran: Torn by Domestic Disputes: Persian Gulf Futures II" (PDF). Strategic Forum (124). Institute for National Strategic Studies: 2. That alliance is loosely linked to the Ansar-e Hezbollah, an ardent and radical Khomeinist group drawn from the poorer classes.
  12. ^ Posch, Walter (July 2024). The Iranian Security Apparatus: History – Present – Mission (PDF). Vol. 11. Vienna: Schriftenreihe der Landesverteidigungsakademie. hlm. 33. ISBN 978-3-903359-93-2.
  13. ^ Golkar, Saeid (2018). "Book Review: The Eternal Revolution: Hardliners and Conservatives in Iran by Hamad Albolshi Bustan". The Middle East Book Review. 9 (1). Review of Middle East Studies: 66–69. doi:10.5325/bustan.9.1.0066.
  14. ^ Alamadri, Kazem (2005). "The Power Structure of the Islamic Republic of Iran: transition from populism to clientelism, and militarization of the government". Third World Quarterly. 26 (8). Taylor & Francis, Ltd.: 1298. doi:10.1080/01436590500336690. ISSN 1360-2241.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sistem noken

(ed.), Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics, Patronage and Clientelism at the Grassroots, Singapura: NUS Press, ISBN 9789814722049 Nugraha,

Robertus Robet

Proceedings of the International, 2019. Democracy for sale: elections, clientelism and the state in Indonesia, by Edward Aspinall & Ward Berenschot, Asian

Ujang Komarudin

Indonesia's Role South China Sea Dispute". Jurnal Internasional “Between Clientelism And Patrimonialism: Local Politics Of The Philippines and Indonesia “

Partido Justicialista

Weitz-Shapiro, Rebecca (2014). Cambridge University Press (ed.). Curbing Clientelism in Argentina. hlm. 19. Jalalzai, Farida (2015). Routledge (ed.). Women

Demokrasi transaksional

disebut sebagai Transactional Democracy atau berkorelasi erat dengan Clientelism/Patronage Politics) adalah sebuah istilah ilmu politik yang digunakan

Budiarto Marsul

(ed.). Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics, Patronage and Clientelism at the Grassroots. Singapura: NUS Press. hlm. 133. ISBN 978-981-4722-04-9

Klientalisme

Korupsi Nepotisme Demokrasi transaksional Hicken, Allen (2011-06-01). "Clientelism: Concepts and Implications". SAGE Journals. Diakses tanggal 2026-05-28