Pada matematika, homomorfisme aljabar adalah homomorfisme di antara dua aljabar asosiatif. Lebih tepatnya, jika A dan B adalah aljabar atas suatu lapangan (atau gelanggang komutatif) K, fungsi merupakan homomorfisme aljabar apabila untuk setiap k anggota K dan x, y anggota A,[1][2]

Dua kondisi pertama merupakan syarat agar F menjadi pemetaan linier-K (atau homomorfisme modul-K jika K adalah gelanggang komutatif), dan kondisi terakhir merupakan syarat agar fungsi F menjadi homomorfisme gelanggang (nonunit).

Jika invers dari F merupakan homomorfisme atau dengan kata lain F bijektif, maka fungsi F merupakan isomorfisme antara A dan B.

Homomorfisme aljabar unital

sunting

Misalkan A dan B adalah dua aljabar dengan unsur satuan. Homomorfisme aljabar F : AB disebut homomofisme unital jika F memetakan unsur satuan di A ke unsur satuan di B. Homomorfisme aljabar sering kali diasumsikan juga bersifat unital, sekalipun tidak secara eksplisit disebut unital.

Homomorfisme aljabar unital merupakan bagian dari homomorfisme gelanggang yang unital.

Contoh

sunting
  • Setiap gelanggang adalah aljabar-Z. Hal ini dikarenakan terdapat homomorfisme unik ZR. Konversnya juga berlaku, i.e. setiap aljabar-Z merupakan gelanggang.
  • Homomorfisme antar gelanggang komutatif dengan unsur satuan RS menginduksi struktur aljabar-R komutatif pada S. Sebaliknya, jika S merupakan aljabar-R komutatif, maka pemetaan rr ⋅ 1S merupakan homomorfisme antar gelanggang komutatif dengan unsur satuan. Dengan demikian, overcategory gelanggang-R komutatif adalah kategori aljabar-R komutatif.
  • Misalkan A adalah subaljabar dari B, maka untuk setiap unsur unit b, fungsi yang mengirim setiap elemen a di A ke b−1ab merupakan homomorfisme aljabar. (Jika A = B, homomorfisme ini disebut automorfisme dalam dari B ). Homomorfisme ini biasa disebut sebagai pemetaan konjugasi oleh b. Misalkan pula A adalah aljabar sederhana dan B merupakan central simple algebra, maka semua homomorfisme dari A ke B merupakan pemetaan konjugasi; ini merupakan bunyi dari teorema Skolem – Noether .

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Dummit, David S.; Foote, Richard M. (2004). Abstract Algebra (Edisi 3rd). John Wiley & Sons. ISBN 0-471-43334-9.
  2. ^ Lang, Serge (2002). Algebra. Graduate Texts in Mathematics. Springer. ISBN 0-387-95385-X.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

MATLAB

media mengenai MATLAB. Hazewinkel, Michiel, ed. (2001) [1994], "Linear algebra software packages", Encyclopedia of Mathematics, Springer Science+Business

Daftar penemuan di dunia Islam pertengahan

abad ke-7-9. abad ke-9 Algebra discipline: Al-Khwarizmi is considered the father of the algebra discipline. The word Algebra comes from the Arabic الجبر

Daftar masalah matematika yang belum terpecahkan

Michael (1990), "On Conjectures of Guralnick and Thompson", Journal of Algebra, 135 (2): 277–343, doi:10.1016/0021-8693(90)90292-V Khukhro, Evgeny I.;