Resimen Hussar ke-4 Prancis di Pertempuran Friedland, 1807

Kavaleri atau Pasukan berkuda (bahasa Inggris: cavalry; berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Prancis chevalier yang berarti "kuda") adalah istilah yang pada awalnya mengacu kepada pasukan perang khusus yang bertempur dengan mengendarai kuda sambil mengangkat senjata, tetapi pada saat ini juga merujuk pada pasukan militer khusus yang bertempur menggunakan kendaraan lapis baja atau tank. Oleh karena itu, kavaleri dibagi menjadi kavaleri lapis baja yang mengendarai tank dan kavaleri berkuda yang menunggangi kuda. Namun saat ini, kavaleri berkuda hampir tidak pernah digunakan dalam perang dan militer.

Fungsi

sunting

Pasukan kavaleri berperan sebagai satuan yang mampu bergerak dengan cepat dalam skala besar sekaligus berfungsi sebagai penyerang kejut atau pendobrak yang akan membuka jalan bagi pasukan infanteri. Pasukan kavaleri pada zaman Yunani Kuno seperti (phalanx dan legion) dianggap sebagai pasukan elit karena kemampuannya yang mampu mendobrak baris pertahanan musuh dengan cepat dan mematikan. Status elit ini juga disebabkan keadaan ekonomi dan sosial pada masa itu di mana hanya kaum bangsawan, tuan tanah, dan para ksatria yang boleh dan mampu membeli kuda. Dari informasi sejarah terdahulu kavaleri memiliki keunggulan di mobilitas. Pada abad pertengahan kuda sangat banyak dan dimanfaatkan oleh bangsa Mongolia. Oleh karena itu taktik yang digunakan pasukan Mongol seperti serang & lari sangat mematikan. Hal ini dibantu oleh kecakapan orang Mongolia yang ahli memanah sambil mengendarai kuda untuk menaklukkan musuh.

Masa kini

sunting

Pada zaman modern fungsi kavaleri mulai berkurang, terutama jika dibandingkan dengan perang dunia kedua. Pada saat ini mulai banyak digunakan helikopter serang dengan fungsi kavaleri yang memiliki kelebihan yang lebih dibandingkan tank atau IFV, dikarenakan tank lebih rawan dari serangan musuh seperti infanteri yang bisa menghancurkan tank dengan dibekali senjata anti-tank. Saat ini Kavaleri selalu mengacu kepada pasukan yang mengendarai Tank. Kavaleri berkuda adalah pasukan Kavaleri yang menunggangi Kuda. Pada masa lalu Kavaleri berkuda menggunakan pedang dan pistol atau senapan laras pendek untuk bertempur. Saat ini fungsi Kavaleri berkuda umumnya hanya digunakan pada acara-acara seremonial seperti Upacara, Penyambutan Kepala Negara.

Namun pada era modern tank tetap penting dalam masa perang, terutama untuk memberikan efek kejut maupun perlindungan. Dalam formasi militer tank diikuti oleh barisan infanteri yang menjaganya. Contoh dari kombinasi antara tank dan infanteri tank yang baik bisa menghasilkan serangan yang mematikan, seperti taktik Blitzkrieg yang digunakan oleh tentara Jerman Nazi di Perang Dunia II.

Galeri

sunting

Referensi

sunting

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jay Herdman

Selandia Baru yang bermain untuk Vancouver FC, sebagai pemain pinjaman dari Cavalry FC di Liga Utama Kanada. Ia merupakan pemain tim nasional pemuda Selandia

Tengger Cavalry

Tengger Cavalry merupakan sebuah band rock/metal tradisional yang berasal dari Beijing dan kini berbasis di New York. Mereka mengombinasikan elemen-elemen

Chivalry of a Failed Knight

Kishi no Cavalry at GA Bunko (dalam bahasa Jepang) Rakudai Kishi no Cavalry official manga website (dalam bahasa Jepang) Rakudai Kishi no Cavalry official

John Herdman

kecilnya, Clare, dan memiliki dua anak: Lilly dan Jay. Jay bermain untuk Cavalry FC, serta tim U-23 Selandia Baru. Per pertandingan yang dimainkan pada

Pertempuran Waterloo

A.C. "Waterloo, 18 June 1815: The Royal Horse Artillery Repulse Enemy Cavalry, late afternoon". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-06-16. Diakses tanggal

Winston Churchill

poundsterling per artikel. Churchill ikut serta dalam serbuan kavaleri (cavalry charge) Inggris yang terakhir dalam pertempuran di Omdurman. Bulan Oktober

Ku Klux Klan

2021 – via Newspapers.com. Martinez, James Michael (2007). Carpetbaggers, Cavalry, and the Ku Klux Klan: Exposing the Invisible Empire During Reconstruction

Generasi Z

ditekankan dalam Generasi Perang Dunia I ini adalah “the artilery conquers, the cavalry as the attackers and the infantry occupies.” Selanjutnya motto yang berkembang