Santo Tarsisius
Alexandre Falguière, Tarcisius, Christian martyr, 1868, musée d'Orsay.
Martyr
MeninggalAbad ke-3
Dihormati diGereja Katolik Roma
Tempat ziarahSan Silvestro di Capite, Roma
Pesta15 Agustus (Martirologi Roma)
Pelindungputra altar dan penerima komuni pertama

Santo Tarsisius (bahasa Inggris: St. Tarcisius atau Tarsicius; bahasa Italia dan bahasa Spanyol: San Tarsicio atau Tarcisio) adalah seorang martir awal Gereja Kristen yang hidup pada abad ke-3. Sedikit yang diketahui tentang dirinya berasal dari prasasti metrikal oleh Paus Damasus I, yang adalah Paus setidaknya seabad kemudian.

Ia memilih mati di tangan massa daripada memberikan kepada mereka Sakramen Mahakudus yang dibawanya. Sebagaimana Damasus membandingkan dia dengan Santo Stefanus, yang dilempari batu sampai meninggal, hal ini mungkin menjadi cara Tarsisius menemukan ajalnya. Ceritanya diperluas oleh Kardinal Nicholas Wiseman, yang menggambarkan dia sebagai alkolit muda dalam novelnya, Fabiola, or the Church in the Catacombs.

Dia awalnya dimakamkan di katakomba San Callisto, tetapi kini sisa peninggalannya berada di Gereja San Silvestro di Capite di Roma. Hari Pestanya dirayakan pada tanggal 15 Agustus, tetapi, sejak hari itu juga merupakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, ia tidak disebutkan dalam Kalender Romawi Umum, tetapi hanya dalam Martirologi Romawi.

Ia merupakan pelindung putra altar dan penerima komuni pertama. Kotamadya Saint-Tharcisius di Quebec, Kanada dinamakan untuk menghormatinya,[1] demikian pula dengan sebuah lonceng seberat 35 kilogram (77 pon) di Stephansdom, Wina, Austria. Beato José Sánchez del Río juga dikenal dengan nama pendek "Tarcisius".

Teks puisi karya Damasus

sunting

Sebuah puisi dalam bahasa Latin, diciptakan oleh Damasus, menjadi satu-satunya bukti positif akan adanya Santo Tarsisius ini.[2]

Per meritum, quicumque legis, cognosce duorum,
quis Damasus rector titulos post praemia reddit.
Iudaicus populus Stephanum meliora monentem
perculerat saxis, tulerat qui ex hoste tropaeum,
martyrium primus rapuit levita fidelis.
Tarsicium sanctum Christi sacramenta gerentem
cum male sana manus premeret vulgare profanis,
ipse animam potius voluit dimittere caesus''
prodere quam canibus rabidis caelestia membra.
Damasi Epigrammata, Maximilian Ihm, 1895, n. 14

Terjemahan:[3]

"Ketika sebuah kelompok jahat fanatik melempari diri Tarsisius yang membawa Ekaristi, ingin Sakramen itu tak dicemarkan, anak laki-laki itu lebih suka memberikan nyawanya daripada memberikan Tubuh Kristus kepada para anjing liar."

Referensi

sunting
  1. ^ "Saint-Tharcisius (Municipalité de paroisse)" (dalam bahasa French). Commission de toponymie du Québec. Diakses tanggal 2012-01-27. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ http://db.edcs.eu/epigr/epi_einzel.php?s_sprache=fr&p_belegstelle=AE+2000%2C+00190&r_sortierung=Belegstelle
  3. ^ "SINAKSARION (Kisah Orang Kudus): St. Tarcisius, Sang Akolit (Putera Altar) dan Martir-Anak dari Ekaristi". terangdaritimur.blogspot.com. 2011-5-15. Diakses tanggal 2012-8-17.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar karakter Game of Thrones

and Loras's trial, he is lured by one of Qyburn's little birds to the catacombs underneath the Great Sept of Baelor, where he is stabbed in the spine

Agata

(University of Notre Dame) 1992, pp 157–67. "St. Agatha", St. Agatha's Crypt, Catacombs & Museum Foley O.F.M., Leonard. Saint of the Day, (revised by Pat McCloskey

Antipaus

Diakses tanggal 2021-12-06. Dal Covolo, Enrico (September 1997). "The catacombs the destination of the great jubilee". Tertium Millennium. Diarsipkan

Katakomba Paris

Paris "Catacombes de Paris". Catacombs of Paris Museum "Catacombs of Paris". Diakses tanggal 2011-02-09. "Paris Catacombs Visitor Information". Diarsipkan

Mukjizat Yesus Kristus

Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan, foto dari Catacombs of Marcellinus and Peter di Roma

Khi-rho

Khi-Rho ☧, Catacombs of San Callisto, Roma. Lambang Khi-Rho ☧, Catacombs of Domitilla, Roma. Lambang Khi-Rho ☧ dengan "Alfa dan Omega, Catacombs of Domitilla

Hari Kasih Sayang

Valentines were in fact one and the same." Matilda Webb, The Churches and Catacombs of Early Christian Rome (Gereja dan Katakomba Kristen Awal di Roma), 2001

Katakomba

mengenai Catacombs. The Catacombs of Naples The Catacombs of Paris Diarsipkan 2008-07-03 di Wayback Machine. The Catacombs of Saint Sebastian Catacombs The