CAAC Penerbangan 301
Pesawat B-280, saudara kembar pesawat Trident milik CAAC yang mengalami kecelakaan
Ringkasan kecelakaan
Tanggal31 Agustus 1988
RingkasanKelalaian pilot dan cuaca buruk
Lokasi
Pesawat
Jenis pesawatHawker Siddeley Trident 2E
OperatorCAAC Airlines
RegistrasiB-2218
AsalBandar Udara Internasional Baiyun Guangzhou (dahulu)
TujuanBandar Udara Kai Tak, Hong Kong
Orang dalam pesawat89
Penumpang78
Awak11
Tewas7
Cedera15
Selamat82

CAAC Penerbangan 301, sebuah pesawat Hawker Siddeley Trident yang dioperasikan oleh Kantor Wilayah Guangzhou dari maskapai CAAC, dalam rute dari Baiyun Guangzhou menuju Kai Tak Hong Kong, tergelincir keluar dari landasan pacu di Hong Kong pada 31 Agustus 1988 setelah sayapnya menyerempet lampu-lampu panduan pendaratan. Enam awak kabin dan satu penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Insiden ini memaksa Bandar Udara Kai Tak ditutup selama lebih dari enam jam.[1]

Pesawat

sunting

Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah Hawker Siddeley Trident 2E buatan Inggris, yang ditenagai oleh tiga mesin Rolls-Royce Spey 512-5W. Pesawat ini pertama kali terbang pada tahun 1973, dengan total jam terbang rangka pesawat sebanyak 14.332 jam. Nomor konstruksi/seri pabriknya adalah 2159, dengan registrasi B-2218.

Kecelakaan

sunting

Saat pesawat sedang dalam fase pendekatan akhir menuju Bandar Udara Kai Tak dan di tengah hujan dengan jarak pandang hanya 450 m (1.480 ft), sayap kanan pesawat Hawker Siddeley Trident tersebut menyerempet lampu-lampu panduan pendaratan di landasan pacu 31. Tak lama kemudian, ban roda pendaratan utama membentur tanjakan landasan pacu, yang mengakibatkan roda pendaratan utama kanan terlepas dari sayap. Pesawat sempat terangkat kembali ke udara sebelum akhirnya menghantam landasan 600 m (2.000 ft) lebih jauh ke depan. Setelah itu, pesawat oleng ke kanan dan memotong secara diagonal jalur rumput yang mengelilingi landasan pacu. Hidung pesawat beserta roda pendaratan utama kiri pun kemudian amblas, dan pesawat meluncur melewati jalan taksi (taxiway) yang sejajar, lalu akhirnya terjun masuk ke Teluk Kowloon.

Bagian kokpit terputus dari badan pesawat, sementara bagian lainnya masih dalam kondisi utuh. Upaya penyelaman dilakukan untuk menjangkau kokpit tempat awak berada, tetapi semuanya gagal. Para awak kokpit mengalami cedera akibat benturan, tetapi hasil autopsi menunjukkan bahwa penyebab kematian mereka adalah tenggelam.[2]

Penumpang

sunting

Dari 89 orang yang berada di dalam pesawat, tujuh orang meninggal dunia dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka. Dari tujuh korban jiwa tersebut, enam di antaranya adalah awak pesawat, dan satu lainnya adalah penumpang asal Hong Kong yang kemudian meninggal akibat luka-lukanya di rumah sakit. Seluruh awak yang meninggal berada di bagian depan pesawat. Tiga awak lainnya, yang semuanya berkewarganegaraan Tiongkok, mengalami luka-luka tetapi selamat. Dari 12 penumpang berkebangsaan Amerika, dua di antaranya mengalami luka-luka. Tujuh penumpang asal Hong Kong, dua penumpang asal Taiwan, dan satu penumpang berkebangsaan Prancis juga mengalami luka-luka. Satu penumpang yang terluka merupakan warga keturunan Tionghoa-Amerika.[1]

Investigasi

sunting

Laporan investigasi mencatat bahwa "tidak terdapat bukti yang cukup untuk menentukan penyebab kecelakaan ini".[3] Laporan tersebut menyimpulkan bahwa pendekatan akhir pesawat menjadi tidak stabil, dan bahwa perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba (windshear) kemungkinan menjadi salah satu faktor penyebab. Penyimpangan akhir pesawat di bawah jalur pendekatan normal kemungkinan disebabkan oleh berkurangnya dan terganggunya referensi visual secara mendadak akibat hujan deras.

Laporan tersebut lebih lanjut mencatat sejumlah temuan penting. Pertama, kecelakaan ini dinilai seharusnya bisa diselamatkan.[3] Selain itu, awak pesawat diketahui tidak mengenakan sabuk bahu sama sekali.[3] Lebih mengkhawatirkan lagi, seorang awak keenam yang turut berada di kompartemen penerbangan ternyata duduk di atas bangku logam kecil yang sama sekali tidak terpasang atau terikat dengan cara apa pun.[3] Di sisi lain, tidak ada satu pun lembar panduan keselamatan penumpang yang tersedia di dalam pesawat, dan satu pramugari pun tidak memasang sabuk pengamannya pada saat proses pendaratan berlangsung.[3] Yang tak kalah serius, meskipun jalur pendekatan dan keberangkatan di Bandar Udara Internasional Hong Kong sebagian besar membentang di atas perairan, tidak ada satu pun jaket pelampung penumpang yang dibawa dalam penerbangan ini.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Chinese plane crashes in Hong Kong harbor." Associated Press di The Day (New London, Connecticut). 1 September 1988. p. D8. Dikutip dari Google News pada 9 April 2013.
  2. ^ "Report on the accident to Hawker Siddeley Trident 2E B-2218 at Hong Kong International Airport on 31 August 1988" [Laporan mengenai kecelakaan pesawat Hawker Siddeley Trident 2E B-2218 di Bandar Udara Internasional Hong Kong pada 31 Agustus 1988] (PDF) (dalam bahasa Inggris). Divisi Investigasi Kecelakaan Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 November 2012. Diakses tanggal 28 Juli 2012.
  3. ^ a b c d e f "CAAC Flight 301 Accident Report" [Laporan kecelakaan CAAC Penerbangan 301] (PDF) (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 8 November 2012. Diakses tanggal 17 Juli 2012.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok

Inggris: 'Civil Aviation Administration of China'code: en is deprecated atau CAAC; Hanzi sederhana: 中国民用航空局; Hanzi tradisional: 中國民用航空局; Pinyin: Zhōngguó Mínyòng

CAAC Penerbangan 296

Trident 2E pada CAAC Penerbangan 296 terjadi pada 5 Mei 1983. Penerbangan 296 dari maskapai Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC), sebuah penerbangan

Comac ARJ21

pada 28 November 2008 dari Shanghai. Pesawat ini menerima Sertifikasi Tipe CAAC pada 30 Desember 2014, dan diperkenalkan pada 28 Juni 2016 oleh Chengdu Airlines

Comac C919

ulang untuk mematuhi FAR Part 25.1302 Amerika Serikat, ini bukan ]untuk CAAC tetapi diperlukan untuk sertifikasi FAA agar bisa menjualnya di luar Tiongkok

Air China

1987 untuk membagi divisi operasi Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC Airlines) menjadi enam maskapai terpisah: Air China, China Eastern, China

Sichuan Airlines Penerbangan 8633

dalam film tahun 2019 The Captain. Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) baru-baru ini merilis laporan insiden tersebut. Menurut laporan investigasi

China Southern Airlines

Airlines. China Southern didirikan pada 1 Juli 1988 setelah restrukturisasi CAAC Airlines, dengan mengakuisisi dan menggabungkan beberapa maskapai domestik

Concorde

International Airways, Singapore Airlines, Iran Air, Olympic Airways, Qantas, CAAC, Middle East Airlines dan TWA. Pesawat ini awalnya disebut di Britania sebagai